Terbit: 28 December 2022
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: dr. Sheila Amabel

Ubi adalah jenis pangan yang bisa dijadikan sebagai makanan pokok pengganti nasi karena dinilai lebih sehat. Hal inilah yang membuat pengidap diabetes ingin mengonsumsinya. Apa pengaruhnya terhadap kadar gula darah? Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.

Bisa Gantikan Nasi, Inilah 5 manfaat Ubi Jalar untuk Penderita Diabetes

Manfaat Ubi Jalar untuk Pasien Diabetes

Ubi jalar bisa menjadi alternatif pengganti nasi karena mengandung lebih banyak nutrisi, seperti serat, beta karoten, vitamin, dan mineral. 

Meskipun mengandung karbohidrat, tetapi jika dikonsumsi secukupnya, ubi jalar bisa menjadi pilihan yang baik bagi penderita diabetes. 

Berikut adalah beberapa manfaat ubi jalar untuk penderita diabetes, di antaranya:

1. Membantu Menurunkan Resistensi Insulin

Ubi jalar mengandung beta karoten yang merupakan salah satu jenis dari karotenoid. Senyawa ini bertanggung jawab dalam memberikan warna jingga terang pada ubi jalar. Beta karoten diketahui dapat meningkatkan sensitivitas insulin

Sebuah studi mengungkapkan, seseorang yang konsumsi lebih banyak tumbuhan dengan kandungan beta karoten tinggi memiliki resistensi insulin yang lebih rendah.

Resistensi insulin dapat terjadi karena adanya stres oksidatif sehingga terjadi kerusakan oleh sel beta pankreas. Beta karoten dapat mencegah produksi radikal bebas dan melindungi reseptor insulin. Dengan demikian resistensi insulin dapat dicegah. 

Baca JugaManfaat Jahe untuk Diabetesi, Turunkan Gula Darah hingga Lemak Tubuh

2. Membantu Menjaga Kadar Gula Darah

Untuk memahami efek ubi jalar terhadap gula darah, Anda perlu memahami indeks glikemik.

Indeks glikemik adalah suatu skala yang memberikan ranking terhadap kecepatan karbohidrat dicerna oleh tubuh. Semakin tinggi nilainya, maka kecepatan makanan tersebut dicerna juga semakin tinggi dan semakin cepat juga menyebabkan kenaikan pada gula darah.

Berikut adalah pembagian kategori dari indeks glikemik:

  • Indeks glikemik rendah: Memiliki nilai 55 atau di bawahnya.
  • Indeks glikemik sedang: Memiliki nilai 56-96.
  • Indeks glikemik tinggi: Memiliki nilai 70 atau di atasnya.

Ubi jalar merupakan makanan yang mengandung karbohidrat dalam jumlah tinggi tetapi juga mengandung serat. Kandungan serat inilah yang dapat membantu memperlambat penyerapannya. 

Nilai indeks glikemik untuk kentang rebus adalah 82. Sedangkan, nilai indeks glikemik untuk ubi rebus adalah 46. 

Dapat dilihat bahwa nilai indeks glikemik ubi jalar lebih rendah. Ketika dikonsumsi dalam jumlah yang tidak berlebihan, maka ubi jalar dapat membantu mengendalikan kadar gula darah.

3. Membantu Menjaga Berat Badan

Kelebihan berat badan bisa menjadi pemicu dari berbagai masalah kesehatan, termasuk diabetes tipe 2. Obesitas diketahui memiliki pengaruh dalam resistensi insulin sehingga gula dalam darah tidak bisa dibawa ke sel tubuh secara optimal.

Ubi jalar mengandung serat dan air dalam jumlah yang tinggi, sehingga dapat membantu Anda merasa kenyang lebih lama dan menimbulkan rasa kenyang lebih cepat. Pada akhirnya, hal ini akan membantu Anda untuk makan lebih sedikit dan berat badan bisa lebih terjaga. 

Untuk mendapatkan manfaat maksimalnya, Anda sebaiknya konsumsi ubi jalar dengan bumbu tambahan sesedikit mungkin. Jika Anda konsumsi dengan tambahan mentega atau gula, maka manfaat ubi jalar ini akan terasa kurang maksimal. 

Anda bisa mengolahnya dengan cara direbus atau dipanggang dengan bumbu sesedikit mungkin.

4. Membantu Mengatur Tekanan Darah

Orang dengan diabetes memiliki risiko dua kali lebih tinggi untuk memiliki tekanan darah tinggi dibandingkan dengan orang tanpa diabetes. Jika tidak ditangani dengan tepat, maka kondisi ini dapat menyebabkan penyakit jantung dan stroke. 

Makanan yang kaya akan potasium diketahui menjadi kunci dalam mengatur tekanan darah. Mineral ini dapat menyeimbangkan kandungan natrium dalam darah dan membuatnya lebih mudah dikeluarkan melalui urin. Ketika natrium dalam darah bisa dikendalikan, maka tekanan darah juga dapat menurun. 

Salah satu makanan yang mengandung potasium tinggi adalah ubi. Makanan ini dapat membantu memenuhi kebutuhan potasium harian Anda. 

5. Mencegah Katarak

Dalam jangka panjang, gula darah yang tinggi bisa menyebabkan perubahan struktur pada lensa mata dan bisa mempercepat timbulnya katarak.

Katarak ini bisa dicegah dengan konsumsi makanan yang kaya akan antioksidan, seperti vitamin C dan vitamin E. Ubi jalar diketahui mengandung vitamin C dalam jumlah yang tinggi, sehingga dapat memiliki manfaat untuk memperlambat munculnya katarak. 

Ketika dikonsumsi dalam jumlah yang cukup, ubi jalar bisa menjadi bagian dari makanan sehat untuk orang dengan diabetes. 

 

  1. Anonim. Diabetes and High Blood Pressure. https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/diabetes/diabetes-and-high-blood-pressure. (Diakses pada 27 Desember 2022).
  2. Bradley, Sarah. 2022. 9 Health Benefits Of Sweet Potatoes. https://www.singlecare.com/blog/sweet-potato-benefits/. (Diakses pada 27 Desember 2022).
  3. Cherney, Kristeen. 2017. All the Health Benefits of Sweet Potatoes for People With Diabetes. https://www.everydayhealth.com/type-2-diabetes/diet/top-health-benefits-sweet-potatoes-diabetics/. (Diakses pada 27 Desember 2022).
  4. Ellis, Rachel Reiff. 2022. Carbs in Potatoes and How They Affect Blood Sugar. https://www.webmd.com/diabetes/carbs-potatoes-blood-sugar. (Diakses pada 27 Desember 2022).
  5. Link, Rachael. 2019. What Is the Glycemic Index of Sweet Potatoes?. https://www.healthline.com/nutrition/sweet-potato-glycemic-index. (Diakses pada 27 Desember 2022).
  6. Marcelino, Gabriela, et al. 2020. ?-Carotene: Preventive Role for Type 2 Diabetes Mellitus and Obesity: A Review. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC7763535/. (Diakses pada 27 Desember 2022).
  7. Vevers, Sarah. 2022. What Is The Relationship Between Obesity And Diabetes? https://www.medicalnewstoday.com/articles/obesity-and-diabetes. (Diakses pada 27 Desember 2022).
  8. Whelan, Corey. 2019. Is It Safe to Eat Sweet Potatoes If You Have Diabetes? https://www.healthline.com/health/diabetes/sweet-potato-diabetes. (Diakses pada 27 Desember 2022).


DokterSehat | © 2023 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi