Terbit: 27 August 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com- Telur dikenal luas sebagai salah satu bahan makanan yang kaya akan kandungan protein. Telur juga bisa diolah menjadi berbagai masakan yang enak. Hanya saja, apakah telur boleh dikonsumsi oleh penderita diabetes?

Bolehkah Penderita Diabetes Makan Telur?

Sebagaimana kita ketahui, penderita diabetes tidak boleh sembarangan mengonsumsi makanan karena bisa saja memicu kenaikan kadar gula darah dalam tubuhnya. Hanya saja, menurut American Diabetes Association, telur justru dianggap sebagai pilihan yang baik bagi penderita diabetes. Hal ini disebabkan oleh kandungan karbohidrat di dalam satu butir telur yang rendah sehingga tidak akan menyebabkan kenaikan kadar gula darah bagi penderita diabetes.

Telur juga kaya akan protein dan kalium. Sebagai informasi, kalium sangatlah baik dalam menjaga kesehatan saraf dan otot. Kalium juga mampu membuat kadar natrium di dalam tubuh seimbang sehingga membuat kesehatan jantung dan pembuluh darah penderita diabetes terjaga.

Kandungan lutein dan kolin bisa menjaga kesehatan tubuh dan baik bagi kondisi otak. Kandungan biotin di dalam telur juga bisa membantu produksi insulin, sesuatu yang sulit dilakukan dengan normal oleh penderita diabetes.

Pakar kesehatan Elizabeth Ebner dari New Jersey, Amerika serikat juga menyebut telur kaya akan kandungan asam amino esensial. Hal ini berarti, telur tidak akan memicu kenaikan berat badan. Tingginya kadar protein di dalam telur juga akan membuat penderita diabetes lebih mudah kenyang sehingga mereka pun akan lebih baik dalam menjaga porsi makanan setiap harinya.

Meskipun aman untuk dikonsumsi, pakar kesehatan menyarankan kita untuk tidak berlebihan mengonsumsi telur. Konsumsi 4 hingga 7 butir telur dianggap sebagai porsi yang tepat bagi penderita diabetes. Hanya saja, telur ini juga sebaiknya tidak digoreng atau diberi tambahan mentega atau garam. Penderita diabetes lebih disarankan untuk mengonsumsi telur rebus yang jauh lebih sehat.


DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi