Terbit: 4 February 2021
Ditulis oleh: Devani Adinda Putri | Ditinjau oleh: dr. Ursula Penny Putrikrislia

Jaringan ikat adalah jaringan yang menghubungkan jaringan lain dari tubuh agar dapat berfungsi dengan baik. Ketahui apa fungsi, komponen, jenis, dan penyakit yang dapat memengaruhi jaringan ini dalam pembahasan berikut.

Jaringan Ikat: Fungsi, Jenis, Struktur, Penyakit, dll

Apa Itu Jaringan Ikat?

Jaringan ikat (connective tissue) adalah jaringan yang menghubungkan semua jenis jaringan dalam tubuh untuk sinkronisasi, melindungi, dan memelihara seluruh jaringan dan organ tubuh.

Jaringan ini mencakup jaringan fibrosa, serat, jaringan lemak, ligamen, tendon, tulang rawan, sel-sel, serat protein, dan zat dasar amorf.

Fungsi jaringan ini adalah untuk mengikat dan mendukung berbagai jaringan tubuh agar saling terhubung dan bekerja sesuai dengan fungsinya.

Connective tissue juga berperan untuk memelihara bentuk tubuh, mengangkut zat di dalam tubuh, serta menyimpan bahan bakar atau energi cadangan tubuh.

Fungsi Jaringan Ikat

Berikut ini fungsi paling utama dari jaringan ini:

  • Mengikat jaringan satu sama lain.
  • Mendukung fungsi seluruh jaringan.
  • Menyimpan energi cadangan.
  • Mengangkut zat di dalam tubuh.
  • Mendukung struktur organ tubuh.

Jaringan ikat mencakup berbagai jenis jaringan yang berfungsi untuk mengikat, menyatukan, mendukung, serta menopang struktur dan jaringan tubuh.

Komponen Jaringan Ikat

Jaringan ikat terdiri dari komponen yang kompleks, matriks ekstraseluler yang terdiri dari serabut kolagen, serabut elastis, dan serabut retikuler, serta substansi dasar, dan sel-sel jaringan lainnya. Berikut penjelasannya:

1. Matriks Ekstraseluler

Matriks ekstraseluler (ECM) adalah sel-sel jaringan ikat yang memberikan dukungan struktural dan biokimia ke sel-sel di sekitarnya.

Extracellular matrix/extracellular fibres/matriks ekstraseluler adalah komponen utama dari sebagian besar jaringan ikat, seluruh jaringan tubuh manusia yang berbatasan dengan membran plasma dikelilingi oleh matriks ekstraseluler.

Matriks ekstraseluler (ECM) terdiri dari 3 komponen utama, yaitu:

  • Serabut Kolagen (Collagen Fibers). Jaringan ini terdiri dari kolagen tipe I atau protein yang paling banyak di tubuh, berguna untuk elastisitas, kekuatan, dan ketahanan tubuh.
  • Serabut Elastis (Elastic Fibers). Serat panjang dan tipis yang mengandung elastin dan fibrillin, berfungsi untuk elastisitas jaringan.
  • Serabut Retikuler (Reticular Fibers). Serat kolagen halus, tipis, pendek, dan dapat bercabang membentuk jaringan halus yang mengandung kolagen tipe III.

2. Substansi Dasar (Ground Substance)

Substansi dasar adalah cairan atau gel bening, transparan, kental, dan tidak berwarna yang mengisi ruang kosong antara sel dan serat.

Ground substance ini terbuat dari air, proteoglikan, glikoprotein, dan glikosaminoglikan (karbohidrat dan protein) yang berfungsi untuk memberi hidrasi dan nutrisi jaringan lain.

Sel, serat, dan ground substance akan membentuk matriks ekstraseluler atau sebagai perekat sel agar menempel pada matriks. Ground substance juga berfungsi untuk menyaring molekuler bagi zat untuk perjalanan antara kapiler dan sel.

3. Sel-Sel Jaringan Ikat

Sel-sel ini dibagi menjadi dua jenis, yaitu:

  • Sel Tetap (Sel Residen). Semua sel yang tetap dan berkembang di jaringan ikat, termasuk sel lemak (adiposa), frolas, makrfag, dan sel mast.
  • Sel Sementara. Sel-sel yang berkeliaran atau bermigrasi sementara dari aliran darah ke jaringan ikat. Sel tersebut berpindah ke jaringan ikat saat ada respon terhadap peradangan atau kerusakan jaringan ikat. Contoh sel sementara adalah sel darah putih atau leukosit.

Jenis Jaringan Ikat

Berdasarkan struktur ekstraseluler (ECM), jaringan ini terbagi menjadi dua jenis, yaitu:

Jaringan Ikat Sejati

Seluruh tubuh manusia dikelilingi oleh jaringan ikat sejati atau connective tissue proper yang berbeda dalam tata letak struktur matriks ekstraseluler. Terdapat dua subtipe dari jaringan ini, yaitu:

1. Jaringan Ikat Longgar (Loose Connective Tissue)

Jaringan ikat longgar (areolar) adalah semua jenis jaringan ikat yang paling banyak ditemukan di seluruh permukaan tubuh, mengandung kolagen dan serat elastis yang tak teratur.

Areolar memungkinkan untuk mengikat berbagai jenis jaringan, menyatukan jaringan ke dalam organ, atau menempelkan jaringan ke jenis jaringan lain.

Contoh dari jaringan jenis ini adalah selaput lendir dari saluran reproduksi dan kemih, kelenjar, dermis kulit, mesenterium, dan lamina propria dari saluran pencernaan dan pernapasan.

2. Jaringan Ikat Padat (Dense Connective Tissue)

Terdiri dari sel yang lebih sedikit dari jaringan areolar dan matriks ekstraseluler padat dengan serat kolagen. Dense connective tissue terdiri dari dua subtipe, yaitu

  • Dense Regular Connective Tissue (Jaringan Ikat Padat Teratur). Terdiri dari serat kolagen tipe I yang teratur pada arah yang sama, sehingga memberikan kekuatan tarik-menarik dalam satu arah. Contohnya adalah tendon dan ligamen.
  • Dense Irregular Connective Tissue (Jaringan Ikat Padat Tidak Teratur). Jaringan serat kolagen tidak terstruktur atau terjalin secara acak dan memberikan jaringan tiga dimensi yang kuat ke segala arah. Contohnya jaringan ini pada dermis kulit, kelenjar, dan dinding organ.

Jaringan Ikat Penyokong (Specialized Connective Tissues)

Berikut ini subtipe dari specialized connective tissues:

  • Reticular Connective Tissue (Jaringan Ikat Retikuler)

Diproduksi oleh fibroblas, menghasilkan serat retikuler yang tersusun dalam jaringan (retikulum). Jaringan retikuler berfungsi untuk menyaring getah bening, mendukung stroma organ tubuh, dan mengikat sel darah putih. =

Jaringan ini terletak di sumsum tulang, kelenjar getah bening, dan limpa.

  • Tulang Rawan

Tulang rawan adalah jaringan ikat yang fleksibel pada berbagai area tubuh, termasuk sendi antar tulang rawan, hidung, siku, lutut, pergelangan kaki, saluran bronkial, ankle, dan tulang rusuk.

  • Darah

Darah adalah bentuk jaringan ikat khusus untuk mengangkut sel darah pada sistem peredaran darah. Komponen darah terdiri dari air, protein, nutrisi, hormon, oksigen, dan unsur lainnya.

  • Tulang

Tulang adalah penyusun kerangka tubuh yang terdiri dari jaringan dan sel yang kuat. Terdapat berbagai jenis tulang dan fungsinya, pelajari semua tentang tulang di sini.

  • Adipose Tissue (Jaringan Adiposa)

Jaringan adiposa terdiri dari adiposit atau sel lipid (lemak) untuk menyimpan energi. Jaringan adiposa terletak di bawah kulit, sumsum tulang belakang, dan jaringan payudara.

  • Embryonic Connective Tissue (Jaringan ikat embrio)

Jaringan ikat embrio ditemukan pada tali pusat sejak manusia baru berkembang dalam embrio. Embryonic connective tissue terbagi menjadi sel mesenkim (sel kepala) dan jaringan ikat mukoid (tali pusat).

Penyakit pada Jaringan Ikat

Terdapat lebih dari 200 jenis gangguan atau penyakit pada jaringan ini. Penyebabnya pun bervariasi, mulai dari penyakit keturunan, faktor lingkungan, gaya hidup, atau penyebab lain yang belum dipahami.

Berikut ini contoh penyakitnya:

  • Rheumatoid Arthritis (RA): Penyakit autoimun di mana sel imun menyerang sel atau jaringan sehat pada jaringan ikat.
  • Scleroderma: Kondisi autoimun yang menyebabkan jaringan parut pada kulit, organ dalam, atau pembuluh darah kecil.
  • Microscopic Polyangiitis (MPA): Penyakit autoimun langka pada sel-sel di pembuluh darah.
  • Polymyositis/Dermatomyositis: Peradangan pada otot dan bisa juga memengaruhi kulit (dermatomyositis).
  • Granulomatosis dengan Polyangiitis. Radang pada pembuluh darah yang juga memengaruhi hidung, ginjal, dan organ lainnya.
  • Sindrom Churg-Strauss: Penyakit autoimun yang memengaruhi sel di paru-paru, kulit, saraf, dan sistem pencernaan.
  • Systemic Lupus Erythematosus (SLE): Peradangan pada jaringan ikat di kulit, darah, otak, dan lainnya. Rentang terjadi pada wanita.

Masih ada berbagai jenis gangguan pada jaringan ini. Cara sederhana untuk menjaga kesehatan connective tissue adalah dengan makan sehat dan rajin olahraga. Semoga informasi ini bermanfaat!

 

  1. Cleveland Clinic. 2020. Connective Tissue Diseases. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/14803-connective-tissue-diseases#:~:text. (Diakses pada 4 Februari 2021).
  2. Don W. 2020. Connective tissue. https://www.britannica.com/science/connective-tissue. (Diakses pada 4 Februari 2021).
  3. Histology Guide. 2021. Chapter 3 – Connective Tissue. http://histologyguide.com/slidebox/03-connective-tissue.html. (Diakses pada 4 Februari 2021).
  4. Ken Hub. 2020. Overview and types of connective tissue: want to learn more about it?. https://www.kenhub.com/en/library/anatomy/overview-and-types-of-connective-tissue. (Diakses pada 4 Februari 2021).
  5. Lumen. 2020. Connective Tissue. https://courses.lumenlearning.com/boundless-ap/chapter/connective-tissue/. (Diakses pada 4 Februari 2021).


DokterSehat | © 2024 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi