Terbit: 6 Maret 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Anda sering mengonsumsi makanan kemasan? Ya, makanan kemasan menjadi pilihan alternatif yang cukup digemari. Tapi, sebelum Anda membelinya, pastikan untuk selalu memerhatikan label pada  kemasannya.

Penderita Alergi Harus Perhatikan Ini Pada Label Makanan Kemasan

Nah, pada penderita alergi perhatian yang diberikan pada label makanan harus lebih ekstra.

Menurut New South Wales Food Authority ada delapan jenis bahan makanan penyebab alergi paling banyak yang harus dicantumkan dalam label makanan. Kedelapan jenisnya adalah susu, telur, kacang, gandum, tree nuts, biji wijen, kedelai dan ikan.

Namun kedelapan bahan makanan tersebut tidak bisa dengan mudah ditemukan dalam label makanan karena umumnya dicantumkan dalam bentuk zat gizi turunan lainnya misalnya kasein sebagai protein pada susu. Maka dari itu kita perlu memahami label pada makanan kemasan yang akan kita konsumsi.

Ada tiga tampilan pada label makanan yang menujukkan ada atau tidaknya kandungan alergen pada produk, yaitu:

1.Keterangan dalam tanda kurung

Keterangan yang ada dalam tanda kurung menunjukkan bentuk bahan makanan alergen yang terkandung. Misalnya: Tepung gandum, gula, margarin (mengandung susu), garam, perasa (mengandung gandum)

2. Keterangan yang dicetak tebal

Kandungan bahan makanan alergen dicetak tebal. Misalnya; : Tepung gandum, gula, margarin (mengandung susu) , garam dan perasa.

3. Keterangan yang diberikan terpisah

Penjelasan diberikan terpisan setelah komposisi disebutkan. Misalnya: Tepung, gula, margarin, garam dan perasa. Mengandung gandum dan susu.

Jika kita tidak yakin apakah produk tersebut memiliki kandungan alergen atau tidak, maka kita sebaiknya memastikan dengan bertanya pada perusahaan pembuat produk.

Penderita alergi harus teliti dalam memerhatikan kandungan alergen pada label kemasan makanan. Hal ini akan mencegah alergi kambuh sehingga akan mendukung kondisi kesehatan penderita alergi menjadi lebih baik.


DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi