Terbit: 31 Maret 2022 | Diperbarui: 5 April 2022
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: dr. Eko Budidharmaja

Turbinektomi adalah tindakan operasi pada bagian turbinat hidung. Prosedur ini dilakukan untuk mengatasi gangguan kesehatan yang terjadi pada hidung. Simak penjelasan lengkap mengenai prosedur hingga risiko yang bisa terjadi, selengkapnya di bawah ini.

Mengenal Turbinektomi, Prosedur untuk Mengatasi Gangguan pada Hidung

Apa itu Turbinektomi?

Turbinektomi adalah prosedur operasi untuk menghilangkan seluruh atau sebagian turbinat pada hidung. Turbinat sendiri adalah struktur tulang kecil dikelilingi pembuluh darah yang terdapat di dalam hidung.

Hidung manusia memiliki tiga struktur tulang yang keras dan dikelilingi oleh lapisan glandular. Lapisan ini memiliki banyak pembuluh darah. Tugas turbinat adalah mengatur aliran udara yang memasuki hidung, termasuk melembapkan serta membersihkan udara.

Turbinat juga membantu mengalirkan mucus, menjaga hidung tetap lembap dan menghangatkan udara dingin yang masuk ke dalamnya. 

Secara alami concha dapat membesar pada kondisi udara sekitar dingin atau kering untuk melembapkan udara dan concha mengecil pada saat udara sekitar hangat dan lembap.

Pada kondisi alergi kronis atau rhinitis vasomotor, concha dapat membesar secara permanen. Pembengkakan atau hipertrofi concha menyebabkan hidung tersumbat dan terasa penuh, dan bisa memicu terjadinya sinusitis.

Operasi turbinektomi diperlukan untuk menghilangkan seluruh atau sebagian turbinat yang membengkak. Tujuannya untuk memperlancar pernapasan serta mengurangi kebiasaan mendengkur, serta dapat dilakukan untuk penyakit lainnya. 

Manfaat Turbinektomi

Beberapa masalah pernapasan dan kesehatan dapat diatasi dengan prosedur ini. Umumnya dokter menyarankan prosedur ini pada seseorang yang memiliki keluhan seperti:

  • Hidung tersumbat yang kronis.
  • Memiliki kebiasaan mendengkur yang parah.
  • Mengalami sleep apnea, kondisi terhentinya pernapasan seseorang secara tiba-tiba saat tidur dan bisa berlangsung beberapa kali.
  • Alergi atau sinusitis yang disertai pembesaran concha.

Dokter umumnya menyarankan prosedur ini jika keluhan pasien tidak dapat diatasi dengan cara lain. Misalnya dengan terapi rhinitis alergi atau steroid.

Baca Juga: Berbagai Cara Mengatasi Hidung Tersumbat (Medis dan Alami)

Prosedur Operasi Turbinektomi

Sebelum melakukan operasi, dokter akan menjalankan beberapa pemeriksaan dan wawancara dengan pasien. Seperti menanyakan riwayat kesehatan dan pengobatan, termasuk obat-obatan yang masih dikonsumsi saat ini.

Berikutnya adalah pemeriksaan kesehatan, meliputi tes tekanan darah, tingkat gula darah, pemeriksaan kulit, dan bagian dalam hidung. Jika semua tes menunjukkan hasil positif, barulah operasi dapat dilakukan.

Pada umumnya, bedah turbinektomi dilakukan pada kedua lubang hidung di ruang bedah. Pasien akan diberi anestesi total selama pembedahan. Untuk menjalankannya, dokter bedah dapat menggunakan beberapa teknik dan peralatan seperti endoskop, mikrodebrider, kateter, dan ablasi radiofrekuensi.

Dalam prosedur bedah ini, turbinat dapat dikurangi atau dihilangkan. Keduanya tergantung pada situasi dan tujuan pembedahan. Dokter juga mungkin akan merekomendasikan prosedur lainnya seperti septoplasty atau operasi sinusitis.

Baca Juga: 9 Gejala Polip Hidung yang Harus Diketahui

Efek Samping Turbinektomi

Durasi bedah biasanya antara satu hingga dua jam. Umumnya, pasien dapat meninggalkan rumah sakit beberapa jam setelah pembedahan selesai. Namun pembedahan dan masa pemulihannya dapat berlangsung lebih lama tergantung kondisi pasien dan apakah ada tindakan lain yang dilakukan berbarengan dengan prosedur ini.

Usai pembedahan, pasien kemungkinan akan mengalami:

  • Pembengkakan pada hidung, sekitar mata, pipi, dan bibir atas.
  • Rasa tidak nyaman di dalam hidung.
  • Rasa pusing dan sakit kepala, seperti saat terserang flu berat.
  • Mati rasa di sekitar hidung, gusi, atau bibir atas.
  • Memar atau lebam di sekitar hidung dan mata.

Untuk mengatasinya, umumnya dokter akan:

  • Memberikan obat penghilang rasa sakit, misalnya asetaminofen.
  • Memberikan spray untuk mengurangi rasa nyeri di dalam rongga hidung.
  • Menyarankan penggunaan petroleum jelly di sekitar lubang hidung. Tujuannya untuk mengurangi rasa tidak nyaman akibat lubang hidung kering.
  • Menyarankan untuk memakai humidifier untuk menjaga kelembapan udara.

Pasien juga sebaiknya menghindari hal-hal berikut ini:

  • Mengunyah makanan yang keras.
  • Tersenyum, apalagi tertawa.
  • Terlalu banyak bicara.
  • Mengonsumsi obat-obatan antiinflamasi seperti aspirin dan ibuprofen.

Pada umumnya keluhan-keluhan di atas akan hilang seluruhnya dalam waktu tiga minggu. Namun, segera dapatkan penanganan medis jika Anda mengalami:

  • Pendarahan dari hidung dan sulit dihentikan.
  • Demam, hidung terasa sakit, memerah,dan membengkak; atau gejala infeksi lainnya.
  • Muncul rasa sakit pada hidung, kepala, dan di sekitar mata.
  • Kesulitan bernapas.
  • Napas pendek-pendek, sesak, dan dada terasa sakit.
  • Kehilangan kesadaran.
  • Batuk mengeluarkan darah.

Pada akhirnya, turbinektomi disarankan jika pengobatan dengan cara lain tidak membuahkan hasil. Oleh karena itu, konsultasi dengan dokter diperlukan untuk melihat manfaat hingga efek samping yang mungkin bisa terjadi.

 

  1. Frothingham, Scott. 2018. What to Expect with a Turbinectomy. https://www.healthline.com/health/turbinectomy. (Diakses pada 30 Maret 2022).
  2. Hamilton, Victoria. 2021. What to Know About a Turbinectomy. https://www.webmd.com/a-to-z-guides/what-to-know-about-turbinectomy. (Diakses pada 30 Maret 2022).
  3. Zapanta, Philip Z. 2021. Turbinectomy. https://emedicine.medscape.com/article/2051775-overview. (Diakses pada 30 Maret 2022).


DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi