Terbit: 23 Mei 2022
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Penyakit hepatitis akut yang masuk ke Indonesia kian meningkat. Diare menjadi salah satu gejala yang mesti Anda waspadai. Namun, bagaimana cara membedakan diare biasa dengan diare hepatitis? Simak ulasan berikut!

Meski Mirip, Ini Perbedaan Diare Hepatitis dengan Diare Biasa

Mengenal Hepatitis Akut

Hepatitis akut menjadi masalah kesehatan dunia yang kini mulai diperhatikan. Pada 11 Mei, sekitar 450 kemungkinan kasus hepatitis telah dilaporkan di seluruh dunia.

Sementara itu, kondisi serupa juga tidak jauh berbeda di Indonesia. Menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI), per tanggal 17 Mei 2022 terdapat sekitar 14 kasus anak mengalami kondisi ini.

Penyebab pasti penyakit hepatitis akut belum diketahui. Oleh karena itu, penyakit ini juga dikenal sebagai hepatitis misterius.

Kendati demikian, menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), kemungkinan penyebab hepatitis akut adalah infeksi Adenovirus karena virus ini ditemukan pada hampir setengah pasien di Eropa dan Inggris.

Berdasarkan surat edaran Kemenkes RI Nomor HK.02.02/C/2515/2022 Tentang Kewaspadaan Terhadap Penemuan Kasus Hepatitis Akut Yang Tidak Diketahui Etiologinya (Acute Hepatitis Of Unknown Aetiology), Adenovirus teridentifikasi pada 74 kasus pasien dengan hepatitis akut.

Sementara, SARS-CoV-2 ditemukan pada 20 kasus. Selain itu, terdapat 19 kasus yang mendeteksi adanya ko-infeksi SARS-CoV-2 dan Adenovirus.

Baca Juga: Hepatitis Akut: Gejala, Penyebab, Cara Mengobati, dan Pencegahan

Hepatitis adalah peradangan pada hati. Hati sendiri adalah organ vital yang memproses nutrisi, menyaring darah, dan melawan infeksi. Nah, ketika hati meradang atau rusak, fungsinya bisa terpengaruh.

Menurut Direktur Utama Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso Mohammad Syahril, terdapat perbedaan gejala yang ditemukan di Inggris dengan di Indonesia.

Di  Inggris gejala yang umum ditemukan, yaitu jaundice (penyakit kuning) dan muntah. Sementara itu, di Indonesia gejala yang paling sering muncul adalah demam.

Gejala demam, tetapi tidak tinggi terdapat sebanyak 72,2 persen pada 18 kasus anak yang bergejala hepatitis akut di Indonesia.

Secara umum, gejala hepatitis akut adalah sebagai berikut:

  • Diare atau buang air besar terus-menerus.
  • Demam.
  • Mual.
  • Muntah.
  • Kehilangan nafsu makan.
  • Jaundice.
  • Perubahan warna urine.
  • Nyeri perut.
  • Myalgia (nyeri otot).
  • Sesak napas.
  • Perubahan warna feses.
  • Gatal-gatal.
  • Lethargy (kelelahan bukan karena penyakit).

Perbedaan Diare Hepatitis dengan Diare Biasa

Diare menjadi salah satu gejala yang dapat muncul akibat hepatitis akut. Namun ternyata, diare hepatitis berbeda dengan diare pada umumnya.

Diare adalah masalah pencernaan yang mengakibatkan frekuensi buang air besar bertambah. Selain itu, konsentrasi feses akan lebih cair jika Anda menderita diare.

Penyebab diare adalah infeksi virus, seperti Norwalk virus (norovirus), rotavirus, enteric adenoviruses, astrovirus, cytomegalovirus dan viral hepatitis.

Diare bisa berdiri sendiri ataupun berbarengan dengan gejala lain, seperti mual, muntah, sakit perut, atau penurunan berat badan.

Lantas, apa perbedaan antara diare hepatitis dengan diare biasa? Hal ini dikemukakan oleh Ketua Unit Kerja Koordinasi (UKK) Gastro-Hepatologi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dr Muzal Kadim, SpA(K).

Menurutnya, pada diare akibat rotavirus, gejala yang hadir sebelum diare adalah demam. Kemudian, anak akan muntah dua hingga tiga kali. Setelahnya, diare akan muncul keesokan harinya.

Selain itu, diare biasa juga menyebabkan konsentrasi feses menjadi sangat cair, berbau asam. Anak dengan diare akibat infeksi rotavirus pun biasanya mengalami perut kembung dan kemerahan di anus.

Sementara itu, diare hepatitis pada umumnya akan muncul berbarengan dengan gejala lain, seperti demam dan mual. Namun, biasanya demam akibat diare hepatitis tidak terlalu tinggi.

Anak yang mengalaminya juga akan mengalami lemas dan nyeri pada perut karena pembesaran hati.

Secara umum, perbedaan diare hepatitis yang dapat diamati, antara lain:

  • Mual lebih hebat.
  • Diare yang lebih jarang.
  • Demam ringan.
  • Lemas berlebihan.
  • Nyeri perut akibat pembesaran hati di bagian kanan atas.

Meskipun demikian, sulit untuk membedakan gejala diare hepatitis dengan diare secara spesifik. Maka dari itu, untuk menegakkan diagnosis, periksakan segera anak Anda ketika mengalami gejala hepatitis akut.

Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), sejumlah sampel untuk memeriksa anak yang terduga hepatitis akut, yaitu:

  • Swab nasofaring dan orofaring.
  • Swab rektal.
  • Pemeriksaan darah.
  • Pemeriksaan feses.

Sekaitan dengan hal itu, Kemenkes RI menunjuk laboratorium nasional di Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan (BKPK) sebagai penerima seluruh rujukan sampel pasien terduga hepatitis.

 

  1. Annur, Cindy Mutia. 2022. Mayoritas Kasus Dugaan Hepatitis di RI Serang Anak Usia di Bawah 5 Tahun. https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2022/05/19/mayoritas-kasus-dugaan-hepatitis-di-ri-serang-anak-usia-di-bawah-5-tahun. (Diakses pada 23 Mei 2022).
  2. Anonim. 2022. Dugaan Hepatitis Akut jadi 14 Kasus. https://www.kemkes.go.id/article/view/22051900003/dugaan-hepatitis-akut-jadi-14-kasus.html. (Diakses pada 23 Mei 2022).
  3. Anonim. 2022. Multi-Country – Acute, Severe Hepatitis of Unknown Origin in Children. https://www.who.int/emergencies/disease-outbreak-news/item/2022-DON376. (Diakses pada 23 Mei 2022).
  4. Anonim. 2022. Rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia Hepatitis Akut Pada Anak yang Belum Diketahui Sebabnya. https://www.idai.or.id/tentang-idai/pernyataan-idai/rekomendasi-ikatan-dokter-anak-indonesia-hepatitis-akut-pada-anak-yang-belum-diketahui-sebabnya. (Diakses pada 23 Mei 2022).
  5. Anonim. 2022. Update on Children with Acute Hepatitis of Unknown Cause. https://www.cdc.gov/media/releases/2022/s0518-acute-hepatitis.html. (Diakses pada 23 Mei 2022).
  6. Anonim. Diarrhea. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/diarrhea/symptoms-causes/syc-20352241#. (Diakses pada 23 Mei 2022).
  7. Anonim. What is Viral Hepatitis? https://www.cdc.gov/hepatitis/abc/index.htm. (Diakses pada 23 Mei 2022).
  8. Cevik, Muge, dkk. 2022. Acute hepatitis of unknown origin in children. https://www.bmj.com/content/377/bmj.o1197. (Diakses pada 23 Mei 2022).

DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi