Terbit: 21 March 2022 | Diperbarui: 29 March 2022
Ditulis oleh: Muhamad Nuramdani | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Amandel bengkak adalah infeksi di bagian belakang tenggorokan. Siapa pun dapat mengalami kondisi ini, tetapi lebih sering terjadi pada anak-anak. Untuk itu, kenali ciri-ciri, penyebab, dan pengobatannya dalam penjelasan di bawah ini!

Ciri-Ciri Amandel Bengkak dan Cara Mengobatinya

Apa itu Amandel Bengkak?

Amandel adalah massa jaringan lunak berbentuk oval yang terletak di setiap sisi tenggorokan. Amandel merupakan bagian dari sistem limfatik.

Sistem limfatik dapat membantu menghindari penyakit dan infeksi. Amandel berfungsi untuk melawan virus dan bakteri yang masuk ke mulut.

Akan tetapi, amandel bisa juga terinfeksi oleh virus dan bakteri. Ketika melawan mikroorganisme tersebut, amandel bisa membengkak atau dalam dunia medis dikenal sebagai tonsilitis.

Ciri-Ciri Amandel Bengkak

Ciri utama dari tonsilitis mirip gejala pilek atau flu. Tetapi perbedaan utamanya adalah amandel akan berubah menjadi merah, bengkak, dan terasa sakit.

Gejala lain dari amandel yang membengkak, termasuk:

  • Sakit tenggorokan.
  • Sakit di sisi leher.
  • Kesulitan menelan.
  • Demam.
  • Kelelahan
  • Sakit kepala atau telinga.

Ciri-ciri amandel bengkak yang lebih parah, meliputi:

  • Bau mulut.
  • Bintik-bintik berisi nanah pada amandel yang terlihat putih.
  • Pembengkakan, kelenjar yang menyakitkan (terasa seperti benjolan di sisi leher).

Baca Juga: Kenali Perbedaan Radang Tenggorokan dan Amandel Berikut Ini!

Penyebab Amandel Bengkak

Beberapa infeksi virus dan bakteri dapat menyebabkan amandel menjadi bengkak. Beberapa penyebabnya, termasuk:

1. Tonsilitis akut

Virus dan bakteri bisa menginfeksi amandel yang menyebabkan pembengkakan dan eksudat (lapisan abu-abu yang menutupi amandel). Gejala lain termasuk sakit kepala, demam, kelelahan, bau mulut, dan kehilangan nafsu makan.

Penderita mungkin juga mengalami pembengkakan di satu sisi tenggorokan apabila hanya satu amandel yang terinfeksi.

2. Adenovirus

Centers for Disease Control and Prevention (CDC) mencatat bahwa beberapa jenis adenovirus dapat menyebabkan infeksi pernapasan, termasuk pilek, bronkitis, dan pneumonia.

Adenovirus juga menyebabkan infeksi amandel berulang pada orang dengan sistem imun lemah, meskipun infeksi ini mungkin tidak selalu terjadi dengan gejala.  Mengingat kebanyakan adenovirus bersifat ringan, biasanya tidak memerlukan pengobatan, dan virus akan hilang dengan sendirinya.

3. Radang tenggorokan

Bakteri streptococcus pyogenes dapat menginfeksi tenggorokan dan menjadi penyebab amandel bengkak dan meradang. Beberapa orang mungkin juga memiliki gejala lain, seperti sakit kepala dan sakit perut.

Virus juga dapat menyebabkan radang tenggorokan dengan gejala penyerta yang sedikit berbeda, termasuk batuk, pilek, dan sariawan.

4. Influenza

Flu bisa menyebabkan amandel membengkak dan gejala lainnya, seperti batuk, sakit tenggorokan, nyeri tubuh, dan, demam. Perlu diketahui juga, gejala bisa muncul secara tiba-tiba.

Komplikasi flu bisa termasuk pneumonia, untuk itu penting untuk menghubungi dokter apabila gejalanya tidak membaik setelah seminggu.

5. Virus Epstein-Barr

Mononukleosis adalah penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi virus Epstein-Barr (EBV). Gejala yang bisa terjadi adalah pembengkakan amandel, demam, ruam kulit, dan kelelahan.

Remaja dan orang dewasa biasanya pulih dalam waktu 2-4 minggu, tetapi dalam beberapa kasus gejala seperti kelelahan bisa bertahan selama beberapa minggu atau bulan.

6. Campak

Virus campak bisa menjadi penyebab amandel bengkak, demam tinggi, batuk, dan bintik-bintik putih kecil di bagian dalam mulut. Gejala ini biasanya muncul selama sekitar 2-3 hari setelah gejala dimulai.

Gejala lain termasuk ruam di wajah dan leher bagian atas. Anak-anak yang belum mendapatkan vaksin campak berisiko tinggi tertular dan mengalami komplikasi.

Cara Mengecilkan Amandel yang Bengkak

Perawatan untuk amandel yang membengkak tergantung pada penyebabnya. Untuk infeksi bakteri yang berat, dokter biasanya akan meresepkan antibiotik.

Infeksi virus lebih sulit untuk diobati. Beberapa obat antivirus mungkin bekerja, tetapi efektivitasnya tergantung pada jenis dan tingkat keparahan infeksi.

Dalam banyak kasus, infeksi virus akan sembuh dengan sendirinya. Obat amandel bengkak di apotek dapat membantu meringankan gejala penyerta lainnya, seperti sakit kepala, sakit tenggorokan, dan demam.

Untuk infeksi amandel yang berulang (lebih dari lima tahun), dokter mungkin akan menyarankan pengangkatan amandel.

Baca Juga: 11 Obat Amandel Paling Ampuh (Alami dan Medis)

Cara Mengecilkan Amandel yang Bengkak di Rumah

Amandel yang membesar baik disebabkan oleh infeksi virus maupun bakteri, rencana perawatan di rumah bisa membuat penderitanya lebih nyaman dan mendorong pemulihan yang lebih baik.

Perawatan di rumah selama masa pemulihan, meliputi:

  • Perbanyak istirahat. Apabila anak mengalami tosnsilitis, dorong ia untuk banyak tidur.
  • Berikan cairan yang cukup. Beri banyak air untuk menjaga tenggorokannya tetap lembap dan mencegah dehidrasi.
  • Konsumsi makanan dan minuman yang menenangkan. Cairan hangat seperti kaldu, teh bebas kafein, atau air hangat dengan madu, dan makanan dingin seperti es loli bisa membantu meredakan sakit tenggorokan.
  • Obat kumur air asin. Bahan yang harus disiapkan adalah 1/2 sendok teh garam meja dan 240 ml air hangat. Cara ini dapat membantu meredakan sakit tenggorokan.
  • Melembapkan udara. Menggunakan pelembap udara dingin untuk menghilangkan udara kering yang bisa mengiritasi sakit tenggorokan, atau duduklah beberapa menit di kamar mandi yang beruap.
  • Permen pelega tenggorokan. Anak-anak di atas usia 4 tahun dapat mengisap pelega tenggorokan untuk meredakan sakit tenggorokan.
  • Hindari bahan iritan. Jauhkan diri dari asap rokok dan produk pembersih dengan aroma yang menyengat.
  • Mengobati nyeri dan demam. Konsultasikan dengan dokter tentang penggunaan ibuprofen atau acetaminophen untuk meredakan nyeri tenggorokan dan mengontrol demam. Pada umumnya, demam ringan tanpa rasa sakit tidak memerlukan pengobatan.

 

  1. Anonim. 2020. Tonsillitis. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/tonsillitis/symptoms-causes/syc-20378479. (Diakses pada 21 Maret 2022)
  2. Kandola, Aaron. 2020. What causes swollen tonsils?. https://www.medicalnewstoday.com/articles/swollen-tonsils. (Diakses pada 21 Maret 2022)
  3. Whelan, Corey. 2021. Everything You Want to Know About Swollen Tonsils. https://www.healthline.com/health/swollen-tonsils. (Diakses pada 21 Maret 2022)


DokterSehat | © 2023 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi