Terbit: 8 March 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Daging anjing masih menjadi salah satu bahan makanan yang kontroversial. Meskipun bisa ditemukan di berbagai sudut kota-kota besar Tanah Air, dalam realitanya banyak orang yang menganggap daging anjing tidak patut untuk dikonsumsi. Banyak aktivis penyayang binatang yang sampai melakukan kampanye atau aksi unjuk rasa yang isinya ketidaksetujuan pada konsumsi daging anjing.

Suka Makan Daging Anjing Bisa Tertular Rabies?

Ditulis dari Viva.co.id, dalam realitanya ada sebagian masyarakat yang suka mengonsumsi daging anjing karena rasanya yang dianggap unik. Hanya saja, sebagian pecinta daging anjing ini juga khawatir jika kebiasaannya bisa membuat mereka tertular rabies. Apakah hal ini memang bisa terjadi?

Wahid Fakkhri Husein dari NTA Zoonosis and EIDS Control, salah satu bagian dari FAO, menyebutkan bahwa asalkan diolah hingga benar-benar matang,  daging anjing dan bahan makanan lainnya tidak akan menyebabkan rabies. Bukannya para pecinta daging anjing, mereka yang mengolah daging anjing inilah yang justru lebih berisiko terkena rabies. Hal ini disebabkan oleh penularan rabies yang melalui air liur. Jika yang diolah adalah anjing yang positif memiliki rabies dan orang yang memasaknya terkena air liurnya saat daging ini berada dalam kondisi mentah, maka ada kemungkinan besar Ia tertular penyakit ini.

Kadangkala, tanpa disengaja, air liur ini bisa terciprat ke selaput mata pengolah daging anjing saat akan memasak. Hal ini juga bisa menyebabkan datangnya rabies. Selain itu, sebelum membunuh anjing yang akan diolah, bisa jadi anjing yang sudah positif rabies ini sempat menggigit tangan pengolahnya dan akhirnya menularkannya.

Melihat adanya fakta ini, para pecinta daging anjing pun tidak perlu khawatir akan kemungkinan tertular rabies, asalkan daging yang mereka konsumsi benar-benar sudah dimasak hingga matang.

Kalau menurut Sobat Sehat, makan daging anjing itu patut dilakukan atau tidak sih?


DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi