Terbit: 13 July 2022 | Diperbarui: 23 September 2022
Ditulis oleh: Muhamad Nuramdani | Ditinjau oleh: dr. Aloisia Permata Sari Rusli

Muntah warna hitam bisa disebabkan oleh masalah kesehatan yang serius dan merupakan kondisi darurat yang memerlukan penanganan dengan segera. Apa yang menyebabkan kondisi ini dan bagaimana cara mengatasi muntah berwarna hitam? Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.

Waspada! Ini 9 Penyebab Muntah Berwana Hitam dan Cara Mengatasinya

Mengapa Muntah Berwarna Hitam?

Muntah hitam adalah kondisi yang umumnya terjadi karena perdarahan internal pada saluran pencernaan bagian atas yang disebut hematemesis. Perdarahan ini termasuk pada kerongkongan, lambung, dan bagian pertama dari usus kecil yang disebut duodenum. 

Pendarahan adalah tanda dari masalah medis yang mendasarinya. Orang yang muntah darah berwarna hitam atau cokelat tua. darah merah terang, atau darah yang terlihat seperti bubuk kopi dianjurkan untuk memeriksakan diri ke dokter sesegera mungkin.

Ketika seseorang mengalami pendarahan di saluran pencernaan bagian atas, darah dapat masuk ke perut dan enzim di perut akan berinteraksi dengan darah tersebut, kemudian mengubah warnanya menjadi cokelat tua atau hitam. Hal inilah yang menyebabkan muntah berwarna hitam.

Penyebab Muntah Warna Hitam

Terdapat banyak kemungkinan penyebab muntah hitam. Beberapa penyebabnya lebih serius daripada yang lain dan mungkin memerlukan pertolongan medis sesegera mungkin.

Berikut adalah berbagai kondisi yang bisa menjadi penyebab muntah warna hitam:

1. Perdarahan saluran pecernaan bagian atas

Perdarahan saluran pencernaan bagian atas adalah pendarahan internal yang terjadi mulai dari kerongkongan, lambung, atau usus kecil.

Kondisi tersebut bisa ringan hingga mengancam nyawa. Jika pendarahannya ringan, nyeri perut bagian atas atau feses berwarna hitam mungkin merupakan tanda pertama mengalami pendarahan.

Sedangkan pendarahan yang parah dapat mengiritasi saluran pencernaan. Ini dapat menyebabkan muntah yang terlihat seperti bubuk kopi.

Biasanya, penyebab peradangan saluran cerna bagian atas (gastritis, esofagitis) atau tukak lambung adalah infeksi bakteri Helicobacter pylori.

2. Perdarahan varises esofagus

Perdarahan varises esofagus dapat disebabkan oleh varises atau pembuluh darah yang membesar di area esofagus/ kerongkongan. Ini terjadi ketika jaringan parut di hati menyebabkan tekanan di pembuluh darah, yang memicu aliran balik darah ke pembuluh darah di kerongkongan.

Kondisi tersebut menyebabkan pembuluh di kerongkongan melebar, melemah, dan pada akhirnya bocor atau pecah. Darah ini akan masuk ke dalam lambung

Jika darah sepenuhnya dicerna, kemungkinan akan menyebabkan feses hitam atau lembek. Bila sebagian dicerna dan dimuntahkan mungkin terlihat seperti bubuk kopi. Sedangkan muntah darah yang tidak tercerna akan terlihat merah cerah.

3. Tukak lambung

Tukak lambung adalah luka atau kerusakan di lapisan bagian dalam lambung atau usus kecil yang disebabkan oleh peradangan. Luka pada lapisan dalam lambung dapat mengakibatkan perdarahan, kondisi ini pada akhirnya menyebabkan muntah warna hitam seperti bubuk kopi.

Keadaan ini biasanya disebabkan oleh infeksi oleh bakteri Helicobacter pylori, obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS) seperti ibuprofen atau aspirin, dan  minum alkohol berlebihan.

4. Infeksi jamur

Menurut penelitian di tahun 2014, muntah hitam mungkin disebabkan oleh infeksi jamur seperti phaeohyphomycosis. Infeksi ini dapat berkembang setelah kontak dengan jamur hitam. Meski begitu, kasus ini adalah sesuatu yang jarang terjadi,

Seseorang juga lebih mungkin untuk mengembangkan kondisi tersebut jika pernah menjalani transplantasi sumsum tulang atau organ, serta sering terpapar tanah pertanian.

5. Kanker perut

Kanker perut/kanker lambung adalah pertumbuhan tumor di lambung yang dapat terjadi bagian lambung manapun.

Tumor biasanya terbentuk di bagian utama lambung atau di mana esofagus (tabung panjang yang membawa makanan) bertemu dengan lambung (persimpangan gastroesophageal).

Kanker ini menyebabkan pendarahan di perut yang dapat membuat muntah hitam seperti bubuk kopi. Jenis perdarahan ini cenderung khas ketika kanker perut sudah stadium lanjut.

Baca Juga: 8 Obat Mual Muntah Paling Ampuh (Medis dan Alami)

6. GERD yang parah

Gastroesophageal reflux disease (GERD) adalah kondisi di mana asam lambung mengalir kembali ke kerongkongan. Asam lambung dapat menyebabkan kerongkongan (esofagus) mengalami iritasi dan peradangan.

GERD dapat terjadi akibat melemahnya katup atau sfingter yang berada di kerongkongan bagian bawah.

Apabila GERD tidak tertangani dengan baik, cairan asam lambung dapat mengiritasi lapisan kerongkongan dan pada akhirnya menyebabkan pendarahan. Darah ini dapat turun ke lambung, berinteraksi dengan asam dan enzim lambung kemudian dimuntahkan.

7. Darah mimisan yang tertelan

Selain karena GERD, seseorang dimungkinkan menelan darah dalam keadaan tertentu, misalnya ketika mengalami mimisan atau perdarahan di hidung yang parah. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, darah yang tertelan dapat menyebabkan muntah hitam jika sudah masuk ke lambung. 

Kondisi tersebut juga dapat menyebabkan darah bercampur feses, sehingga menyebabkan kotoran berwarna hitam.

8. Robek di dinding kerongkongan

Muntah atau mengejan kuat dalam waktu lama yang dapat merobek lapisan kerongkongan bagian dalam. Kondisi yang disebut Sindrom Mallory-Weiss ini dapat menyebabkan pendarahan yang menyebabkan muntah darah dan tinja berwarna hitam.

Sindrom Mallory-Weiss memerlukan penanganan medis sesegera mungkin untuk menilai tingkat keparahannya. Namun, sebagian besar kondisi ini sembuh dengan sendirinya.

9. Demam berdarah

Gigitan nyamuk pembawa virus Dengue dapat menyebabkan seseorang terkena demam berdarah. Gejala penyakit ini muncul ketika demam mulai mereda, termasuk muntah yang tidak kunjung hilang, muntah darah berwarna kehitaman, napas cepat, dan gusi berdarah.

Baca Juga: Muntah Kuning atau Kehijauan Terasa Pahit, Berbahayakah?

Cara Mengatasi Muntah Berwarna Hitam

Perawatan untuk muntah kehitaman akan sangat bervariasi tergantung pada penyebab yang mendasarinya. Dokter akan menentukan apa yang menyebabkan darah dalam muntahan sebelum menentukan rekomendasi pengobatan.

Jika tukak lambung atau gastritis menyebabkan hal ini, dokter dapat merekomendasikan beberapa penanganan.

Berikut ini beberapa cara mengatasi muntah berwarna hitam:

  • Obat pengurang asam yang digunakan untuk mengurangi produksi asam lambung dan membantu mengatasi gejala yang muncul.
  • Antibiotik untuk mengobati infeksi Helicobacter pylori yang menyebabkan tukak lambung.
  • Antasida untuk membantu meredakan nyeri dan menetralkan asam lambung.
  • Obat-obatan untuk melindungi lapisan perut seperti sucralfate dan misoprostol.

Bagi penderita kanker lambung, dokter mungkin akan menyesuaikan pengobatan dengan jenis dan stadium kanker. Berikut ini beberapa perawatan bisa dilakukan, termasuk:

  • Kemoterapi.
  • Terapi radiasi.
  • Imunoterapi.
  • Operasi pengangkatan kanker.

Selain itu, dokter dapat meresepkan beta-blocker jika muntah hitam akibat varises esofagus. Obat ini dapat menurunkan tekanan darah pada vena yang berdarah. Dokter juga dapat merekomendasikan rubber band ligation atau tindakan pengikatan pembuluh darah untuk menghentikan pendarahan.

Demikianlah informasi seputar muntah berwarna hitam. Jika Anda mengalami gejala tersebut terutama jika terjadi berulang kali, disertai sakit perut hebat, lemas, atau pusing, sebaiknya segera memeriksakan diri ke rumah sakit terdekat.

 

  1. Anonim. Vomiting blood (haematemesis). https://www.nidirect.gov.uk/conditions/vomiting-blood-haematemesis. (Diakses pada 13 Juli 2022)
  2. Anonim. 2021. Mallory Weiss Tear. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/22035-mallory-weiss-tear. (Diakses pada 13 Juli 2022)
  3. Anonim. Pulmonary Embolism. https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/pulmonary-embolism. (Diakses pada 13 Juli 2022)
  4. Anonim. 2022. Dengue Fever. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/17753-dengue-fever. (Diakses pada 13 Juli 2022)
  5. Anonim. 2021. Stomach cancer. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/stomach-cancer/symptoms-causes/syc-20352438. (Diakses pada 13 Juli 2022)
  6. Kahn, April dan Colleen D. B. 2021. Hematemesis: Causes and Treatments for Vomiting Blood. https://www.healthline.com/health/vomiting-blood. (Diakses pada 13 Juli 2022)
  7. McLean, Amy. 2022. Vomiting Blood (Hematemesis): Is It Serious?. https://www.healthgrades.com/right-care/digestive-health/vomiting-blood. (Diakses pada 13 Juli 2022)
  8. McMahon, Mary. 2022. What Causes Black Vomit?. https://www.thehealthboard.com/what-are-the-most-common-causes-of-black-vomit.htm. (Diakses pada 13 Juli 2022)
  9. Marcin, Ashley. 2022. Green, Yellow, Brown, and More: What Does the Color of My Vomit Mean?. https://www.healthline.com/health/green-vomit#white-foamy-vomit. (Diakses pada 13 Juli 2022)
  10. Manuelpillai, Chandra. 2021. What Causes Black or Brown Vomit?. https://www.buoyhealth.com/learn/black-or-brown-vomit (Diakses pada 13 Juli 2022)
  11. Nadel, Jennifer. 2022. What Causes Black Vomit (Coffee Grounds Vomitus)?. https://khealth.com/learn/symptom/black-vomit/. (Diakses pada 13 Juli 2022)


DokterSehat | © 2024 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi