Terbit: 19 October 2021 | Diperbarui: 23 August 2022
Ditulis oleh: Muhamad Nuramdani | Ditinjau oleh: dr. Ursula Penny Putrikrislia

Setelah pasang ring jantung, Ada beberapa hal yang harus diperhatikan untuk setiap pasien. Hal ini untuk mencegah terjadinya komplikasi yang dapat menyebabkan gejala yang serius. Selengkapnya simak penjelasannya berikut ini!

5 Hal yang Harus Diperhatikan setelah Pasang Ring Jantung

Apa Itu Peosedur Pasang Ring Jantung?

Pemasangan ring jantung atau stent adalah tindakan medis yang bertujuan untuk mengatasi penyumbatan arteri koroner yang dapat menyebabkan gangguan fungsi jantung. Oleh karena itu, kondisi ini memerlukan perawatan lebih lanjut untuk mengurangi risiko penyumbatan baru dengan terapi medis dan menerapkan gaya hidup sehat. Setelah prosedur pemasangan ring jantung memerlukan perawatan dan pantangan.

Hal yang Harus Diperhatikan setelah Pasang Ring Jantung

Pemulihan setelah pemasangan ring jantung biasanya berlangsung singkat. Pemulangan dari rumah sakit biasanya 12-24 jam setelah kateter dilepas. Kebanyakan pasien bisa kembali bekerja dalam beberapa hari hingga seminggu setelah prosedur pemasangan ring jantung.

Sebelum meninggalkan rumah sakit, pasien akan diberikan instruksi mencalami untuk olahraga, obat-obatan, janji temu tindak lanjut, perawatan luka berkelanjutan, dan melanjutkan aktivitas normal.

Berikut ini beberapa hal yang harus diperhatikan setelah pasang ring jantung:

1. Aktivitas

Tim tenaga medis rumah sakit biasanya akan memberi tahu pasien tentang berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk pulih, dan jika ada aktivitas yang perlu pasien hindari untuk sementara waktu.

Dalam kebanyakan kasus, pasien akan dianjurkan untuk menghindari mengangkat beban dan aktivitas berat selama satu minggu, atau sampai luka sembuh.

Berikut ini beberapa perawatan dan pantangan aktivitas setelah pasang ring jantung:

  • Menyetir. Jangan mengendarai mobil selama seminggu setelah pemasangan ring jantung. Pasien dapat mengemudi kembali selama memenuhi persyaratan tes latihan atau fungsi dan tidak memiliki kondisi kesehatan lain yang mendiskualifikasi.
  • Bekerja. Jika menjalani angioplasti koroner terencana (non-darurat), pasien akan dapat kembali bekerja setelah seminggu. Namun, jika pernah menjalani angioplasti darurat setelah serangan jantung, mungkin perlu beberapa minggu atau bulan sebelum pulih sepenuhnya dan bisa kembali bekerja.
  • Berhubungan seks. Jika kehidupan seks sebelumnya dipengaruhi oleh angina, mungkin pasien dapat memiliki kehidupan seks yang lebih aktif segera setelah merasa siap setelah angioplasti koroner. Jika khawatir, konsultasi dengan dokter. Menurut para ahli, berhubungan seks setara dengan menaiki beberapa anak tangga.

2. Pengobatan dan perawatan lebih lanjut

Sebagian besar pasien perlu minum obat pengencer darah hingga 1 tahun setelah menjalani angioplasti. Perawatan ini biasanya kombinasi aspirin dosis rendah dan salah satu obat-obatan berikut:

  • Clopidogrel
  • Prasugrel
  • Ticagrelor

Sangat penting untuk mengikuti jadwal pengobatan. Jika menghentikan pengobatan lebih awal, akan sangat meningkatkan risiko serangan jantung akibat penyumbatan arteri.

Penggunaan obat clopidogrel, prasugrel, atau ticagrelor biasanya akan dihentikan setelah sekitar satu tahun, tetapi kebanyakan orang perlu untuk terus minum aspirin dosis rendah selama sisa hidupnya.

Pasien mungkin memerlukan pemasangan stent kembali jika arteri tersumbat lagi dan gejala angina muncul kembali. Sebagai alternatif, mungkin memerlukan cangkok bypass arteri koroner (CABG). Untuk itu, penting untuk menjauhi pantangan setelah pasang ring jantung

3. Rehabilitasi jantung

Rehabilitasi jantung adalah program yang bertujuan untuk membantu pasien pulih dari prosedur pemasangan stent dan kembali menjalani aktivitas sehari-hari secepat mungkin.

Program rehabilitasi jantung akan dimulai di rumah sakit. Pasien juga harus kembali untuk menjalani sesi lain yang berlangsung dalam waktu sekitar 4-8 minggu setelah meninggalkan rumah sakit.

Seorang dari tim rehabilitasi jantung akan mengunjungi pasien di rumah sakit dan memberikan informasi rinci tentang:

  • Kondisi kesehatan.
  • Jenis perawatan yang diterima.
  • Obat yang diperlukan ketika meninggalkan rumah sakit.
  • Faktor risiko spesifik yang dianggap perlunya operasi.
  • Perubahan gaya hidup yang dapat dilakukan untuk mengatasi faktor risiko tersebut.

Setelah menyelesaikan program rehabilitasi, penting untuk terus berolahraga secara teratur dan menjalani gaya hidup sehat. Langkah ini membantu melindungi jantung dan mengurangi risiko masalah terkait jantung lebih lanjut.

4. Perubahan gaya hidup

Menjalani perubahan gaya hidup juga menjadi hal yang harus diperhatikan setelah pasang ring jantung. Ini dapat membantu pemulihan dan pencegahan komplikasi.

Oleh karena itu, penting untuk mengambil langkah-langkah untuk mengurangi risiko masalah lebih lanjut di masa mendatang. Berikut ini perubahan gaya hidup yang dapat membantu pemulihan:

  • Perbanyak minum air, karena hidrasi membuat seluruh tubuh bahagia dan membantu obat bekerja lebih baik.
  • Menurunkan berat badan jika obesitas.
  • Berhenti merokok jika perokok.
  • Makan makanan sehat dengan rendah kadar lemak dan garam.
  • Aktif dan berolahraga secara teratur.

5. Menghubungi Dokter

Pasien harus menghubungi rumah sakit tempat di mana prosedur pemasangan ring dilakukan, perawat spesialis jantung, atau dokter umum untuk meminta nasihat jika Anda mengembangkan gejala berikut ini:

  • Merasakan nyeri dada seperti yang dirasakan sebelum prosedur atau selama kateter balon dipompa di arteri. Beberapa pasien mungkin mengalami nyeri dada selama 1-2 detik.
  • Luka tusukan di kaki atau lengan semakin besar, berubah menjadi merah, mengeluarkan cairan kuning atau cokelat yang kental atau terasa sakit, bahkan tanpa tekanan. Benjolan yang lebih besar dan menyakitkan mungkin tanda bahwa lubang tusukan tidak sembuh dengan benar atau mengeluarkan darah.
  • Mengalami pembengkakan (dengan atau tanpa rasa sakit) di mana saja di kaki atau lengan tempat kateter dimasukkan.
  • Demam.

Risiko Komplikasi setelah Pasang Ring jantung

Risiko komplikasi tergantung pada kondisi kesehatan pasien sebelum prosedur pemasangan stent.  Ancaman ini akan meningkat jika pasien memiliki masalah ginjal, menjalani dialisis untuk mengobati gagal ginjal, memiliki diabetes, memiliki riwayat stroke atau jantung, dan berusia di atas 70 tahun.

Berikut ini risiko komplikasi pemasangan ring jantung yang harus diwaspadai:

  • Pembekuan. Setelah menjalani prosedur stent, pasien kemungkinan dianjurkan untuk mengonsumsi aspirin dan obat antiplatelet untuk membantu mengurangi pembekuan pada stent, yang dapat menyebabkan serangan jantung atau kematian.
  • Perdarahan atau infeksi. Pasien harus menghubungi dokter jika mengalami pendarahan yang berlebihan atau memar di tempat kateter atau mengalami demam, karena kondisi ini bisa menjadi tanda infeksi.
  • Restenosis. Dalam beberapa minggu hingga bulan setelah pemasangan stent, jaringan parut mungkin terbentuk ke dalam stent dan menyebabkan penyumbatan bertahap. Risiko ini kurang dari 10% bagi pasien yang menerima drug-eluting stent (DES) dilapisi dengan obat yang membantu mencegah pertumbuhan jaringan parut.
  • Perforasi arteri. Kondisi ini juga tergolong jarang terjadi, sekitar 0,2% hingga 0,6% kasus, tetapi dapat mematikan jika tidak mendapatkan pengobatan.
  • Stroke. Meskipun menjadi faktor risiko yang potensial, tetapi ini tidak terlalu umum. Stroke terjadi dalam waktu kurang dari 1% kasus.

Itulah beberapa pantangan dan hal yang harus diperhatikan setelah pasang ring jantung. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Teman Sehat!

 

  1. Anonim. 2015. After Your Angioplasty & Stenting Procedure. http://www.secondscount.org/treatments/treatments-detail-2/after-your-angioplasty–stenting-procedure#.YW5qARpBzIU (Diakses pada 19 Oktober 2021)
  2. Anonim. 2018. Recovery – Coronary angioplasty and stent insertion. https://www.nhs.uk/conditions/coronary-angioplasty/recovery/ (Diakses pada 19 Oktober 2021)
  3. Anonim. Tanpa Tahun. After Coronary Angioplasty & Stenting. https://www.svhhearthealth.com.au/rehabilitation/after-coronary-angioplasty-stenting (Diakses pada 19 Oktober 2021)
  4. Hanes, Elizabeth. 2021. Recovery After Stent Procedure: What to Expect. https://www.healthgrades.com/right-care/angioplasty/recovery-after-stent-procedure-what-to-expect (Diakses pada 19 Oktober 2021)
  5. Heger, Erin. 2020. How to recover from a stent procedure and avoid complications. https://www.insider.com/how-to-recover-from-stent (Diakses pada 19 Oktober 2021)


DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi