Terbit: 4 October 2017
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com- Daftar 10 obat terlarang paling adiktif mengandung beberapa tersangka biasa, walaupun Anda mungkin melihat beberapa kejutan di antara entri tersebut. Ada yang cukup umum di pasar gelap, sementara yang lain lebih sulit didapat dan sebenarnya obat-obatan berikut dapat diberikan dokter berdasarkan indikasi medis tertentu, dan di Indonesia, peredarannya diberi label berlogo lingkaran merah dengan tanda palang (+) di dalamnya, yang merupakan jenis “Obat Narkotika”.

10 Obat Ilegal yang Mengandung Risiko Kecanduan – Metadon, Amfetamin, dan Kokain

#7: Metadon

Methadone-doktersehat

Photo Credit: Methadone.svg

Metadon adalah opioid yang biasanya diresepkan untuk mengobati pecandu heroin atau morfin, karena pereda nyeri ini membantu pengguna menghentikan kecanduan heroin atau morfin. Meskipun risiko kecanduan rendah bila digunakan seperti yang diresepkan oleh dokter secara klinis, banyak pengguna tertarik pada metadon dan kemudian menjadi kecanduan. Metadon umumnya tersedia dalam bentuk tablet, bubuk, dan cair. Metadon memiliki beberapa efek yang sama seperti morfin, tapi tidak sekuat atau secandu morfin.

Metadon dapat memperlambat atau menghentikan pernapasan pengguna, terutama saat seseorang pertama kali mulai menggunakan obat tersebut. Dalam jangka pendek, penggunaan metado dapat memicu gatal, keringat berlebih, sembelit, mual, disfungsi seksual, dan bahkan kematian. Penggunaan jangka panjang dapat mengarah kepada masalah paru-paru dan pernapasan. Pemerintah Amerika Serikat menunjukkan pada tahun 2015 metadon merupakan obat yang paling cepat menyebabkan kematian terkait narkotika kemungkinan karena harga metadon jauh lebih murah daripada obat narkotika lainnya.

#6: Amfetamin

amfetamin-doktersehat

Photo Credit: Encyclopedia of Mental Disorders

Jangan bingung dengan penamaan “metamfetamin” dengan amfetamin. Amfetamin menciptakan toleransi yang cepat dan intens pada penggunanya. Amfetamin dapat menyebabkan pengguna merasa percaya diri, bergairah, dan euforia, dan dapat menjadi atraktif secara seksual. Amfetamin biasanya dikonsumi secara oral, tapi bisa dihirup atau disuntikkan. Zat ini memiliki bentuk legal seperti Adderall dan Dexedrine, walaupun beberapa bentuk di pasar gelap juga tersedia.

Efek samping amfetamin meliputi kecemasan, gugup, mulut kering, nafsu makan menurun, sakit kepala dan penurunan berat badan. Penggunaan amfetamin jangka panjang dapat menyebabkan serangan panik, episode psikotik, kondisi gangguan kulit atau jerawat, dan kejang. Pada tahun 2012, lebih dari 116.000 orang masuk dalam program rehab di Amerika Serikat untuk kecanduan beberapa bentuk amfetamin.

#5: Kokain

Kokain, seperti banyak obat lain dalam daftar ini, mempengaruhi jumlah dopamin di otak seseorang dan menyebabkan hasrat terus-menerus untuk mengkonsumsi banyak zat. Bubuk kokain yang dihirup menyebabkan toelransi yang cepat dan intens. Menghentikan kokain secara mendadak bisa menyebabkan depresi, gangguan pola tidur dan pola makan yang tidak teratur.

Penggunaan kokain juga membawa risiko serangan jantung, stroke, kejang, dan gagal napas. Penggunaan kokain jangka panjang mengarah ke psikosis (gangguan mental) dan halusinasi. Setiap bulan, 1 dari 1-2 juta penduduk Amerika menggunakan kokain. Kematian setiap tahunnya karena kokain di Amerika Serikat berkisar sejumlah 5.000 orang sejak tahun 2011, berdasarkan data National Institute on Drug Abuse.


DokterSehat | © 2024 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi