Terbit: 24 December 2015 | Diperbarui: 25 November 2022
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com- Defek atau lubang pada tulang kepala dapat terjadi akibat cedera kepala karena kecelakaan lalu lintas, pasca operasi kepala atau kelainan sejak lahir. Dalam keadaan-keadaan tersebut cranioplasty sangat perlu dilakukan. Cranioplasty adalah operasi rekonstruksi tulang kepala untuk menutupi defek pada kepala.

Cranioplasty, Penutupan Lubang pada Tulang Kepala

Mengapa perlu dilakukan?

  1. Untuk proteksi otak dari benturan.
  2. Menutup sumber pintu masuk infeksi.
  3. Mencegah nyeri kepala.
  4. Kosmetik, membentuk kepala proporsional.

Bagaimanakah prosedur operasi tersebut?
Rekonstruksi tulang kepada tentunya membutuhkan ketelitian dan kecermatan tinggi, sehingga untuk memudahkan dokter ketika melakukan operasi maka pasien akan dibius total. Lalu defek pada tulang kepala akan diukur lebih dahulu, dan dilanjutkan dengan pembuatan tulang buatan yang dibentuk sesuai defek. Tulang yang dipakai biasanya berasal dari bahan acryclic, bisa juga memakai tulang sendiri yang tersimpan terlebih dahulu.

Berapa lama rawat inapnya?
Sehari sebelum operasi pasien harus rawat inap untuk pemeriksaan lengkap agar operasinya berjalan tanpa kendala dan aman. Boleh pulang dari rumah sakit 2 haru setelah operasi apabila tidak ada keluhan.

Setelah operasi, kapan boleh duduk, berjalan, dan beraktivitas?
Pasien sudah boleh duduk sehari setelah operasi, diikuti berjalan dan beraktivitas secara bertahap.

Bagaimana setelah pulang?
Pasien akan sering merasa lelah, sedikit nyeri kepala, dan ada sedikit pembengkakan pada bekas operasi yang berangsur-angsur pulih normal. Hubungi dokter apabila ada keluhan lain yang mengganggu.

Semoga bermanfaat :)

Sumber: US National Library of Medicine National Institutes of Health


DokterSehat | © 2024 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi