Terbit: 10 Mei 2022 | Diperbarui: 2 Juni 2022
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: dr. Eko Budidharmaja

Beberapa tahun terakhir, obat antipsikotik atipikal atau antipsikotik generasi kedua telah banyak digunakan untuk menangani gejala gangguan bipolar, skizofrenia, dan psikosis akut. Kenali lebih lanjut seputar antipsikotik atipikal lewat ulasan berikut!

Antipsikotik Atipikal: Cara Kerja, Kegunaan, Jenis, dan Efek Samping

Mengenal Antipsikotik Atipikal

Antipsikotik atipikal adalah kelas obat antipsikotik yang digunakan untuk mengobati skizofrenia, gangguan delusi, dan gangguan lain yang ditandai dengan gejala psikosis, termasuk mania bipolar psikosis.

Golongan ini tergolong obat generasi baru dalam pengobatan gejala psikosis, tetapi telah diperkenalkan sejak 1990. Selain itu, obat ini juga terkenal sebagai obat generasi kedua setelah antipsikotik tipikal.

Melansir Drugs, golongan obat cenderung menimbulkan efek samping tertentu apabila dibandingkan dengan antipsikotik tradisional. Efek samping tersebut, termasuk gejala ekstrapiramidal (EPS), seperti tremor, berjalan terseok-seok, dan tardive dyskinesia.

Bagaimana Obat ini Bekerja?

Para ahli belum menemukan secara pasti bagaimana obat ini bekerja. Namun, kemungkinan antipsikotik atipikal bekerja dengan memblokir reseptor kimia tertentu dalam otak.

Perlu Anda ketahui, penderita gangguan psikosis sinyal dopamine cenderung abnormal. Nah, di sinilah antipsikotik bekerja, yakni untuk memblokir sinyal tersebut. 

Selain itu, obat ini dipercaya dapat memengaruhi tingkat berbagai neurotransmitter, seperti dopamine, asetilkolin, noradrenalin, atau serotonin.

Baca JugaMengenal Gejala Bipolar dan Jenisnya yang Jarang Disadari

Kegunaan Antipsikotik Atipikal

Antipsikotik atipikal digunakan untuk meredakan berbagai gejala psikosis, seperti:

  • Delusi: pikiran tidak rasional atau tidak berdasar.
  • Halusinasi: mendengar dan melihat hal yang tidak nyata.
  • Paranoid atau kebingungan yang berkaitan dengan penyakit mental.

Selain itu, obat golongan ini juga digunakan dalam pengobatan berbagai kondisi kejiwaan berikut:

  • Skizofrenia atau episode psikotik.
  • Depresi berat.
  • Agitasi atau kecemasan yang parah.
  • Episode mania pada orang dengan gangguan bipolar. 

Jenis-jenis Antipsikotik Atipikal

Melansir NCBI, ada enam jenis antipsikotik atipikal yang tersedia Amerika Serikat, di antaranya:

1. Clozapine

Obat ini digunakan pada pasien dengan pasien skizofrenia yang resisten terhadap pengobatan lainnya. Clozapine adalah obat yang dapat menurunkan keinginan untuk bunuh diri. 

Sayangnya, obat ini memiliki risiko lebih tinggi terhadap bertambahnya berat badan.

2. Risperidone

Risperidone adalah obat untuk mengobati skizofrenia dan gangguan bipolar. Obat ini termasuk turunan benzisoxazole.

3. Olanzapine

Obat ini digunakan untuk mengatasi skizofrenia dan gangguan bipolar. Olanzapine memiliki efek samping yang lebih ringan terhadap munculnya gejala ekstrapiramidal ketimbang obat golongan antipsikotik atipikal lain.

4. Quetiapine

Quetiapine adalah obat yang diindikasikan untuk menangani skizofrenia, gangguan bipolar, dan berbagai gangguan terhadap suasana hati. Obat ini juga dapat menangani masalah insomnia.

Quetiapine berisiko menimbulkan kenaikan berat badan dan kenaikan berat badan tiba-tiba ketika berdiri (hipertensi postural).

5. Ziprasidone

Obat ini digunakan untuk menangani skizofrenia dan gangguan bipolar (episode mania dan episode campuran).

Efek samping obat ini berkaitan dengan dengan risiko ringan hipotensi ortostatik, sedasi, dan perpanjangan QT.

6. Aripiprazole

Selain menangani skizofrenia dan gangguan bipolar, aripiprazole dapat digunakan untuk mengobati gangguan depresi mayor.

Baca JugaTerapi Psikofarmakologi: Jenis Obat untuk Mengatasi Masalah Mental

Efek Samping yang Perlu Diwaspadai

Antipsikotik atipikal berisiko tinggi menyebabkan penambahan berat badan dan gangguan metabolisme, termasuk peningkatan kejadian diabetes tipe 2 dan kolesterol tinggi.

Selain itu, berbagai efek samping lain yang mesti Anda waspadai, di antaranya:

  • Kesulitan berkonsentrasi atau berbicara.
  • Perubahan tekanan darah.
  • Sembelit.
  • Gangguan tidur.
  • Meneteskan air liur.
  • Rasa kantuk.
  • Wajah tidak berekspresi atau seperti topeng.
  • kegelisahan atau tidak bisa diam.
  • Disfungsi seksual.
  • Berjalan terseok-seok.
  • Tremor.
  • Masalah penglihatan (penglihatan kabur atau ganda).

Antipsikotik atipikal termasuk golongan obat keras sehingga harus digunakan sesuai resep dokter. Apabila muncul efek samping yang mengganggu, jangan tunda untuk berkonsultasi ke dokter.

 

  1. Anonim. Atypical Antipsychotics. https://www.drugs.com/drug-class/atypical-antipsychotics.html. (Diakses pada 10 April 2022).
  2. Farah, Andrew. 2005. Atypicality of Atypical Antipsychotics. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC1324958/#. (Diakses pada 10 April 2022).
  3. Willner, Keith., dkk. 2021. Atypical Antipsychotic Agents. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK448156/. (Diakses pada 10 April 2022).

DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi