Terbit: 1 Februari 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Kematian masih menjadi hal yang misterius bagi manusia. Banyak kasus kematian yang datang di saat-saat yang tidak terduga seperti saat seseorang berkendara, sedang sujud beribadah, atau bahkan saat berdiri tegak. Khusus untuk kasus kematian dalam posisi berdiri tegak, pakar kesehatan menyebut kondisi ini ternyata masih mungkin terjadi meskipun seringkali mereka yang berada dalam posisi berdiri akhirnya terjatuh karena tarikan gaya gravitasi bumi.

Manusia Bisa Meninggal Dalam Posisi Berdiri?

Dalam dunia medis, kondisi mati dalam posisi berdiri tegak disebut sebagai rigor mortis atau kematian kaku. Salah satu kasus kematian rigor mortis paling terkenal adalah yang menimpa prajurit Jepang yang berdiri kaku saat peperangan. Rekan-rekannya bahkan tidak menyadari kematian sang prajurit karena menganggapnya masih berdiri dan mengawasi kondisi sekitarnya.

Menurut pakar kesehatan, kematian dengan posisi berdiri kaku ini disebabkan oleh berhentinya asupan oksigen di seluruh tubuh setelah tercabutnya nyawa secara mendadak. Kondisi ini membuat tubuh langsung menghentikan produksi senyawa adenosine triphosphate (ATP), salah satu sumber energi yang dipakai oleh tubuh untuk membantu otot tetap berkontraksi atau melemas. Senyawa kimia ini juga membantu proses regenerasi sel yang rusak. Tanpa adanya oksigen, senyawa ATP, dan berhentinya metabolisme tubuh, maka seseorang bisa mati dengan posisi berdiri tegak dan kaku.

Mereka yang sebelumnya berada dalam kondisi aktif seperti melakukan olahraga berat hingga kelelahan akan memproduksi ATP dalam jumlah yang sangat banyak. Jika mereka kemudian meninggal dalam kondisi ini, maka semakin besar kemungkinan akan meninggal dengan kondisi berdiri. Kondisi ini akan membuat oksigen dan ATP lebih cepat berkurang dan akhirnya membuat tubuh kaku sehingga tidak akan mudah tertarik gaya gravitasi bumi.

Meskipun terlihat mustahil, ternyata mati berdiri bukan hanya kiasan saja, lho. Hal ini masih mungkin terjadi meski sepertinya memang jarang ditemukan.


DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi