Terbit: 1 February 2019 | Diperbarui: 26 April 2022
Ditulis oleh: Mutia Isni Rahayu | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com – Kalpanax obat apa? Kalpanax adalah obat antijamur yang biasa digunakan untuk mengtasi infeksi seperti panu, kutu air, dan kurap. Kalpanax tersedia dalam dua bentuk yaitu Kalpanax K dalam bentuk krim dan Kalpanax cair.

Kalpanax: Manfaat, Dosis, Efek Samping

Kalpanax krim memiliki kandungan bahan aktif Miconazole Nitrate. Miconazole Nitrate bekerja dengan cara menghambat pembentukan komponen penting dalam pertumbuhan jamur.

Kalpanax cair mengandung Salicylic Acid, Benzoic Acid, dan Providone Iodine. Salicylic Acid merupakan senyawa antiinflamasi. Selain sebagai antiradang, senyawa ini juga memicu pengelupasan kulit sehingga sel kulit baru terbentuk.

Kalpanax cair mengandung Salicylic Acid, Benzoic Acid, dan Providone Iodine. Salicylic Acid merupakan senyawa antiinflamasi. Selain sebagai antiradang, senyawa ini juga memicu pengelupasan kulit sehingga sel kulit baru terbentuk.

Benzoic Acid atau Asam Benzoat adalah senyawa yang sering dijadikan pengawat makanan. Senyawa ini juga memiliki kemampuan untuk mengatasi infeksi akibat jamur dan bakteri. Providone Iodine adalah antiseptik yang digunakan untuk membunuh bakteri dan mengobati luka ringan serta infeksi.

Manfaat Kalpanax

Kedua varian obat Kalpanax ini memang memiliki jenis kandungan bahan aktif yang bebeda, namun pada manfaatnya sama yaitu untuk mengatasi infeksi kulit akibat jamur.

Manfaat Kalpanax adalah dapat mengatasi berbagai infeksi jamur seperti berikut ini:

1. Panu

Panu atau tinea vesticolor adalahinfeksi jamur yang menyebabkan munculnya bercak pada kulit. Bercak bisa berwarna lebih gelap atau lebih terang dari kulit, bergantung pada pigmen kulit seseorang. Bahu adalah area tubuh di mana panu paling sering muncul, tapi panu juga bisa muncul di leher, dada, punggung, dan lengan.

Penyebab panu beragam mulai dari karena produksi minyak berlebih di kulit, banyak berkeringat, hidup di iklim yang panas, dan bisa juga akibat sistem kekebalan tubuh yang menurun. Panu termasuk ke dalam infeksi jamur tidak menular.

2. Kurap

Kurap atau kadas memiliki nama medis dermafitosis. Kurap dapat menyebabkan kulit bersisik, merah, dan gatal. Kurap dapat muncul di bagain kulit mana saja, termasuk kulit kepala. Kurap dapat menular melalui kontak antarkulit atau jika menyentuh hewan atau objek lain yang terinfeksi.

3. Kutu air

Kutu air atau tinea pedis atau bisa juga disebut athlete’s foot adalah infeksi jamur yang menyerang kaki. Kutu air dapat menyebar hingga ke kuku kaki dan tangan. Kutu air dikenal dengan nama athlete’s foot karena memang sering menyerang para atlet.

Kutu air sebenarnya tidak berbahaya, tapi dapat menular dan terkadang sulit untuk disembuhkan. Kutu air dapat muncul jika kita banyak berkeringat di kaki ketika menggunakan sepatu ketat.

Dosis Kalpanax

Kalpanax K tersedia dalam kemasan tube 5 gram dengan kandungan Miconazole Nitrate 2%. Sedangkan Kalpanax cair tersedia dalam kemasan botol 5 ml dan setiap botolnya memiliki kandungan Salicylic acid 4%, Benzoic Acid 4%, dan Providone Iodine 0,5%. Dosis Kalpanax K dan Kalpanax cair yang umum adalah:

• Dewasa: Oleskan 2-3 kali per hari pada bagian yang terinfeksi.

Pengobatan umumnya dilanjutkan hingga 10 hari setelah lesi sembuh. Tidak ditemuakan dosis untuk anak-anak usia di bawah 2 tahun sehingga penggunaannya tidak diperbolehkan kecuali berdasarkan saran dokter. Jangan mengganti dosis tanpa berdiskusi dengan dokter maupun apoteker.

Cara Penggunaan

Berikut adalah petunjuk penggunaan Kalpanax krim dan Kalpanax cair:

• Bersihkan tangan dan luka sebelum mengaplikasikan obat ini.
• Oleskan obat tipis-tipis pada bagian yang terinfeksi.
• Bersihkan kembali tangan setelah selesai mengaplikasikan obat, kecuali jika luka berada di tangan.
• Usahakan untuk menggunakan obat di waktu yang sama setiap harinya.
• Gunakan obat sesuai dengan dosis yang dianjurkan.

Efek Samping Kalpanax

Setiap obat berpoteni menimbulkan efek samping, begitu juga Kalpanax cair dan juga Kalpanx krim. Berikut adalah efek samping obat Kalpanax yang mungkin muncul:

  • Kulit berubah menjadi kemerahan
  • Muncul sensasi terbakar di kulit
  • Pengelupasan kulit.

Efek samping tidak terjadi pada semua orang. Kemungkinan efek samping dapat terjadi akibat penggunaan obat Kalpanax berlebihan atau karena kondisi kulit yang sensitive. Efek samping yang terjadi juga umumnya ringan dan dapat hilang dengan sendirinya.

Jika muncul efek samping yang lebih berat baik yang sudah disebutkan di atas maupun efek samping lainnya, segera hentikan penggunaan obat dan konsultasikan ke dokter.

Interaksi Obat

Pada dasarnya tidak ada laporan adanya interaksi obat yang signigfikan untuk penggunaan obat topikal. Meskipun begitu, sebaiknya hindari penggunaan obat ini dengan obat lainnya, terutama yang juga merupakan obat topikal baik obat resep, non-resep, maupun herbal.
Interaksi obat dapat menyababkan efektivitas obat menurun dan meningakatkan risiko timbulnya efek samping. Selalu diskusikan dengan dokter jika Anda sedangan menjalani pengobatan lain atau mengonsumsi obat tertentu.

Peringatan dan Perhatian

Obat Kalpanax krim dan Kalpanax cair merupakan jenis obat bebas yang bisa didapatkan tanpa resep dokter. Meskipun begitu, penggunaan Kalpanax tetap harus dilakukan dengan hati-hati dan mengikuti petunjuk penggunaan yang telah tersedia. Berikut adalah beberapa hal yang dapat menjadi peringatan dan perhatian dalam penggunaan Kalpanax:
• Jangan gunakan obat ini pada pasien yang alergi terhadap salah satu komponen dari obat ini.
• Penggunaan Kalpanax cari yang mengandung asam salisilat dapat meningkatkan sensitivitas kulit terhadap matahari. Pastikan Anda menggunakan sunblock setiap keluar rumah.
• Kalpanax krim hanya dapat digunakan untuk mengatasi infeksi jamur saja dan tidak dapat mengatasi infeksi kulit akibat bakteri maupu virus.
• Kalapanax adalah obat topilkal dan akan berbahaya jika tertelan. Hindare area sensitive seperti mata, hidung, mulut, dan area mukosa.
• Hindari dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.
• Belum terdapat leterangan keamaan penggunaan obat ini pada ibu hamil dan menyusui, sebaiknya hindari penggunaaanya, keculai berdasarkan saran medis dari dokter.


DokterSehat | © 2024 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi