Terbit: 16 July 2020
Ditulis oleh: Muhamad Nuramdani | Ditinjau oleh: dr. Eko Budidharmaja

Asam asetat adalah obat topikal yang digunakan untuk mengobati infeksi akibat bakteri dan jamur, terutama untuk infeksi telinga. Simak informasi lengkap tentang fungsi obat, dosis, cara pakai, efek samping, dan lainnya di bawah ini!

Asam Asetat: Fungsi, Dosis, Cara Pakai, Efek Samping, dll

Rangkuman Informasi Asam Asetat

Berikut ini adalah rangkuman informasi umum tentang fungsi asam asetat sampai harga obat:

Nama Obat Asam asetat/acetic acid
Kandungan Obat Asam asetat
Kelas Obat Antibiotik
Kategori Obat bebas
Manfaat Obat Mengobati infeksi jamur dan bakteri
Kontraindikasi Hipersensitif
Sediaan Obat Cair
Harga Obat Rp50.000 – Rp 200.000/ml

Apa Itu Asam Asetat?

Asam asetat memiliki efek antimikroba untuk mengobati infeksi yang disebabkan bakteri atau jamur, misalnya untuk infeksi telinga luar (otitis eksternal). Kegunaan asam asetat tidak dapat mengobati infeksi telinga bagian dalam (otitis media).

Fungsi Asam Asetat

Kegunaan asam asetat bekerja dengan menghentikan pertumbuhan bakteri dan jamur, serta mengurangi rasa sakit dan pembengkakan di telinga akibat infeksi. Obat ini dapat dikombinasikan dengan bahan-bahan yang dapat mengeringkan seperti gliserin atau alkohol. Pengeringan saluran telinga dapat membantu mengobati infeksi.

Peringatan Asam Asetat

Asam asetat adalah obat yang tidak boleh digunakan jika alergi terhadapnya, atau jika mengalami gendang telinga pecah. Obat ini mungkin mengandung bahan-bahan tidak aktif, yang dapat menyebabkan reaksi alergi atau masalah lainnya.

Guna memastikan obat ini aman, sebaiknya beritahu dokter jika memiliki kondisi berikut:

  • Sakit telinga yang parah.
  • Masalah pendengaran
  • Sedang hamil atau menyusui.

Obat ini tidak boleh digunakan pada anak di bawah 3 tahun.

Interaksi Asam Asetat dengan Obat Lain

Jika menggunakan obat lain atau produk yang dijual bebas secara bersamaan, efek obat ini dapat berubah. Ini dapat meningkatkan risiko efek samping atau menyebabkan obat tidak bekerja dengan benar. Interaksi obat ini dengan obat-obatan lainnya dimungkinkan, tetapi tidak selalu terjadi.

Sebaiknya beritahu dokter tentang semua obat, vitamin, dan suplemen herbal yang sedang digunakan, sehingga dokter dapat membantu mencegah atau mengelola interaksi obat dengan mengubah cara menggunakan obat-obatan yang sedang digunakan atau dengan pemantauan ketat.

Kontraindikasi

Hipersensitif terhadap larutan asam asetat atau salah satu bahan. Membran timpani berlubang dianggap sebagai kontraindikasi untuk penggunaan obat apa pun di saluran telinga luar.

Efek Samping Asam Asetat

Segera hentikan penggunaan obat ini dan hubungi dokter jika mengalami beberapa efek samping berikut:

  • Sensasi terbakar ringan atau bahkan parah
  • Nyeri
  • Iritasi
  • Kemerahan
  • Bengkak di dalam atau di sekitar telinga (jika diaplikasikan pada telinga).

Obat ini juga dapat menimbulkan reaksi alergi yang harus segera mendapatkan penanganan dokter. Berikut ini beberapa reaksi alergi dari asam asetat:

  • Ruam
  • Gatal-gatal
  • Sesak napas
  • Pembengkakan pada wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan
  • Pusing

Ini bukan daftar lengkap kemungkinan efek samping asam asetat. Jika mengalami efek samping lainnya yang tidak tercantum di atas, segera hubungi dokter atau apoteker.

Cara Pakai dan Dosis Asam Asetat

Gunakan obat ini persis seperti yang tertera pada kemasan obat atau berdasarkan saran dari dokter atau apoteker. Ingat! Jangan menggunakannya dalam jumlah yang berlebihan, lebih sedikit, atau lebih lama dari yang disarankan.

Guna mendapatkan manfaat asam asetat secara maksimal dalam mengobati infeksi telinga bagian luar, terlebih dahulu bersihkan kotoran telinga atau kotoran lainnya sebelum menggunakannya. Bila perlu tanyakan kepada dokter atau apoteker tentang cara yang aman untuk membersihkan kotoran telinga.

Berikut ini cara menggunakan asam asetat untuk pengobatan infeksi telinga:

  • Basahi bola kapas dengan beberapa tetes asam asetat dan kemudian terapkan ke telinga bagian luar. Cara lainnya dapat memasukkan kapas ke telinga terlebih dahulu dan kemudian teteskan obat untuk membasahi kapas.
  • Biarkan kapas di telinga setidaknya selama 24 jam dan pastikan tetap lembap dengan menambahkan 3-5 tetes pada kapas setiap 4 atau 6 jam sekali.
  • Setelah mengeluarkan kapas, obat bisa diteteskan langsung ke telinga sebanyak 3 atau 4 kali sehari. Sebaiknya gunakan jumlah tetes yang diresepkan dokter.
  • Pastikan tetap mengikuti saran dokter tentang berapa lama menggunakan obat ini.

Ketika selesai menggunakan, jangan menyentuh ujung pipet atau meletakkannya langsung di telinga untuk mencegah kemungkinan obat terkontaminasi. Sebaiknya usap ujungnya hanya dengan tisu bersih.

Obat ini hanya digunakan di telinga. Jangan sampai obat terkena mata, mulut, dan hidung. Jika terkena segera bilas dengan air mengalir atau air kran yang stabil dan lembut setidaknya selama 15 menit. Segera ke dokter jika mata terus menerus teriritasi atau penglihatan berkurang.

Bagaimana Jika Lupa Jadwal Dosis Obat?

Jika lupa jadwal dosis, gunakan segera setelah ingat. Jika mendekati waktu dosis berikutnya, sebaiknya lewati dosis yang lupa. Gunakan dosis berikutnya pada waktu reguler. Jangan menggandakan dosis untuk mengganti dosis yang terlewat.

Overdosis

Sebaiknya jangan melebihi dosis yang ditentukan kemasan obat, dokter, atau apoteker. Menggunakan obat melebihi dosis tidak akan memperbaiki gejala, melainkan dapat menyebabkan keracunan atau efek samping yang serius.

Jika Anda atau orang terdekat diduga mengalami overdosis, segera ke rumah sakit dan bawa serta kotak obat, wadah, atau label untuk membantu memudahkan dokter untuk mendapatkan informasi yang diperlukan.

Jangan memberikan obat-obatan Anda kepada orang lain bahkan jika tahu mereka memiliki kondisi yang sama atau mungkin mereka memiliki kondisi yang sama. Ini dapat menyebabkan overdosis. Langkah terbaik adalah berkonsultasi dengan dokter atau apoteker untuk informasi lebih lanjut.

Bagaimana Jika Tidak Sengaja Menggunakan Obat Kedaluwarsa?

Menggunakan asam asetat kedaluwarsa tidak menghasilkan efek samping. Namun, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter atau apoteker untuk mendapatkan informasi lengkap atau jika merasa tidak sehat atau sakit.

Obat yang kedaluwarsa bisa menjadi tidak efektif untuk mengobati kondisi yang disarankan. Agar aman, sebaiknya tidak menggunakan obat kedaluwarsa.

Jika memiliki penyakit kronis yang memerlukan minum obat terus-menerus seperti kondisi jantung, kejang, dan alergi yang mengancam jiwa, akan jauh lebih aman untuk tetap berkonsultasi dengan dokter sehingga dapat memiliki persediaan obat-obatan yang belum kedaluwarsa.

Petunjuk Penyimpanan Obat

Sebaiknya simpan obat dengan baik dan jangan sembarangan menyimpannya karena bisa merusak atau mengurangi fungsi atau manfaat asam asetat. Berikut ini beberapa petunjuk penyimpanan obat yang benar:

  • Simpan obat pada suhu kamar dan jauh dari cahaya matahari langsung dan kelembapan.
  • Jangan simpan obat di kamar mandi.
  • Tutup botol dengan rapat saat tidak digunakan.
  • Jauhkan obat dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.

Perhatikan kemasan obat tentang cara penyimpanannya atau tanyakan kepada apoteker atau dokter.

Bagaimana Cara Membuang Obat Kedaluwarsa?

Jangan membuang obat ke toilet atau menuangkannya ke saluran pembuangan kecuali disarankan untuk melakukannya. Buang obat ini dengan benar ketika kedaluwarsa atau tidak lagi diperlukan. Konsultasikan dengan apoteker untuk informasi lebih lanjut tentang cara membuangnya dengan aman.

 

  1. Anonim. 2017. Acetic Acid. https://www.rxlist.com/acetic-acid-drug/patient-images-side-effects.htm#info. (Diakses pada 16 Juli 2020)
  2. Anonim. Tanpa Tahun. Acetic Acid Solution, Non-. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-13965/acetic-acid-otic-ear/details. (Diakses pada 16 Juli 2020)
  3. Anonim. 2017. Acetic Acid (Otic). https://www.everydayhealth.com/drugs/acetic-acid-otic#drug-overview. (Diakses pada 16 Juli 2020)
  4. Anonim. 2020. Acetic acid (otic). https://www.drugs.com/mtm/acetic-acid-otic.html. (Diakses pada 16 Juli 2020)
  5. Anonim. Tanpa Tahun. Acetic Acid. https://www.tabletwise.com/medicine/acetic-acid. (Diakses pada 16 Juli 2020)


DokterSehat | © 2024 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi