Terbit: 27 January 2023
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: dr. Aloisia Permata Sari Rusli

Diabetes merupakan salah satu penyebab kematian prematur di seluruh dunia. Risiko terkena penyakit ini akan meningkat seiring dengan bertambahnya usia. Lantas, berapa lama penderita diabetes mampu bertahan hidup? Simak penjelasan lengkapya dalam ulasan berikut.

Harapan Hidup Penderita Diabetes, Apakah Berumur Panjang?

Berapa Lama Penderita Diabetes Bisa Bertahan Hidup?

Tidak sedikit orang yang menganggap bahwa mendapatkan diagnosis diabetes berarti harapan hidup akan berkurang secara dratis.

Sebenarnya, pengaruh diabetes terhadap harapan hidup dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti kecepatan waktu diabetes dideteksi dan diobati, serta metode menjaga gula darah dalam rentang normal. 

Selain itu, ada faktor lain yang bisa memengaruhi harapan hidup, yaitu gejala dan tingkat keparahan, penyakit komplikasi yang muncul, serta respon tubuh terhadap pengobatan.

Oleh sebab itu, sulit untuk mengetahui dengan pasti berapa lama penderita diabetes dapat bertahan hidup. 

Jika dibandingkan dengan orang tanpa diabetes usia 50 tahun, orang dengan diabetes tipe 2 dengan usia yang sama mengalami penurunan harapan hidup hingga 6 tahun.

Namun, angka ini bukanlah sesuatu yang mutlak. Beberapa faktor dapat meningkatkan harapan hidup orang dengan diabetes.

Sebuah penelitian tahun 2022 menemukan bahwa orang dengan diabetes tipe 2 dan memiliki indeks massa tubuh (IMT) yang lebih rendah menunjukkan peningkatan harapan hidup hingga empat tahun.

Penelitian yang sama juga menunjukkan menjaga tekanan darah tetap dalam rentang normal dapat meningkatkan harapan hidup penderita diabetes tipe 2 hingga dua tahun. 

Menjaga gula darah dalam kadar normal juga dapat meningkatkan harapan hidup. Penelitian tersebut juga menunjukkan bahwa penurunan HbA1c menjadi 7,7% dapat membantu penderita diabetes tipe 2 memiliki hidup 3-4 tahun lebih panjang.

Penelitian ini menunjukkan bahwa gaya hidup sehat dan menjaga gula darah dapat meningkatkan kesehatan orang dengan diabetes.

Baca JugaPenderita Diabetes Ingin Makan Es Krim, Bolehkah?

Meningkatkan Harapan Hidup Penderita Diabetes

Tak hanya umur panjang, penderita diabetes juga harus pandai menjaga kondisinya agar tidak sampai mengalami penurunan kualitas hidup. 

Berikut adalah beberapa cara yang dapat dilakukan untuk membuat harapan hidup diabetesi meningkat, di antaranya:

1. Menjalani Pola Makan Sehat 

Menderita diabetes berarti Anda perlu konsumsi makanan dengan gizi seimbang untuk menjaga kadar gula dalam darah. 

Anda disarankan untuk menurunkan konsumsi gula, garam, dan lemak. Selain itu, penting untuk memastikan makanan yang masuk ke tubuh adalah makanan yang kaya nutrisi agar tubuh tetap mendapatkan asupan serat, vitamin, dan mineral. 

2. Menjaga Berat Badan Ideal

Menjaga berat badan memiliki banyak manfaat untuk penderita diabetes, seperti membantu menjaga tekanan darah dan kolesterol, serta menurunkan risiko masalah pada mata, kaki, dan jantung. 

Menurunkan berat badan akan terasa sulit pada awalnya, namun dengan cara dan pola hidup yang tepat, berat badan akan lebih mudah dijaga. Anda dapat konsultasi dengan ahli gizi untuk mendapatkan rencana penurunan berat badan yang sehat.

Baca Juga: Memanfaatkan Jahe agar Kadar Gula Darah Tetap Stabil, Efektifkah? 

3. Olahraga Secara Teratur

Melakukan olahraga dapat membantu menjaga gula darah dan berat badan dalam rentang normal. Langkah ini juga dapat membantu menurunkan risiko terkena serangan jantung dan stroke. 

Anda disarankan untuk olahraga selama 150 menit per minggu dengan intensitas sedang. Beberapa olahraga yang disarankan adalah jalan kaki, bersepeda, berenang, angkat beban, dan senam aerobik.

4. Berhenti Merokok

Nikotin yang terdapat pada rokoko dapat menyebabkan kerja insulin menjadi kurang efektif. Akibatnya, orang dengan diabetes perlu dosis insulin yang lebih besar.

Selain itu, merokok juga dapat menyebabkan masalah kesehatan serius seperti penyakit jantung dan stroke. Penyakit ini dapat menurunkan harapan hidup pada penderita diabetes. 

Orang dengan diabetes yang berhenti merokok diketahui memiliki kontrol yang lebih baik terhadap gula darah. Insulin dapat bekerja dengan lebih efektif untuk menurunkan gula darah pada 8 minggu setelah penderita diabetes berhenti merokok.

Menderita diabetes bukan berarti hidup Anda berakhir. Pengobatan yang tepat serta perubahan pola hidup dapat meningkatkan harapan hidup penderita diabetes. Oleh sebab itu, jangan tunda untuk menjalani pengobatan.

 

  1. Anonim. Smoking and Diabetes. https://www.cdc.gov/tobacco/sgr/50th-anniversary/pdfs/fs_smoking_diabetes_508.pdf. (Diakses pada 26 Januari 2023).
  2. Anonim. What’s Your Healthy Weight When You Have Diabetes? https://www.diabetes.org.uk/guide-to-diabetes/enjoy-food/eating-with-diabetes/whats-your-healthy-weight. (Diakses pada 26 Januari 2023).
  3. Anonim. 2022. People With Diabetes Can Live Longer by Meeting Their Treatment Goals. https://www.cdc.gov/diabetes/resources-publications/research-summaries/reaching-treatment-goals.html. (Diakses pada 26 Januari 2023).
  4. Grey, Heather dan Molly Buford. 2022. 10 Exercises for Diabetes: Walking, Yoga, Swimming, and More. https://www.healthline.com/health/type-2-diabetes/top-exercises. (Diakses pada 26 Januari 2023).
  5. Grey, Heather dan Rachael Link. 2021. The Best Type 2 Diabetes Diet For You: 7 Things to Consider. https://www.healthline.com/health/type-2-diabetes/best-meal-plans. (Diakses pada 26 Januari 2023).
  6. Huizen, Jennifer. 2022. Type 2 Diabetes And Life Expectancy. https://www.medicalnewstoday.com/articles/317477. (Diakses pada 26 Januari 2023).
  7. Kianmehr, Hamed, et al. 2022. Potential Gains in Life Expectancy Associated With Achieving Treatment Goals in US Adults With Type 2 Diabetes. https://jamanetwork.com/journals/jamanetworkopen/fullarticle/2791200. (Diakses pada 26 Januari 2023).
  8. Pangribowo, Supriyono. 2020. Infodatin. https://www.kemkes.go.id/downloads/resources/download/pusdatin/infodatin/Infodatin%202020%20Diabetes%20Melitus.pdf. (Diakses pada 26 Januari 2023).


DokterSehat | © 2023 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi