Terbit: 5 Maret 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com- Dunia sepak bola masih berduka atas kematian mengejutkan kapten klub Fiorentina, Davide Astori. Seperti kita tahu, Davide meninggal menjelang pertandingan melawan Udinese di lanjutan Liga Italia Serie A pada Minggu, 4 Maret 2018. Diduga, Davide terkena serangan jantung saat tidur di kamar hotel.

Diduga Terkena Serangan Jantung, Mengapa Olahragawan Seperti Davide Astori Bisa Mati Muda?

Photo Source: Wikimedia

Ada beberapa kasus pesepak bola lain yang juga meninggal akibat serangan jantung. Yang cukup terkenal adalah kematian Cheick Tiote dan Daniel Jarque. Banyak orang yang kemudian bertanya-tanya bagaimana bisa orang yang sangat bugar dan berprofesi sebagai olahragawan yang tentu menerapkan gaya hidup sehat bisa sampai terkena serangan jantung.

Menurut pakar kesehatan, meski menerapkan gaya hidup sehat, bukan berarti atlet olahraga seperti Davide Astori terbebas dari risiko serangan jantung. Bagi sebagian atlet, aktivitas olahraga yang berlebihan ternyata justru bisa membahayakan kesehatan jantung dan pembuluh darah.

Hal ini disebabkan oleh berkembangnya ukuran jantung menjadi lebih besar akibat dari aktivitas fisik yang berlebihan ini. Kondisi semakin membesarnya jantung inilah yang kemudian bisa meningkatkan risiko terkena serangan jantung.

Bagaimana bisa jantung bisa berkembang karena olahraga? Sebenarnya jantung memiliki fungsi yang mirip dengan otot. Jika kita rajin berolahraga, maka tentu otot-otot tubuh juga akan ikut berkembang, bukan? Hal ini juga terjadi pada jantung.

Yang menjadi masalah adalah semakin menebalnya otot jantung ini bisa membuat aliran oksigen terhambat dan pada akhirnya memicu gangguan pada jantung, termasuk serangan jantung yang mematikan.

Atlet dari semua cabang olahraga rentan terkena serangan jantung jika mereka melakukan aktivitas fisik dengan berlebihan.


DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi