Terbit: 30 May 2013
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.com – Sinusitis bisa disebabkan beberapa faktor seperti alergi, flu yang berkepanjangan, atau bahan iritan yang bisa menyebabkan terjadinya pembengkakan pada ostia  hingga menyebabkan lubang drainase buntu dan mengganggu aliran udara serta cairan mukus. Cara membuang ingus yang tidak tepat juga bisa menjadi penyebab terjadinya sinusitis. Sebagian dari ingus yang seharusnya keluar malah masuk ke rongga dan susah dikeluarkan.

Pada sinusitis akut biasanya penderita mengalami selama 1-3 bulan. Sementara sinusitis kronis terjadi jika dialami lebih dari 3 bulan. Sinusitis infeksi disebabkan oleh virus, meskipun ada pula yang disebabkan bakteri. Pada sinusitis noninfeksi kebanyakan disebabkan oleh iritasi bahan kimia dan alergi. Sinusitis subakut dan kronis sering merupakan lanjutan dari sinusitis akut yang tidak mendapatkan pengobatan efektif.

Sebagian besar sinusitis sudah bisa didiagnosa hanya berdasarkan riwayat keluhan pasien serta pemeriksaan fisik, akan ditemukan adanya kemerahan dan pembengkakan pada rongga hidung, ingus yang mirip nanah, serta pembengkakan di sekitar mata dan dahi. Pemeriksaan dengan CT Scan dan MRI baru diperlukan bila sinusitis gagal disembuhkan dengan pengobatan awal. Rhinoskopi, sebuah cara untuk melihat langsung ke rongga hidung, diperlukan guna melihat lokasi sumbatan ostia. Terkadang diperlukan penyedotan cairan sinus supaya bisa dilakukan pemeriksaan kuman untuk menentukan jenis infeksi.

Terapi Obat

Sinusitis yang disebabkan oleh virus tidak perlu diberi antibiotik. Biasanya akan diberi obat anti-nyeri seperti dekongestan dan parasetamol. Sinusitis infeksi yang disebabkan oleh bakteri umumnya baru diobati dengan antibiotik. Sinusitis infeksi biasanya menunjukkan gejala nyeri pada wajah, ingus bernanah, dan gejala terjadi lebih dari seminggu.

Antibiotik yang digunakan harus sesuai dengan jenis bakteri. Jenis bakteri yang kerap menginfeksi sinus, antara lain streptococcus pneumoniae, haemophilus influenzae, moraxella catarrhalis, staphylococcus aureus, dan streptococcus pyogenes. Antibiotik yang digunakan harus bisa membunuh kelima jenis bakteri ini. Beberapa antibiotik yang bisa dikonsumsi antara lain amoxicillin, cortimoxazole, cefaclor, dan azithromycin.

Bila sinus tidak mereda dalam lima hari maka perlu diberikan amoxicillin dan asam klavulanat. Antibiotika sebaiknnya diberikan minimal 10-14 hari. Pemberian dekongestan dan mukolitik dapat melancarkan drainase cairan mukus. Pada kasus yang kronis, dapat dipertimbangkan untuk melakukan drainase cairan mukus dengan cara pembedahan.

Terapi Laser

Sinusitis juga bisa disembuhkan dengan operasi. Namun, tidak semua penderita memilih tindakan operasi untuk penyembuhan. Cara lainnya adalah dengan melakukan terapi laser atau laser infra merah. Umumnya lasr digunakan untuk operasi, namun laser yang ini digunakan untuk terapi.

Terapi dengan laser ini fungsinya untuk melancarkan peredaran darah, mengurangi pembengkakan dan membuka sumbatan akibat radang sehingga bisa mengeluarkan cairan nanah. Selain itu, sinar laser infra merah bisa mengurangi rasa nyeri dan sebagai antiradang. Terapi ini bilakukan secara berturut-turut selama 3 hari, setelah itu lakukan 1 minggu sekali sampai 10 kali terapi. Selama menjalankan terapi penderita juga harus mengonsumsi obat antibiotik.


DokterSehat | © 2024 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi