Terbit: 27 October 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com – Bagian tubuh paling luar dar semua manusia adalah kulit. Permukaan kulit di tubuh ada banyak mulai dari wajah, tangan, kaki, dan permukaan alat vital. Semua diselimuti kulit sehingga infeksi atau serangan dari virus akan mengenai kulit terlebih dahulu sebelum akhirnya masuk ke dalam tubuh perlahan-lahan.

7 Jenis Wabah Virus yang Sebabkan Gangguan Kulit

Nah, agar masalah kulit tidak menyebabkan gangguan yang sangat besar, Anda harus mengenal dan mengetahui setiap gangguan yang terjadi. Setelah mengetahui gangguan yang terjadi, kita bisa tahu bagaimana melakukan perawatan dan juga pencegahan yang benar. Berikut beberapa jenis gangguan kulit yang disebabkan oleh virus.

  1. Campak

Campak adalah salah satu penyakit yang paling banyak menyebabkan kematian pada balita di Indonesia. Penyakit ini menyerang kulit dan gejalanya mirip flu dengan peradangan berada di tenggorokan, dan bercak putih di rongga mulut. Seseorang yang terkena campak harus segera disembuhkan agar tidak menular dan kondisi tubuhnya terus menurun.

  1. Cacar air

Cacar air adalah gangguan pada kulit yang menyebabkan pelepuhan dan bisul di beberapa tempat. Penyakit ini biasanya terjadi satu kali pada seseorang baik saat mudah atau saat sudah dewasa. Penyakit cacar air akan menyebabkan rasa tidak nyaman seperti demam dan nyeri di beberapa bagian tubuh.

  1. Herpes simpleks

Herpes simpleks juga mudah menular dengan kontak fisik seperti sentuhan. Herpes jenis ini menyebabkan kulit muncul bintik kecil dan area di sekitarnya berwarna merah. Saat kambuh, tubuh penderita juga akan mengalami demam cukup tinggi.

  1. Rubela

Rubela adalah penyakit berbahaya yang bisa menimpa anak-anak dan juga wanita. Indonesia sendiri sedang giat melakukan vaksinasi ini karena beberapa daerah sudah mengalami wabah dan menyebabkan korban jiwa yang tidak sedikit.

Rubela atau sering disebut campak jerman ini sering menimbulkan bercak merah yang cukup banyak di kuit. Getah bening juga akan mengalami gangguan sehingga sistem kekebalan tubuh akan terus anjlok. Rubela bisa dicegah dengan menghindari kontak langsung dengan penderita.

  1. Moluscum contagiosum

Penyakit ini ditularkan oleh virus bernama Moluscum contagiosum. Virus ini mudah sekali menyerang anak-anak dengan usia 6-18 bulan yang belum memiliki daya tahan tubuh yang besar. Virus yang masuk akan langsung membentuk benjolan kecil-kecil berwarna agam merah yang di tengahnya terdapat cairan.

Benjolan yang muncul sering terasa gatal sehingga anak-anak tidak tahan untuk menggaruknya. Sayangnya saat digaruk dan pecah, virus bisa menyebar ke tangan dan bagian tubuh lainnya.

  1. Roseola Infantum

Penyakit ini disebabkan oleh virus herpes 6 atau HHV-6. Penularannya terjadi karena terkena kontak atau cairan tubuh dari penderita herpes. Setelah virus masuk, tubuh dari penderita yang umumnya berusia 6-24 bulan ini akan muncul bercak merak dan demam yang mencapai suhu 38-40 derajat Celcius.

  1. Cacar ular

Penyakit cacar ular atau herpes zoster bisa terjadi pada seseorang yang sudah berusia di atas 60 tahun. Virus yang menyebabkan penyakit ini sama dengan cacar air dan menyebabkan lepuhan di tangan dan wajah dengan jumlah cukup banyak dan terasa sakit saat ditekan sekitarnya.

Cacar ular biasanya menyerang mereka yang memiliki daya tahan tubuh rendah akibat HIV atau kanker. Selanjutnya, mereka yang pernah terkena cacar air sebelumnya juga lebih rentan alami cacar ular.

Setelah mengetahui tujuh hal di atas, mana saja yang kira-kira pernah Anda alami atau mungkin saat ini sedang berjalan, tapi belum mendapatkan perawatan? Semoga setelah membaca ini kita bisa lebih waspada dengan gangguan kulit, ya!


DokterSehat | © 2024 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi