Terbit: 15 February 2023
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: dr. Sheila Amabel

Diabetes merupakan penyakit yang bisa dialami siapa saja. Namun, penyakit kronis ini bisa terlihat dan terasa berbeda jika dialami oleh perempuan. Apa saja ciri-ciri penyakit diabetes pada wanita? Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.

Harus Diwaspadai, Ini Gejala Diabetes yang Khas pada Wanita

Mengenali Gejala Diabetes pada Wanita

Sebelum menjelaskan mengenai efek diabates pada wanita, perlu diketahui bahwa diabetes dapat meningkatkan risiko penyakit jantung sebanyak 4 kali lipat pada wanita. Sementara pada pria risiko lebih rendah yaitu 2 kali lipat saja. 

Selain itu, wanita juga memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami penyakit yang berkaitan dengan komplikasi diabetes, termasuk kebutaan, penyakit ginjal, dan depresi.

Pada umumnya, pengidap diabetes akan mengalami gejala seperti sering buang air kecil, sering merasa haus dan lapar, serta mengalami penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas. 

Namun, ada beberapa gejala khas yang hanya dialami oleh wanita. Beberapa gejala tersebut, di antaranya:

1. Infeksi Saluran Kemih (ISK)

Wanita dengan diabetes tipe 2 memiliki risiko yang lebih tinggi untuk mengalami ISK. Kondisi ini dapat menyebabkan sakit saat buang air kecil, sensasi terbakar saat buang air kecil, anyang-anyangan, dan urine bercampur darah.

Hal ini disebabkan oleh kadar glukosa tinggi pada wanita penderita diabetes. Glukosa yang berlebihan akan menurunkan jumlah antibiotik natural dalam tubuh, yaitu peptida antimikrobial yang memiliki peran penting untuk menghalangi infeksi. 

Wanita yang sudah mengalami menopause umumnya memiliki kadar estrogen tubuh yang rendah. Kondisi ini akan meningkatkan risiko ISK. 

Cara terbaik untuk mencegah infeksi saluran kemih pada wanita dengan diabetes adalah menjaga kebersihan tubuh, terutama area kelamin dan menjaga gula darah berada dalam rentang normal. 

Selain itu, Anda disarankan untuk tetap terhidrasi untuk mengurangi jumlah bakteri dalam urine dan perlu menghindari konstipasi dengan konsumsi makanan berserat serta air yang cukup.

Baca JugaBerbagai Pantangan Makanan untuk Penderita Diabetes

2. Infeksi Jamur Vagina 

Jamur memang hidup dalam tubuh manusia secara alami. Namun, infeksi jamur bisa terjadi jika jamur tumbuh secara berlebihan. Seseorang yang memiliki kadar glukosa tinggi memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami infeksi jamur.

Glukosa dapat menekan jumlah protein imun pada tubuh yaitu human beta defensin. Saat jumlahnya berkurang maka sel imun juga akan bergerak lebih lambat menuju infeksi, dan akhirnya lebih lambat untuk membunuh mikroorganisme penyebab infeksi. 

Selain itu, glukosa merupakan makanan yang disukai oleh jamur sehingga patogen akan semakin banyak menempel pada sel, termasuk area vagina.

Gejala yang mungkin dirasakan wanita yang terkena infeksi jamur antara lain: muncul keputihan seperti keju, sakit pada area vagina, aroma vagina tidak sedap, dan sakit ketika buang air kecil. 

3. Vagina Kering

Jika Anda sering mengalami vagina kering, sepertinya Anda perlu waspada. Pasalnya, kondisi ini sering terjadi pada penderita diabetes. 

Kadar glukosa tinggi dapat menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah vagina. Kondisi ini dapat membuat penurunan lubrikasi dan akhirnya vagina menjadi lebih kering.

Selain itu, kondisi ini juga bisa menyebabkan terjadinya penurunan libido. Vagina kering menyebabkan aktivitas seksual menjadi lebih menyakitkan. Aliran darah yang berkurang dan kerusakan saraf juga dapat menyebabkan Anda kurang merasakan stimulasi.

Baca Juga: Mengapa Wanita Karier Lebih Rentan Terkena Diabetes? 

4. Polycystic Ovary Syndrome (PCOS)

PCOS merupakan masalah hormonal yang bisa menyebabkan beberapa kondisi seperti menstruasi tidak teratur dan infertilitas. 

Wanita dengan PCOS biasanya mengalami resistensi insulin. Kondisi tersebut membuat tubuhnya tidak dapat menggunakan insulin yang sudah diproduksi secara efektif, hal itulah yang kemudian meningkatkan risiko terkena diabetes tipe 2.

Jumlah insulin yang tinggi dapat menyebabkan ovarium memproduksi testosteron berlebihan yang akhirnya mengganggu ovulasi.

Beberapa gejala lain yang mungkin dialami wanita dengan PCOS antara lain: kenaikan berat badan, pertumbuhan rambut yang berlebihan, rambut rontok, dan jerawat.

Nah, itulah beberapa gejala diabetes pada perempuan yang penting untuk Anda tahu. Jika Anda mengalami gejala seperti di atas, jangan ragu untuk konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan pengobatan yang tepat.

 

  1. Anonim. Diabetes And Sexual Problems – In Women. https://www.diabetes.org.uk/guide-to-diabetes/complications/sexual-problems-women. (Diakses pada 3 Februari 2023).
  2. Anonim. 2022. Diabetes and Women. https://www.cdc.gov/diabetes/library/features/diabetes-and-women.html. (Diakses pada 3 Februari 2023). 
  3. Anonim. 2022. Polycystic Ovary Syndrome (PCOS). https://www.diabetes.co.uk/conditions/polycystic-ovary-syndrome.html. (Diakses pada 3 Februari 2023).
  4. Berman, Robby. 2022. Why People With Diabetes Have More Utis And How To Prevent Infections. https://www.medicalnewstoday.com/articles/why-people-with-diabetes-are-prone-to-utis-how-to-prevent-infections. (Diakses pada 3 Februari 2023). 
  5. Dansinger, Michael. 2021. Early Signs and Symptoms of Diabetes. https://www.webmd.com/diabetes/guide/understanding-diabetes-symptoms. (Diakses pada 3 Februari 2023).
  6. Exler, Alyse. 2022. Diabetes And Yeast Infections (Candidiasis). https://www.medicalnewstoday.com/articles/317824. (Diakses pada 3 Februari 2023).
  7. Seed, Shawna. 2022. PCOS and Diabetes. https://www.webmd.com/diabetes/pcos-and-diabetes. (Diakses pada 3 Februari 2023). 


DokterSehat | © 2024 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi