Terbit: 13 Agustus 2021
Ditulis oleh: Muhamad Nuramdani | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Ada perbedaan rokok elektrik dan rokok tembakau yang penting untuk diketahui oleh perokok aktif. Baik rokok tembakau maupun rokok elektrik sama-sama memiliki bahaya bagi kesehatan. Namun lebih berbahaya yang mana? Yuk simak penjelasan selengkapnya mulai dari definisi, perbedaan, hingga efek samping untuk kesehatan.

Perbedaan Rokok Elektrik dan Rokok Tembakau, Lebih Berbahaya Mana?

Apa Itu Rokok Elektrik dan Rokok Tembakau?

Berikut ini penjelasan tentang rokok tembakau dan rokok elektrik:

  • Rokok tembakau

Tembakau kering yang dibungkus dalam gulungan kertas silinder dengan panjang antara 70-120 milimeter. Rokok konvensional ini tersedia yang sudah jadi atau Anda dapat melintingnya sendiri. Jenis rokok konvensional lainnya adalah cerutu dan pipa. Cara menggunakannya dengan membakar ujung rokok dan mengisap atau menghirup asapnya di ujung rokok lainnya.

  • Rokok elektrik

Rokok elektrik adalah alat yang digunakan orang untuk menghirup aerosol, yang biasanya mengandung nikotin, perasa, dan bahan kimia lainnya. Alat yang juga disebut vape ini menggunakan baterai dan menyerupai rokok tembakau, cerutu, atau pena. Terlepas dari bentuk dan penampilannya, alat ini umumnya beroperasi dengan cara yang sama dan terbuat dari komponen yang serupa.

Perbedaan Rokok Elektrik dan Rokok Tembakau

Baik kandungan, bentuk, dan bahaya dari rokok elektrik dan rokok tembakau memiliki sejumlah perbedaan yang penting untuk diketahui bagi perokok aktif. namun, penting juga bagi perokok pasif yang sering terpapar asap atau uap dari rokok tembakau dan elektrik.

Berikut ini berapa perbedaan rokok elektrik dan rokok tembakau:

1. Kandungan Nikotin

Nikotin adalah zat yang dapat menyebabkan kecanduan, inilah sebabnya banyak orang yang merokok atau vape sulit untuk berhenti.

Jumlah nikotin yang terkandung dalam rokok elektrik bervariasi secara signifikan dari produk yang berbeda. Meskipun keduanya mengandung bahan kimia berbahaya, vape atau rokok elektrik memiliki lebih sedikit nikotin daripada rokok tembakau. Vape juga lebih sedikit risiko masalah kesehatan, salah satunya penyakit kardiovaskular.

Baik rokok tembakau maupun vape mengandung bahan kimia berbahaya lainnya. Pembakaran rokok tembakau dapat membuat bahan kimia ini dan vape mengubah bahan kimia dan perasa menjadi asap yang bergabung dengan nikotin sintetis.

Jumlah asupan nikotin selama vaping atau menggunakan vape tergantung pada alat yang digunakan. Sedangkan rokok tembakau biasanya mengandung 7.000 bahan kimia, banyak di antaranya beracun.

2. Daya Tarik

Remaja berada pada risiko yang lebih tinggi untuk menjadi pecandu rokok elektrik daripada rokok tembakau. Hal ini karena rokok elektrik berkembang dengan inovasi teknologi yang paling memikat untuk dapat menarik kaum muda dengan cara yang lebih baik.

Meskipun rokok tembakau juga digemari kalangan anak muda hingga orang yang lebih tua, inovasi rokok ini tidak begitu berkembang. Dibanding rokok tembakau, rokok elektrik memiliki beragam bentuk dan berbagai rasa buah hingga makanan.

3. Efek Candu

Perbedaan rokok elektrik dan rokok tembakau bisa kita lihat dari efek candu dari nikotin. Produsen rokok elektrik mengklaim bahwa vape bisa membantu orang berhenti merokok tembakau. Namun, penelitian menunjukkan bahwa pengguna lebih cenderung untuk terus merokok tembakau bersama dengan vape, yang disebut sebagai penggunaan ganda.

Sebagian besar rokok elektrik mengandung nikotin, yang sangat adiktif dan bisa membahayakan otak remaja, anak-anak, dan janin pada wanita hamil yang menggunakan vape. Beberapa jenis rokok elektrik membuat penggunanya terpapar lebih banyak nikotin daripada rokok konvensional.

4. Asap Rokok

Selain nikotin, asap atau uap rokok elektrik mengandung zat yang berpotensi berbahaya seperti diacetyl (zat kimia pemicu penyakit paru-paru serius), zat kimia penyebab kanker, senyawa organik mudah menguap (volatile organic compound/VOC), dan logam berat seperti nikel, timah, dan timbal.

Perokok vape aktif menghirup zat beracun tersebut melalui uapnya dan perokok pasif yang terpapar uap sama berbahayanya bagi kesehatan. Cairan yang menghasilkan uap dari vape juga berbahaya bagi orang dewasa dan anak-anak jika tertelan, menghirup, atau terkena kulit.

Sedangkan asap dari rokok tembakau mengandung banyak bahan kimia yang berbahaya baik bagi perokok dan perokok pasif. Bahkan menghirup asapnya dalam jumlah sedikit pun bisa berbahaya.

Terdapat lebih dari 7.000 zat kimia dalam asap tembakau, setidaknya 250 diketahui berbahaya, termasuk hidrogen sianida, karbon monoksida, dan amonia. Di antara 250 zat kimia berbahaya dalam asap tembakau, setidaknya 69 berisiko menyebabkan kanker.

5. Bahaya Rokok bagi Kesehatan

Ada beberapa perbedaan rokok tembakau dan rokok elektrik dari efek buruk yang mungkin terjadi. Hal ini patut Anda waspadai sebagai perokok aktif atau pasif!

Mengingat kandungan zat berbahaya seperti nikotin, partikel, diacetyl, senyawa organik yang mudah menguap, dan zat lainnya, vape memiliki efek kurang berbahaya dari tembakau.

Beberapa efek berbahaya dari rokok elektrik, termasuk meningkatkan tekanan darah, detak jantung, dan risiko penyakit kardiovaskular, mengganggu kesehatan paru-paru, hingga berbahaya bagi kehamilan.

Begitu pun pun rokok tembakau yang memiliki efek lebih berbahaya bagi kesehatan karena kandungan zat di dalamnya. Efek berbahaya ini, termasuk infertilitas (kemandulan), tulang rapuh, rheumatoid arthritis, penyakit paru obstruktif kronik (PPOK), diabetes tipe 2, serangan jantung, dan kanker.

Baca Juga: 10 Kandungan Rokok yang Membahayakan bagi Kesehatan Tubuh

Bahaya Rokok Elektrik dan Rokok Tembakau

Baik tembakau maupun elektrik memiliki efek yang buruk bagi kesehatan. Lantas mana yang lebih berbahaya?

Menurut Johns Hopkins Medicine, rokok tembakau lebih berbahaya daripada vape. Merokok tembakau menghirup 7.000 zat kimia, sedangkan vape kemungkinan lebih sedikit zat kimia. Namun, hal ini bukan berarti bahwa rokok elektrik aman bagi perokok aktif maupun perokok pasif.

Berikut ini bahaya rokok elektrik dan rokok tembakau:

1. Bahaya Rokok Elektrik

Menurut American Heart Association (AHA) bahwa cairan dari vape mengandung lebih sedikit zat berbahaya daripada rokok tembakau. Namun, AHA juga menyatakan bahwa vape tidak aman karena beberapa alasan berikut:

  • Rokok elektrik mengandung nikotin dalam dosis tinggi, zat yang memperlambat perkembangan otak pada janin, anak-anak, dan remaja.
  • Cairan yang menghasilkan uap  atau asap berbahaya bagi orang dewasa dan anak-anak jika tertelan, terhirup, atau terkena kulit.
  • Vape juga memiliki beberapa zat kimia berbahaya, termasuk diacetyl, zat kimia penyebab kanker, logam berat, dan senyawa organik yang mudah menguap (VOC).
  • Merokok vape dapat menormalkan kembali merokok tembakau karena menjadi lebih populer.

Berdasarkan Centers for Disease Control and Prevention (CDC), di awal tahun 2020, terdapat sebanyak 2.807 pasien rawat inap atau kematian akibat rokok elektrik.

2. Bahaya Rokok Tembakau

Tidak seperti vape yang relatif baru, sudah ada penelitian bertahun-tahun yang  sepenuhnya mendukung klaim bahwa rokok tembakau dapat merusak kesehatan manusia.

Menurut CDC, berikut ini bahaya rokok tembakau bagi kesehatan:

  • Kerusakan pada setiap organ dalam tubuh.
  • Meningkatkan risiko kematian.
  • Sekitar 90% dari semua kematian akibat penyakit kanker paru-paru.
  • Sekitar 80% kematian akibat penyakit paru obstruktif kronik (PPOK).
  • Meningkatan risiko masalah kesehatan, seperti penyakit jantung dan stroke.

Baca Juga: 8 Efek Samping Rokok Elektrik, Tidak Bisa Menjadi Solusi Pengganti Rokok!

Efek Jangka Panjang dari Rokok Tembakau dan Elektrik

Selain bahaya rokok elektrik dan rokok tembakau di atas, ada bahaya jangka panjang dari keduanya. Berikut ini bahayanya:

1. Efek Jangka Panjang dari Rokok Tembakau

Merokok tembakau memiliki banyak efek buruk bagi kesehatan tubuh dalam jangka panjang. Berikut ini bahaya jangka panjang dari rokok tembakau:

  • Mengurangi jumlah sperma.
  • Merusak fungsi sistem kekebalan tubuh.
  • Meningkatkan risiko katarak, peradangan, keguguran atau cacat bawaan.
  • Menyebabkan kanker, termasuk paru-paru, ginjal, dan perut.
  • Meningkatkan risiko stroke.
  • Memicu asma.
  • Menyebabkan penyumbatan di pembuluh darah dan arteri.

Baca Juga: 15 Cara Berhenti Merokok, dari yang Alami hingga Obat Medis

2. Efek Jangka Panjang dari Rokok Elektrik

Bukti tentang efek jangka panjang dari rokok elektrik hingga saat masih terbatas. Menurut University of Iowa, gagasan atau ide di balik vaping adalah cara yang lebih aman bagi perokok untuk mendapatkan zat nikotin. Sebagian besar bukti yang ada menunjukkan bahwa hal ini tidak terjadi. Namun, rokok elektrik memiliki efek berbahaya, termasuk:

  • Merusak paru-paru.
  • Melemahkan imun alias sistem kekebalan tubuh.
  • Menghambat perkembangan otak pada janin, anak-anak, dan remaja.
  • Vape melepaskan radikal bebas ke dalam tubuh, yang berisiko kanker.

 

  1. American Heart Association editorial staff. 2018. Is Vaping Better Than Smoking?. https://www.heart.org/en/healthy-living/healthy-lifestyle/quit-smoking-tobacco/is-vaping-safer-than-smoking (Diakses pada 13 Agustus 2021)
  2. Anonim. 2019. What is smoking and tobacco?. https://www.health.gov.au/health-topics/smoking-and-tobacco/about-smoking-and-tobacco/what-is-smoking-and-tobacco (Diakses pada 13 Agustus 2021)
  3. Anonim. Tanpa Tahun. 5 Vaping Facts You Need to Know. https://www.hopkinsmedicine.org/health/wellness-and-prevention/5-truths-you-need-to-know-about-vaping (Diakses pada 13 Agustus 2021)
  4. Anonim. 2019. Difference between E-Cigarettes and Conventional Cigarettes. https://www.businessinsider.in/difference-between-e-cigarettes-and-conventional-cigarettes/articleshow/71187382.cms
  5. Fletcher, Jenna. 2020. Vaping vs. smoking: Which is safer?. https://www.medicalnewstoday.com/articles/vaping-vs-smoking. (Diakses pada 13 Agustus 2021)


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi