Terbit: 8 November 2020
Ditulis oleh: Devani Adinda Putri | Ditinjau oleh: dr. Ursula Penny Putrikrislia

Cefpirome adalah obat antibiotik untuk mengatasi beberapa indikasi infeksi bakteri yang rentan. Ketahui Cefpirome obat apa, fungsi, dosis, aturan penggunaan, efek samping, dll.

Cefpirome: Fungsi, Dosis, Aturan Pakai, dll

Rangkuman Informasi Obat Cefpirome

 Nama Obat  Cefpirome
 Kandungan Obat  Cefpirome
 Kelas Obat  Cephalosporins 
 Kategori Obat  Obat resep
 Manfaat Obat  Mengobati infeksi saluran pernapasan, saluran kemih, darah, dan infeksi kulit.
 Kontraindikasi Obat
  •  Hipersensitivitas
  • Porfiria
 Sediaan Obat  Injeksi
 Harga Obat  Rp40.000 per vial

Cefpirome Obat Apa?

Cefpirome adalah obat antibiotik spektrum luas untuk mengobati infeksi bakteri yang rentan seperti infeksi saluran kemih, infeksi kulit dan jaringan lunak, infeksi saluran pernapasan, serta infeksi darah. Obat ini termasuk dalam golongan obat Cephalosporins yang merupakan obat resep.

Obat Cefpirome tersedia dalam sediaan serbuk injeksi yang hanya dapat digunakan untuk pasien di atas usia 18 tahun. Perlu diperhatikan obat ini tidak dapat untuk mengobati infeksi virus seperti demam, flu, atau pilek biasa. Obat ini hanya dapat digunakan dengan resep dan bantuan dari tenaga kesehatan profesional.

Merek Dagang Cefpirome

Anda dapat membeli obat ini dalam bentuk obat generik bernama Cefpirome. Obat yang sama dipasarkan dengan berbagai merek dagang lain, seperti:

  • Abirom
  • Bioprom
  • Bactirom
  • Cefmer
  • Erpharom
  • Interome
  • Lanpirome
  • Givincef
  • Morcef
  • Nufirom
  • Pirom
  • Rime
  • Romicef
  • Sopirom
  • Xenoprom

Obat Cephalosporins serupa mungkin tersedia dalam merek dagang lain yang belum tercantum dalam informasi ini.

Fungsi Obat Cefpirome

Fungsi Cefpirome untuk mengobati beberapa indikasi infeksi bakteri yang rentan, termasuk:

  • Infeksi saluran pernapasan bagian bawah akibat spesies bakteri rentan, termasuk pneumonia.
  • Bakteri septikemia yang menyebabkan infeksi darah.
  • Infeksi kulit dan jaringan lunak akibat bakteri, seperti bisul, selulitis, folikulitis, dan abses kulit.
  • Infeksi saluran kemih.
  • Neutropenia dan imunitas.

Obat golongan Cephalosporins berguna untuk mengatasi infeksi bakteri rentan, bukan infeksi virus.

Peringatan Obat Cefpirome

Harap perhatikan beberapa peringatan penting ini sebelum menggunakan obat Cefpirome, sebagai berikut:

  • Ikuti petunjuk dan resep dokter karena obat ini termasuk obat keras.
  • Beritahu dokter bila Anda memiliki riwayat alergi obat golongan Cephalosporins, antibiotik beta-laktam, dan penisilin.
  • Beritahu dokter bila Anda memiliki riwayat alergi atau efek samping obat lainnya.
  • Demi keamanan, konsultasi pada dokter bila Anda memiliki riwayat gangguan ginjal, sedang hamil, menyusui, atau berencana hamil dalam waktu dekat.
  • Obat injeksi hanya dapat diaplikasikan dengan resep dan bantuan dokter atau tenaga medis profesional.

Interaksi Obat Cefpirome

Interaksi obat adalah reaksi akibat dua kandungan obat atau zat tertentu. Reaksi tersebut mungkin akan melemahkan atau meningkatkan fungsi salah satu kandungan, hasilnya dapat memicu efek samping atau obat tidak bekerja secara maksimal untuk menyembuhkan penyakit.

Sebaiknya, konsultasikan dengan dokter bila ingin mengonsumsi obat golongan Cephalosporins dengan obat lain seperti:

  • Obat untuk refluks asam.
  • Pepcid (famotidine).
  • Tagamet (cimetidine).
  • Zantac (ranitidine).
  • Obat sakit maag.
  • Aciphex (rabeprazole).
  • Dexilant (dexlansoprazole).
  • Nexium (esomeprazole).
  • Vivotif (vaksin tifus hidup).
  • Obat probenesid.
  • Vaksin Kolera.
  • Furosemide.
  • Ethinyl Estradiol.

Jangan konsumsi dua obat berbeda (atau lebih) tanpa resep dokter termasuk obat resep, obat bebas, vitamin, obat herbal, atau suplemen. Bila ingin konsumsi dua obat berbeda, sebaiknya beri jeda 2-3 jam.

Efek Samping Cefpirome

Hati-hati terhadap efek samping obat golongan Cephalosporins yang mungkin terjadi:

  • Mual
  • Muntah
  • Nyeri perut
  • Diare
  • Ruam kulit
  • Kulit gatal
  • Sakit kepala
  • Gangguan indra perasa dan penciuman
  • Kejang
  • Sesak napas
  • Detak jantung tidak teratur
  • Pendarahan
  • Trombositopenia
  • Eosinofilia
  • Anemia hemolitik
  • Neutropenia
  • Agranulositosis
  • Tromboflebitis
  • Kolitis pseudomembran

Hentikan penggunaan bila mengalami efek samping parah atau bila gejala infeksi bakteri tidak kunjung membaik.

Dosis Obat Cefpirome

Setiap orang pasien infeksi bakteri rentan memiliki dosis berbeda tergantung pada faktor-faktor sebagai berikut:

  • Usia.
  • Jenis kelamin.
  • Tingkat keparahan gejala.
  • Respon terhadap obat dosis pertama.
  • Riwayat medis.

Berikut ini dosis obat Cephalosporins untuk mengobati infeksi bakteri yang rentan secara umum:

  • Dosis Dewasa: Sebagai sulfat, 1-2 gram setiap 12 jam via injeksi (IV) selama 3-5 menit atau infus selama 20-30 menit.
  • Dosis untuk Pasien dengan Gangguan Ginjal: CrCl <5 (pada pasien hemodialisis) 0,5 atau 1 g sekali sehari dengan setengah dosis setelah setiap sesi dialisis.

Dokter akan memberi dosis yang tepat untuk indikasi gejala yang Anda alami. Informasi ini tidak menggantikan resep dokter.

Cara Pakai Cefpirome

Obat ini hanya boleh diberikan oleh dokter dan tenaga medis profesional kepada pasien. Pasien atau orang lain yang tidak memiliki latar belakang medis tidak dapat memberikan injeksi atau infus obat ini.

Anda harus memberitahu dokter bila memiliki alergi obat tertentu atau riwayat medis serius lainnya sebelum dokter memberikan obat ini. Obat ini juga hanya boleh digunakan dengan pantauan dokter selama penggunaannya.

Petunjuk Penyimpanan Cefpirome

Berikut ini petunjuk penyimpanan obat-obatan secara umum:

  • Simpan obat pada suhu 20°C-25°C.
  • Sebaiknya simpan obat dalam kotak P3K khusus, laci, atau wadah yang tertutup rapat.
  • Selalu simpan obat pada kemasan aslinya.
  • Jauhkan semua jenis obat dari jangkauan anak-anak.
  • Simpan obat dalam sediaan spray pada suhu ruangan dan jauhkan dari panas.
  • Alat medis seperti jarum suntik dan infus hanya untuk penggunaan sekali pakai dan harus dibuang di tempat sampah khusus medis.
  • Tidak boleh membuang sisa obat apapun sembarangan untuk mencegah pencemaran lingkungan atau penyalahgunaan sisa obat.

Itulah pembahasan Cefpirome obat apa. Cefpirome adalah obat untuk mengobati infeksi bakteri rentan. Informasi ini tidak menggantikan konsultasi langsung dengan dokter.

 

  1. MIMS. 2020. Cefpirome. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/cefpirome?mtype=generic. (Diakses pada 07 November 2020).
  2. Practo. 2020. CefpiromeCephalosporins. https://www.practo.com/medicine-info/cefpirome-1529-api#side-effects. (Diakses pada 07 November 2020).
  3. Wiley, Frieda, PharmD, CGP, RPh. 2015. What Are Cephalosporins?. https://www.everydayhealth.com/cephalosporins. (Diakses pada 07 November 2020).


DokterSehat | © 2024 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi