Terbit: 26 Februari 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Bayi memang tampak lucu dan menggemaskan, tak heran jika banyak teman atau keluarga sering mengajaknya bercanda, bermain, menganyun, atau mengguncang bayi. Namun Anda perlu hati-hati karena mengguncang bayi dapat berdampak buruk bagi bayi.

Shaken Baby Syndrome, Bahaya di Balik Mengguncang Bayi Terlalu Keras

Mengguncang atau mengayun bayi terlalu keras dapat menyebabkan kerusakan otak. Cedera ini disebut sebagai shaken baby syndrome. Shaken baby syndrome merupakan salah satu bentuk kekerasan pada anak berupa guncangan kepala hebat yang menyebabkan perdarahan retina dan perdarahan otak. Sindrom ini merupakan salah satu penyebab utama kematian dan gangguan saraf pada anak akibat kekerasan.

Shaken baby syndrome seringkali dilakukan oleh orang tua atau pengasuh tanpa disadari saat mencoba menenangkan bayi yang rewel. Guncangan ini juga dapat terjadi saat bermain yang menyebabkan guncangan hebat pada kepala, misalnya pada saat diayun atau dilemparkan ke udara.

Saat bayi atau anak mengalami guncangan hebat, otak mengalami perputaran atau pergeseran terhadap aksisnya yang menyebabkan robekan saraf dan pembuluh darah, menyebabkan kerusakan dan perdarahan otak. Beberapa guncangan yang tampak antara lain penurunan kesadaran, kejang, hingga kematian. Sesaat setelah guncangan hebat, anak umunya menjadi rewel, banyak tidur, muntah dan tidak mau makan. Gejala ini dapat terjadi selama beberapa hari atau beberapa minggu.

Gejala lain yang tampak adalah adanya cedera mata yang ditunjukkan dengan perdarahan retina pada satu atau kedua mata. Cedera lainnya yang dapat muncul adalah cedera tulang seperti patah tulang pada iga, lengan dan tungkai.

Untuk mendiagnosis shaken baby syndrome, perlu dilakukan rontgen, CT scan atau MRI kepala untuk mendeteksi kerusakan otak dan perdarahan. Jika terdapat cedera mata juga diperlukan pemeriksaan mata lebih lanjut.

Untuk mencegah shaken baby syndrome sebaiknya hindari bermain dengan bayi dengan cara mengayunkan. mengguncang atau melempar tubuh bayi. Jika Anda menggunakan pengasuh, pastikan pengasuh anak dapat dipercaya dan cukup stabil dan matang secara psikologis. Bagi orang tua yang memiliki masalah psikis sebaiknya segera mencari bantuan agat dapat mengasuh anak secara aman dan bertanggung jawab.


DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi