Terbit: 12 April 2021 | Diperbarui: 13 September 2022
Ditulis oleh: Muhamad Nuramdani | Ditinjau oleh: dr. Sheila Amabel

Bagi Anda yang suka membuat kue, putih telur adalah bahan dasar utama yang umum digunakan. Namun, cairan putih yang terkandung di dalam telur ini ternyata juga bisa dimanfaatkan untuk kulit wajah. Apa saja manfaat masker putih telur yang bisa Anda dapatkan? Simak penjelasan lengkapnya di sini.

Manfaat Masker Putih Telur untuk Kulit dan Cara Membuatnya

Kandungan Nutrisi Putih Telur

Putih telur memiliki berbagai macam vitamin dan mineral yang membuat kulit lebih sehat dan lebih kencang. Bahkan putih telur juga dipercaya membuat kulit wajah tetap awet muda dan lebih halus.

Hal ini karena kandungan dalam masker putih telur terdapat antioksidan alami yang akan berfungsi sebagai pengangkat sel-sel kulit mati. Selain itu, cairan ini juga bisa memberikan perlindungan yang maksimal bagi kulit wajah dari sinar ultraviolet A (UV A) dan ultraviolet B (UV B).

Kandungan penting lainnya adalah protein yang bermanfaat mengencangkan kulit dan menyerap minyak berlebih dari kulit.

Manfaat Masker Putih Telur untuk Kesehatan Kulit Wajah

Meskipun belum ada bukti ilmiah, putih telur bisa menjadi bahan masker wajah untuk berbagai jenis kulit: kulit wajah kering atau berminyak.

Berikut ini berbagai manfaat yang bisa Anda dapatkan, di antaranya:

1. Mengurangi Kulit Berminyak

Putih telur mampu menarik minyak dari pori-pori, sehingga cocok bagi Anda yang memiliki wajah terlalu berminyak. Untuk mendapatkan manfaatnya, gunakanlah masker putih telur dan madu, serta satu sendok teh lemon sebagai bahan campuran masker.

Sebagai tambahan yang bagus, air lemon juga dapat menyerap minyak berlebih sekaligus mencerahkan kulit. Sementara madu menambah kelembapan pada kulit tanpa menambahkan minyak, dan memiliki sifat antibakteri yang bermanfaat bagi kulit berminyak.

2. Mengencangkan Kulit

Wajah akan mulai mengencang saat Anda mengoleskan masker ini. Efeknya bisa berlangsung sekitar satu jam setelah membilas wajah. Pembilasan juga membuat sel kulit mati akan terangkat.

Selain itu, masker ini dapat membuat wajah tampak cerah dan membantu menghilangkan garis-garis halus.

3. Mencegah dan Menghilangkan Bekas Jerawat

Jerawat muncul karena sekresi sebum yang berlebihan ke permukaan kulit. Mengingat putih telur mampu menyerap minyak berlebih, tentunya hal ini akan berguna untuk mencegah sekaligus membantu mencegah dan menghilangkan jerawat.

Namun, hati-hati dalam mengaplikasikan masker putih telur pada kulit berjerawat karena tindakan yang berlebihan pada jerawat justru akan memperburuk keadaan. Ketika mengoleskannya jangan menggunakan sikat atau kuas, sebagai gantinya gunakan ujung jari untuk mengaplikasikan putih telur.

4. Mengurangi Kantung Mata

Putih telur juga dapat menghilangkan bengkak dan lingkaran hitam di bawah mata. Anda cukup mengoleskan putih telur dengan kuas kecil pada sekitar area mata. Tunggu kering lalu bilas hingga bersih. Setelah melakukan perawatan, ada baiknya menggunakan pelembap.

Gunakan masker ini seminggu sekali, namun Anda dapat menyesuaikan frekuensi sesuai dengan jenis kulit. Sedangkan, jika memiliki kulit berminyak, Anda bisa menggunakan masker ini dua kali dalam seminggu. Namun, jangan menggunakan putih telur pada kulit jika memiliki alergi.

Baca Juga: Wajah Glowing dengan Masker Kuning Telur, Ini Manfaat dan Cara Pakai

5. Mengatasi Kantung Mata Bengkak

Selain mengurangi kantung mata, putih telur juga bermanfaat membantu mengempiskan kantung mata yang bengkak. Putih telur bekerja dengan mengencangkan kulit pada area mata dan mengurangi munculnya kantung mata.

6. Mengecilkan Pori-Pori

Seseorang yang memiliki pori-pori kulit wajah tampak besar wajib memanfaatkan putih telur. Hal ini karena putih telur berkhasiat mengecilkan pori-pori kulit wajah. 

Caranya, kocok 1 sendok teh putih telur dan tambahkan 1 perasan lemon. Kemudian oleskan secara merata ke seluruh wajah atau cukup pada area wajah yang berpori-pori besar.

Setelah membiarkannya selama 15 menit, bilas menggunakan air hangat sampai bersih. Lakukan perawatan ini selama dua kali seminggu dan pori-pori wajah akan menyusut.

7. Menghilangkan Bulu Halus di Wajah

Masker putih telur juga mampu menghilangkan bulu-bulu halus yang ada pada area wajah. Cukup dengan mengoleskan putih telur ke seluruh wajah, lalu tempelkan kertas masker di atasnya.

Setelah itu, oleskan kembali putih telur di atas kertas masker yang sudah menempel pada wajah. Apabila sudah kering, Anda bisa mengupas kertas masker yang menempel dan bulu-bulu yang ada pada wajah akan ikut tercabut bersama dengan kertas masker.

8. Menghilangkan Komedo

Whitehead atau komedo putih adalah pori-pori yang tersumbat oleh minyak dan kotoran lainnya. Sebagai solusinya,  putih telur dengan campuran air lemon bisa membantu menghilangkan komedo. Sementara kandungan protein dalam putih telur bisa membantu membantu penyembuhan dan menutrisi kulit.

9. Antipenuaan

Masker wajah dari putih telur mampu mencegah kulit kendur dan membantu mengangkat kulit mati. Ini karena putih telur mengandung riboflavin yang dapat menjaga kadar kolagen tubuh dan melawan radikal bebas.

Nah, itulah berbagai manfaat potensial putih telur yang bisa Anda dapatkan. Selain untuk perawatan kulit wajah, Anda juga bisa memanfaatkannya untuk memperkuat kuku yang rapuh dan melembutkannya.  

Caranya, cukup celupkan jari ke dalam campuran putih telur dan sedikit susu selama 10 menit. Setelah itu bilas hingga bersih. 

Cara Membuat Masker Putih Telur

Membuat masker ini cukup mudah, Anda bisa membuatnya secara mandiri di rumah. Bahan-bahan yang harus Anda siapkan hanya satu butir telur (sebaiknya telur ayam kampung) es batu, dan wadah.

Berikut ini cara membuat dan menggunakan masker:

  • Pecahkan dan pisahkan antara putih dan kuning telur.
  • Kocok putih telur hingga berbusa.
  • Setelah membersihkan wajah, oleskan masker menggunakan kuas secara tipis pada kulit wajah.
  • Diamkan masker selama 10-20 menit.
  • Setelah kering, bilas dengan air hangat hingga bersih.
  • Keringkan wajah dengan handuk bersih.
  • Oleskan es batu pada kulit wajah untuk menutup pori-pori wajah.

Setelah beberapa kali pemakaian secara rutin biasanya manfaat dari masker ini akan terlihat, seperti kulit wajah lebih kencang.

Baca Juga: Penuh Nutrisi, Ini 10 Manfaat Telur Asin bagi Kesehatan Tubuh

Efek Samping Masker Putih Telur

Meskipun masker ini mudah dibuat dan dan memiliki banyak manfaat, namun apabila membuat dan menggunakannya tidak dengan hati-hati (terutama jika menambahkan bahan-bahan lainnya), hal ini dapat menimbulkan masalah pada kulit.

Efek samping masker putih telur yang bisa terjadi, termasuk:

  • Menyumbat pori-pori dan meningkatkan risiko timbulnya jerawat. Ini karena putih telur mengandung vitamin A, yang bila digunakan pada kulit sensitif bisa menyebabkan timbulnya jerawat.
  • Menyebabkan infeksi pada kulit, karena mungkin putih telur mengandung bakteri Salmonella.
  • Kulit iritasi dan kering jika menambahkan jeruk nipis pada putih telur.

Sebelum mengoleskan putih telur ke wajah, sebaiknya lakukan uji tempel. Tes ini dengan mengoleskan sedikit putih telur ke punggung tangan, bawah dagu, atau belakang telinga. Tunggu sekitar 15 menit, kemudian bilas.

Periksa area tersebut untuk memastikan tidak ada kemerahan, gatal, bengkak, atau tanda lain dari reaksi alergi. Jika ragu menggunakan putih telur, ada baiknya konsultasikan hal ini dengan dokter spesialis penyakit kulit untuk mengetahui cocok atau tidaknya kulit Anda dengan putih telur.

 

  1. Cherney, Kristeen. 2019. Why Egg White for Your Face Is a Bad Idea. https://www.healthline.com/health/beauty-skin-care/egg-white-for-face. (Diakses pada 12 April 2021)
  2. Jangam, Annie. 2021. 7 Homemade Egg White Face Masks For Clear Skin. https://www.stylecraze.com/articles/6-homemade-egg-face-packs-for-healthy-skin/. (Diakses pada 12 April 2021)
  3. Monahan, Erin. Benefits from Egg White on Face. https://www.livestrong.com/article/89036-benefits-egg-white-face/. (Diakses pada 12 April 2021)
  4. Nall, Rachel. 2018. Are egg white face masks good for your skin?.
    https://www.medicalnewstoday.com/articles/323602. (Diakses pada 12 April 2021)


DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi