Terbit: 20 Januari 2022
Ditulis oleh: Gerardus Septian Kalis | Ditinjau oleh: dr. Ursula Penny Putrikrislia

Mendapatkan tidur malam yang berkualitas adalah sesuatu yang penting bagi tubuh. Hal ini sama pentingnya dengan makanan yang bergizi dan olahraga. Simak penjelasan mengenai manfaat tidur nyenyak di malam hari, selengkapnya di bawah ini.

9 Manfaat Tidur Nyenyak di Malam Hari bagi Kesehatan

Manfaat Tidur Cukup di Malam Hari

Mendapatkan istirahat malam yang cukup dapat membuat Anda siap menjalani hari esok dengan optimal. Sementara tidur yang singkat dapat membuat Anda merasa lelah hingga sulit berkonsentrasi.

Seperti halnya olahraga teratur dan menjalankan pola yang diet sehat, tidur yang cukup adalah bagian penting dari menjaga kesehatan fisik dan mental. Berikut adalah manfaat tidur nyenyak di malam hari, di antaranya:

1. Membantu Mempertahankan atau Menurunkan Berat Badan

Sejumlah penelitian telah mengaitkan durasi tidur yang singkat (tidur kurang dari 7 jam per malam) dengan risiko kenaikan berat badan yang lebih besar dan indeks massa tubuh (BMI) yang lebih tinggi.

Efek tidur pada penambahan berat badan diyakini dipengaruhi oleh banyak faktor, termasuk hormon dan motivasi untuk berolahraga. Kurang tidur dapat meningkatkan kadar ghrelin dan menurunkan kadar leptin.

Ghrelin adalah hormon yang membuat Anda merasa lapar, sedangkan leptin membuat tubuh merasa kenyang. Dampaknya, Anda sering merasa lapar dan makan berlebihan. Selain itu, kurang tidur membuat Anda menginginkan makanan yang mengandung gula dan lemak yang tinggi.

Efek buruknya lainnya, tidur malam yang terlalu sedikit dapat membuat Anda merasa tidak termotivasi untuk berolahraga. Jadi, masihkah Anda ragu untuk mendapatkan manfaat tidur nyenyak di malam hari?

2. Meningkatkan Konsentrasi dan Produktivitas

Tidur adalah salah satu aspek yang berperan penting dalam mendukung fungsi otak. Kurang tidur dapat memengaruhi kemampuan kognisi, konsentrasi, hingga produktivitas.

Sebuah studi mengungkapkan, tidur yang cukup dapat meningkatkan kinerja akademik pada anak, remaja, dan dewasa muda.

3. Memaksimalkan Kinerja Atletik

Sejumlah penelitian telah menunjukkan bahwa tidur yang cukup dapat meningkatkan keterampilan motorik halus, waktu reaksi, kekuatan otot, daya tahan otot, dan keterampilan memecahkan masalah.

Sementara itu, kurang tidur dapat meningkatkan risiko cedera dan menurunkan motivasi untuk berolahraga. Oleh karena itu, jika Anda ingin meningkatkan kinerja atletik, waktu tidur yang cukup adalah sesuatu yang Anda butuhkan.

Baca Juga: 10 Tips untuk Mendapatkan Tidur yang Berkualitas dan Nyenyak

4. Meningkatkan Kesehatan Jantung

Kualitas dan durasi tidur yang rendah dapat meningkatkan risiko Anda terkena penyakit jantung. Satu analisis dari 19 studi menemukan bahwa tidur kurang dari 7 jam per hari menghasilkan peningkatan risiko kematian akibat penyakit jantung sebesar 13%.

Terlebih lagi, tidur yang singkat tampaknya meningkatkan risiko tekanan darah tinggi, terutama pada seseorang yang mengalami obstructive sleep apnea.

Faktanya, satu penelitian menemukan bahwa orang yang tidur kurang dari 5 jam per malam memiliki risiko 61 % lebih tinggi terkena tekanan darah tinggi daripada mereka yang tidur 7 jam.

Meski tidur nyenyak menyimpan manfaat, orang dewasa yang tidur lebih dari 9 jam juga terbukti meningkatkan penyakit jantung dan tekanan darah tinggi.

5. Meningkatkan Metabolisme Glukosa dan Mencegah Diabetes Tipe 2

Tidur singkat dikaitkan dengan risiko lebih besar terkena diabetes tipe 2 dan resistensi insulin, kondisi ketika tubuh Anda tidak dapat menggunakan hormon insulin dengan benar. Berbagai studi mengungkapkan, tidur yang kurang dari 5 jam dapat meningkatkan risiko diabetes tipe 2.

Kurang tidur sendiri dapat menyebabkan perubahan fisiologis seperti penurunan sensitivitas insulin, peningkatan peradangan, perubahan hormon rasa lapar, serta perubahan perilaku—seperti pengambilan keputusan yang buruk dan asupan makanan yang lebih banyak—di mana semuanya meningkatkan risiko diabetes.

Selain itu, kurang tidur dikaitkan dengan risiko lebih tinggi terkena obesitas, penyakit jantung, dan sindrom metabolik. Faktor-faktor ini juga meningkatkan risiko diabetes.

6. Mencegah Terjadinya Depresi

Masalah kesehatan mental seperti depresi sangat terkait dengan kualitas tidur yang buruk dan gangguan tidur. Sebuah studi menemukan bahwa seseorang yang mengalami kecemasan dan depresi lebih mungkin melaporkan skor tidur yang lebih buruk daripada mereka yang tidak mengalami kecemasan dan depresi.

Dalam penelitian lain, orang dengan gangguan tidur seperti insomnia atau obstructive sleep apnea juga melaporkan tingkat depresi yang lebih tinggi daripada mereka yang tidak memiliki gangguan tidur.

7. Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh

Kurang tidur telah terbukti merusak fungsi kekebalan tubuh. Dalam sebuah penelitian, partisipan yang tidur kurang dari 5 jam per malam 4,5 kali lebih mungkin terkena flu dibandingkan yang tidur lebih dari 7 jam.

Beberapa data juga menunjukkan bahwa tidur yang cukup dapat meningkatkan respons antibodi tubuh terhadap vaksin influenza.

8. Mencegah Peradangan pada Tubuh

Tidur memainkan peran kunci dalam pengaturan sistem saraf pusat. Secara khusus, hal ini terlibat dalam sistem respons stres yang dikenal sebagai sympathetic nervous system dan hypothalamic-pituitary-adrenal (HPA) axis.

Kurang tidur, terutama yang disebabkan oleh gangguan tidur, diketahui dapat diketahui mengaktifkan jalur sinyal inflamasi dan menyebabkan tingkat penanda peradangan yang tidak diinginkan, seperti interleukin-6 dan C-reactive protein.

Seiring waktu, peradangan kronis dapat menyebabkan perkembangan banyak kondisi kronis, termasuk obesitas, penyakit jantung, jenis kanker tertentu, penyakit Alzheimer, depresi, dan diabetes tipe 2.

Baca Juga: 21 Cara Mengatasi Insomnia yang Cepat dan Efektif

9. Mengendalikan Emosi

Kurang tidur mengurangi kemampuan Anda untuk mengatur emosi dan berinteraksi secara sosial. Saat lelah, Anda akan lebih sulit untuk mengendalikan emosi dan perilaku di hadapan orang lain.

Kelelahan juga dapat memengaruhi kemampuan Anda untuk merespons humor dan menunjukkan empati. Selain itu, kurang tidur kronis membuat seseorang lebih cenderung menarik diri dari acara sosial dan mengalami kesepian.

Selain lewat bantuan medis, perawatan rumahan yang bisa Anda lakukan adalah mengonsumsi obat herbal insomnia yang dijual bebas.

Lelap terbuat dari bahan alami alami yaitu Valerianae Radix, Myristicae semen, Eleuthroginseng Radix, dan Polygalae Radix untuk membantu meringankan gangguan sulit tidur. Dapat dikonsumsi oleh dewasa dan anak usia 12 tahun keatas, namun jangan dikonsumsi oleh wanita hamil dan menyusui. Tidur lelap bangun segar!

obat insomnia Lelap doktersehat

Lelap merupakan obat tradisional yang sudah mendapatkan izin Badan POM dan berlogo “Obat Herbal Terstandar”.

Logo “Obat Herbal Terstandar” dapat dilihat di kemasan kiri atas berupa lingkaran berisi jari-jari daun 3 pasang. Logo tersebut berarti keamanan dan khasiat produk sudah dibuktikan melalui uji praklinik dan bahan bakunya telah terstandarisasi.

Nah, itulah berbagai manfaat tidur nyenyak di malam hari. Jika Anda mengalami kesulitan untuk mendapatkan tidur yang nyenyak, jangan ragu untuk konsultasi dengan profesional kesehatan agar mendapatkan penanganan yang tepat.

 

  1. Leech, Joe. 2022. 10 Reasons to Get More Sleep. https://www.healthline.com/nutrition/10-reasons-why-good-sleep-is-important. (Diakses pada 18 Januari 2022).


DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi