Terbit: 28 May 2019
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com – Sandal merupakan alas kaki yang melindungi Anda dari benda-benda tajam atau kotoran. Namun, sandal refleksi memiliki manfaat tambahan terhadap kesehatan Anda. Ingin tahu manfaat sandal refleksi bagi kesehatan?

7 Manfaat Sandal Refleksi bagi Kesehatan dan Keamanannya

Yuk, simak selengkapnya beberapa manfaat sandal refleksi yang sangat baik bagi kesehatan. Temukan juga keamanan penggunaan sandal refleksi!

Manfaat Sandal Refleksi bagi Kesehatan

Tentunya, Anda sudah mengetahui bahwa sandal refleksi bermanfaat bagi kesehatan. Manfaat kesehatan apa saja sih yang bisa didapat ketika Anda rutin menggunakan sandal refleksi? Simak penjelasannya di bawah ini!

Inilah beberapa manfaat sandal refleksi bagi kesehatan:

1. Melancarkan peredaran darah

Sandal refleksi yang dirancang dengan tonjolan-tonjolan kecil. Seringkali pengguna sandal refleksi merasa sakit atau tidak nyaman karena tonjolan-tonjolan tersebut terutama bagi yang baru menggunakannya.

Namun, tahukah Anda bahwa tonjolan-tonjolan kecil tersebut berdampak positif bagi kesehatan. Peredaran darah Anda akan lancar karena tonjolan-tonjolan kecil pada sandal refleksi dapat menghilangkan sumbatan pada pembuluh darah.

Tidak hanya pembuluh darah di kaki yang akan lancar tetapi juga memengaruhi pembuluh darah di area tubuh lainnya. Sistem peredaran darah yang lancar merupakan kunci kesehatan jantung dan pembuluh darah. Anda pun akan terhindar dari penyakit kardiovaskular.

2. Menyehatkan otot dan persendian

Pastinya, manusia perlu bergerak melakukan banyak hal dan aktivitas, sehingga mendukung produktivitas. Otot dan sendi adalah dua hal yang penting bagi sistem gerak tubuh. Jika otot dan sendi bermasalah, maka Anda pun akan mengalami masalah dalam bergerak dan bisa mengurangi tingkat produktivitas harian.

Tidak ingin seperti itu? Jagalah kesehatan otot dan persendian Anda. Salah satu cara menjaga kesehatan otot dan sendi adalah dengan menggunakan sandal refleksi. Manfaat sandal refleksi terhadap otot dan persendian sudah dirasakan oleh banyak pengguna sandal refleksi.

3. Meningkatkan kekebalan tubuh

Selalu menjaga kesehatan tubuh agar tidak mudah jatuh sakit adalah hal yang sangat penting. Terlebih lagi, semakin banyak jenis penyakit yang membuat orang-orang jatuh sakit. Namun, jika sistem kekebalan tubuh Anda baik, Anda tidak akan mudah jatuh sakit.

Oleh karena itu, Anda harus menjaga sistem kekebalan tubuh tetap baik. Cara menjaga sistem kekebalan tubuh tidak hanya dengan mengonsumsi suplemen atau multivitamin melainkan juga bisa dengan menggunakan sandal refleksi.

Penggunaan sandal refleksi secara rutin akan meningkatkan sistem kekebalan tubuh Anda. Sel-sel imun di dalam tubuh Anda akan lebih kuat dan mampu mengalahkan faktor-faktor yang membuat tubuh sakit, seperti virus, bakteri, jamur, dan lainnya.

4. Mengobati rematik

Tidak sedikit orang yang telah terkena rematik. Penyakit rematik adalah penyakit yang muncul karena adanya peradangan pada otot dan persendian. Pada umumnya, rematik dialami oleh orang-orang yang sudah tua.

Akan tetapi, rematik juga mungkin terjadi pada orang yang masih muda atau paruh baya. Orang yang sedang mengalami rematik tentunya merasakan rasa nyeri mulai dari tingkat ringan hingga berat.

Segeralah obati rematik agar rasa nyeri tidak terus menyiksa Anda. Manfaat sandal refleksi bagi kesehatan bisa mengobati rematik. Jadi, jika Anda terkena rematik, maka Anda bisa menggunakan sandal refleksi.

5. Mencegah nyeri kaki

Tidak jarang orang mengalami nyeri kaki dikarenakan berbagai hal. Jika Anda sering menggunakan high heels, maka kaki Anda cenderung untuk sering nyeri. Hal tersebut juga kerap kali dialami pada orang dengan tingkat aktivitas fisik yang tinggi seperti atlit.

Jangan membiarkan kaki Anda terus merasa nyeri. Tidak menutup kemungkinan nyeri kaki bisa berkembang menjadi masalah kesehatan baru yang lebih sulit untuk diatasi. Apabila Anda tidak ingin mengalaminya, maka gunakan sandal refleksi karena manfaat sandal refleksi bisa mencegah nyeri kaki.

6. Mengurangi tingkat stres dan depresi

Apakah Anda sering mengalami stres bahkan sampai depresi? Sudah melakukan beberapa cara tetapi kondisi jiwa dan pikiran belum membaik? Sandal refleksi bisa menjadi solusinya.

Efek tekanan pada sandal refleksi bisa merangsang sistem kelenjar endokrin untuk melepaskan hormon oksitosin. Hormon oksitosin yang sering kali dikenal dengan ‘hormon bahagia’ merupakan hormon yang bisa mengatasi rasa stres dan depresi.

7. Meningkatkan kesehatan organ-organ tubuh

Tahukah Anda jika titik-titik saraf organ tubuh terhubung dengan telapak kaki? Bagian anggota atau organ tubuh sebelah kiri tersambung dengan titik saraf yang ada telapak kaki kanan. Sebaliknya, di telapak kaki kiri terdapat titik saraf organ atau anggota sebelah kanan.

Organ atau anggota tubuh yang hanya berjumlah satu seperti hidung, mulut, leher, pankreas, usus, jantung, dan lainnya ada di kedua telapak kaki. Manfaat sandal refleksi bisa meningkatkan kesehatan organ atau anggota tubuh melalui efek tekanan pada tonjolan. Apabila organ tubuh Anda sehat, maka sistem organ tubuh pun menjadi sehat.

Sebagai contoh, sandal refleksi akan meningkatkan sistem pencernaan tubuh sehingga proses pencernaan menjadi lancar dan Anda tidak mengalami sembelit karena lambung, usus kecil, dan usus besar Anda sehat. Hal tersebut juga berlaku untuk semua organ dan sistem organ tubuh lainnya.

Apakah sandal refleksi aman digunakan?

Secara umum, sandal refleksi aman digunakan oleh siapa saja. Akan tetapi, hal ini tidak berlaku pada penderita diabetes. Mengapa demikian? Dalam rangka menjaga kesehatannya, penderita diabetes harus menghindari hal-hal yang bisa mengakibatkan luka.

Luka pada penderita diabetes bisa menyebabkan kebusukan di area tersebut. Penggunaan sandal refleksi berpeluang untuk melukai telapak kaki penderita diabetes. Alih-alih ingin mendapatkan manfaat sandal refleksi, pemakaian sandal refleksi malah berdampak negatif. Jadi, jika Anda menderita diabetes, jangan menggunakan sandal refleksi!


DokterSehat | © 2024 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi