Terbit: 9 August 2019
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com – Salah satu penyakit yang cukup berbahaya tapi sering sekali kita abaikan adalah kutil atau warts. Kutil adalah jaringan yang tumbuh abnormal di permukaan kulit dan memicu munculnya benjolan yang kadang terasa sangat gatal dan tidak nyaman. Kutil juga bisa menjadi tanda dari kanker kalau dipicu oleh virus dengan strain tertentu.

Penyebab dan Penanganan Kutil di Sekitar Anus

Tanda kutil di sekitar anus

Kutil bisa muncul di mana saja, tidak hanya di sekitar kemaluan atau bagian tubuh lainnya. Di anus dan rektum pun bisa muncul dalam jumlah banyak hingga masuk ke dalam. Kalau hal ini sampai terjadi, beberapa tanda di bawah ini akan muncul.

  • Mengalami perdarahan dengan intensitas tertentu. Perdarahan ini bisa terjadi kalau kutil sudah masuk dan tumbuh di dinding anus. Saat seseorang buang air besar atau melakukan anal seks, gesekan yang intens bisa memicu perdarahan yang hebat.
  • Benjolan kecil-kecil di sekitar bukaan anus atau rektum hingga masuk ke dalam. Warna dari kutil biasanya sama dengan warna kulit meski kadang lebih cerah sehingga mudah dikenali.
  • Muncul kumpulan kutil yang bentuknya mirip bunga kol. Kutil biasanya hanya satu atau dua saja munculnya. Kalau kondisi ini terjadi, rasa tidak nyaman akan mulai muncul saat buang air besar atau saat duduk.
  • Muncul cairan atau lendir dari benjolan yang terjadi. Saat lendir muncul kadang terasa sangat gatal dan tidak tertahankan.

Penyebab kutil di sekitar anus

Secara umum kutil kelamin yang terjadi di anus disebabkan virus HPV. Virus ini bisa menyebar dengan sentuhan, bahkan tanpa seks sekali pun. Begitu virus menempel, mereka akan dorman di tubuh hingga memiliki kesempatan untuk melakukan infeksi dan memicu kutil.

Sekitar 90 persen kutil yang terjadi di tubuh disebabkan oleh virus strain 6 dan 11. Virus jenis ini tidak memicu kanker. Namun, sisa sekitar 10% disebabkan oleh virus jenis strain 16, 18, 31, 33, dan 35. Virus jenis ini memiliki kemungkinan memicu kanker di sekitar anus dan rektum kalau tidak segera diatasi.

Penyebaran kutil di anus

Kutil bisa menyebar di anus karena beberapa cara. Pertama melalui seks anal yang dilakukan oleh pasangan. Seks jenis ini bisa memicu penularan HPV yang awalnya di sekitar kemaluan jadi menempel di sekitar rektum atau masuk ke dalam anus. Kalau seks dilakukan tanpa pengaman hal ini bisa terjadi.

Tanpa melalui seks anal pun, virus HPV juga bisa menular ke sekitar anus melalui sentuhan. Misal seseorang memegang kemaluannya yang memiliki kutil. Lalu tangan itu digosokkan di sekitar anus, kemungkinan besar bisa menempel di sana lalu menyebar kalau daya tahan tubuh sedang anjlok.

Penanganan kutil di anus

Penanganan pada kutil yang muncul di anus disesuaikan dengan kondisinya. Selain itu pasien juga bisa memilih metode penanganan sesuai dengan referensinya.

  1. Obat topikal

Kalau kutil baru terjadi di luar anus atau sekitar rektum saja, dan jumlahnya tidak banyak, penggunaan obat topikal bisa digunakan. Obat ini akan membuat kutil mengecil dengan sendirinya lalu lepas dari kulit. Obat topikal untuk kulit biasanya agak keras sehingga Anda harus hati-hati saat mengaplikasikannya.

Segera datangi dokter untuk menangani masalah ini. Mereka akan melakukan pemeriksaan dengan baik hingga ke dalam anus. Hal ini harus dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya potensi penanganan lainnya. Kalau hanya terjadi di bagian luar saja, salep atau jenis topikal oles sudah cukup.

  1. Pembekuan atau pemanasan

Selain menggunakan salep, kalau kondisi kutil sudah semakin parah dan bercabang ke mana-mana, penanganan dengan pembekuan atau pemanasan harus dilakukan. Pembekuan biasanya dilakukan dengan nitrogen cair untuk membuat jaringan kutil beku dan mudah dilepaskan.

Hampir sama dengan pembekuan, pemanasan atau diberi cairan untuk membuat kutil terbakar juga bisa dilakukan. Cara ini sama-sama membuat kutil jadi mati dan mudah dilepas dari area anus.

  1. Pembedahan

Kalau kutil berada di dalam anus, jumlahnya banyak, dan ukurannya besar, pembedahan adalah salah satu cara yang bisa dilakukan. Dengan pembedahan, seseorang tidak akan merasa sakit selama proses pengambilan. Selanjutnya setelah diambil, obat akan diberikan khususnya obat untuk meredakan nyeri.

Pencegahan kutil di anus

Kutil anus tidak akan berbahaya selama segera ditangani dan tidak memiliki sifat kanker. Namun, akan lebih baik lagi kalau kita bisa mencegahnya. Berikut beberapa cara mencegah kutil di anus.

  • Saat melakukan seks anal ada baiknya selalu menggunakan pengaman. Selain bisa mencegah penularan virus HPV, kemungkinan penularan penyakit menular seksual lain termasuk HIV akan kecil.
  • Jangan menyentuh area anus secara langsung baik untuk memberikan rangsangan atau lainnya. HPV memang bisa dicegah dengan menggunakan kondom. Namun, virus ini masih memiliki kemungkinan menular dari tangan ke anus.
  • Kalau perlu vaksinasi Gardasil bisa dilakukan untuk mencegah terjadinya penularan HPV khususnya mencegah strain yang bisa memicu kanker.
  • Mengetahui kondisi kesehatan atau status dari pasangan saat melakukan seks. Dengan mengetahui status kesehatannya, kemungkinan penularan HPV bisa dicegah dan kutil tidak terjadi.

Demikianlah ulasan tentang kutil di sekitar anus yang berbahaya, tapi sering diabaikan. Kutil ini bisa terjadi pada siapa saja baik pria atau wanita dengan orientasi seksual apa pun. Selama ada kontak di sekitar kemaluan dan anus, virus bisa saja bergerak dan melakukan infeksi.

Mengingat efek dari kutil ini sangat banyak termasuk efek mental, ada baiknya kita melakukan seks dengan sehat dan terproteksi. Lindungi diri sejak awal agar tidak menyesal di kemudian hari.

 


DokterSehat | © 2024 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi