Terbit: 22 October 2022
Ditulis oleh: Muhamad Nuramdani | Ditinjau oleh: dr. Sheila Amabel

Hematokrit (HCT) rendah menandakan bahwa tubuh kekurangan sel darah merah. Apabila kondisi ini tidak mendapatkan penanganan, hal tersebut akan membahayakan kesehatan. Apa saja kondisi yang menyebabkan kadar hematokrit tidak normal? Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.

8 Penyebab Hematokrit Rendah yang Harus Diwaspadai!

Apa itu Hematokrit?

Hematokrit artinya ukuran persentase sel darah merah dalam darah. Sel darah merah berfungsi mengangkut oksigen ke seluruh tubuh dan memberi warna merah pada darah.

Tes hematokrit dapat menunjukkan persentase hematokrit rendah atau di bawah batas normal. Ini dapat menandakan adanya kelainan darah atau kondisi medis lainnya.

Perlu diketahui, level hematokrit normal ditentukan berdasarkan jenis kelamin dan usia:

  • Laki-laki dewasa: 41 hingga 50%
  • Wanita dewasa: 36 hingga 44%.
  • Bayi: 32 hingga 42%.
  • Bayi baru lahir: 45 hingga 61%.

Gejala Hematokrit Rendah

Seseorang yang memiliki kadar hematokrit rendah cenderung menunjukkan sejumlah gejala, antara lain:

  • Kulit pucat.
  • Mudah lelah.
  • Kurang energi.
  • Kesulitan bernapas.
  • Detak jantung tidak teratur.
  • Tangan atau kaki dingin.

Gejala ini juga menunjukkan anemia, suatu kondisi di mana kadar hemoglobin lebih rendah dari biasanya. Hemoglobin adalah protein yang terdapat dalam sel darah merah.

Baca Juga: Eritrosit (Sel Darah Merah): Fungsi, Nilai Normal, Nilai Tidak Normal

Penyebab Hematokrit Rendah

Kondisi yang paling umum menyebabkan hematokrit adalah anemia atau kekurangan darah. Anemia terkait dengan beberapa kondisi kesehatan tertentu, antara lain:

1. Kehilangan Darah

Kehilangan darah karena cedera atau penyakit dapat mengurangi jumlah sel darah merah. Sel darah merah yang lebih sedikit berarti kadar hematokrit dalam darah lebih rendah.

Perdarahan kronis juga bisa menyebabkan Anda kehilangan darah. Ini biasanya terjadi karena tukak saluran pencernaan, yang merupakan luka akibat bakteri Helicobacter pylori atau penggunaan obat antiinflamasi kronis seperti ibuprofen, obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS), dan aspirin.

Sebagian besar wanita juga mengalami kehilangan banyak darah akibat menstruasi yang berat. Hematokrit rendah pada ibu hamil juga dapat terjadi karena sejumlah faktor seperti perdarahan dari vagina, wasir, kekurangan nutrisi, dan gagal ginjal.

2. Kekurangan Nutrisi

Orang yang kekurangan nutrisi seperti B12, folat, atau zat besi dalam makanan yang dikonsumsinya dapat menjadi salah satu penyebab hematokrit rendah.

Rendahnya hematokrit akibat kekurangan nutrisi disebut anemia defisiensi nutrisi. Ini adalah masalah umum yang dapat terjadi apabila tubuh tidak cukup menyerap nutrisi tertentu. Kondisi ini dapat terjadi akibat pola makan tidak seimbang, kondisi kesehatan, atau perawatan kesehatan tertentu.

3. Anemia Sel Sabit

Anemia sel sabit adalah kelainan bawaan yang menyebabkan sel darah merah berbentuk seperti sabit atau bulan sabit. Sel sabit ini akan mati lebih awal dari biasanya, menjadi kaku, lengket, dan menggumpal, kondisi yang dapat memperlambat atau menghalangi aliran darah.

4. Anemia Hemolitik

Anemia hemilotik adalah kondisi di mana sel darah merah mengalami kerusakan atau mati lebih cepat daripada yang bisa diganti oleh tubuh. Kondisi ini mengakibatkan tubuh kekurangan sel darah merah.

Tubuh yang kekurangan sel darah merah sehat dapat menyebabkan munculnya berbagai masalah kesehatan, termasuk nyeri, pembesaran jantung, detak jantung tidak teratur (aritmia), dan gagal jantung.

Baca Juga: Anemia: Penyebab, Gejala, Diagnosis, dan Cara Mengobati

5. Leukemia

Leukemia adalah jenis kanker darah yang menyebabkan seseorang memiliki lebih sedikit sel darah merah dari biasanya. Kanker ini terjadi karena sel-sel leukemia di sumsum tulang menggantikan sel darah merah yang sehat.

6. Hiponatremia

Hiponatremia adalah kondisi yang terjadi ketika kadar natrium dalam darah lebih rendah dari normal. Natrium adalah elektrolit yang membantu banyak hal, salah satunya mengatur jumlah air di dalam tubuh.

Terlalu banyak asupan air dalam tubuh dapat menyebabkan darah encer. Kadar air dalam tubuh yang meningkat dapat membuat sel-sel membengkak. Pembengkakan ini dapat menyebabkan banyak masalah kesehatan, dari yang ringan hingga yang mengancam jiwa.

7. Penyakit Ginjal

Kadar hematokrit yang rendah menandakan tubuh mengalami anemia, komplikasi umum terjadi akibat penyakit ginjal. Penyakit ini terjadi akibat kerusakan ginjal yang menyebabkan hormon pemberi sinyal ke sumsum tulang menghasilkan sedikit sel darah merah.

8. Penyakit Tiroid

Penyakit tiroid adalah kondisi yang mengakibatkan produksi sel darah merah tubuh menjadi berkurang. Jumlah sel darah merah yang lebih sedikit berarti kadar hematokrit yang lebih rendah.

Nah, itulah berbagai penyebab level hematokrit rendah yang patut Anda waspadai. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Teman Sehat!

 

  1. Anonim. 2022. Hematocrit. https://my.clevelandclinic.org/health/diagnostics/17683-hematocrit. (Diakses pada 21 Oktober 2022)
  2. Anonim. Hematocrit Test. https://medlineplus.gov/lab-tests/hematocrit-test/. (Diakses pada 21 Oktober 2022)
  3. Davis, Charles P. Hematocrit Blood Test: Normal, High, Low Ranges. https://www.emedicinehealth.com/hematocrit_blood_test/article_em.htm. (Diakses pada 21 Oktober 2022)
  4. Martin, Lauren. 2021. What is a normal hematocrit level?. https://www.medicalnewstoday.com/articles/hematocrit-levels. (Diakses pada 21 Oktober 2022)


DokterSehat | © 2024 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi