Terbit: 7 Februari 2022
Ditulis oleh: Muhamad Nuramdani | Ditinjau oleh: dr. Ursula Penny Putrikrislia

Penyebab kematian mendadak yang paling sering terjadi adalah penyakit jantung. Namun, ada penyakit lainnya yang perlu diwaspadai. Untuk lebih lengkapnya, ketahui berbagai penyakit pemicu kematian mendadak dalam penjelasan di bawah ini.

Ini Penyebab Kematian Mendadak yang Perlu Anda Waspadai!

Berbagai Penyakit Penyebab Kematian Mendadak

Data kematian mendadak menurut Survei Sample Regristration System (SRS) di 2014 di Indonesia menunjukkan, bahwa Penyakit Jantung Koroner (PJK) menjadi penyebab kematian tertinggi di semua umur setelah stroke, yaitu sekitar 12,9%. Selain penyakit tersebut, ada penyakit lainnya yang juga sama berbahaya!

Berikut ini datar penyebab kematian:

1. Aritmia

Aritmia adalah kondisi di mana detak jantung tidak normal, baik tidak beraturan, terlalu lambat, atau terlalu cepat. Ada banyak penyebab aritmia yang fatal, seperti kardiomiopati, cacat bawaan pada sistem konduksi, cedera iskemik dari infark miokard akut (IMA) atau sebelumnya infark.

Ketidakseimbangan elektrolit bisa menyebabkan aritmia dan kematian mendadak, seperti hiperkalemia dari penderita penyakit ginjal stadium akhir pada hemodialisis (cuci darah) dan hipokalemia pada pasien yang menggunakan diuretik.

Sebagian besar pasien yang menderita kematian jantung mendadak tidak memiliki gejala sebelumnya. Sementara pasien lain mungkin memiliki riwayat nyeri dada, sesak napas, palpitasi, pusing, atau sinkop (pingsan).

2. Infark Miokard Akut (IMA)

IMa menjadi salah satu penyebab kematian mendadak karena terbentuknya plak dalam arteri seiring waktu yang akhirnya pecah dan menyumbat aliran darah.

Sama seperti atlet sprinter akan merasakan luka bakar di otot-ototnya ketika kelelahan di akhir perlombaan, kurangnya oksigen yang dikirim ke jantung (iskemia) menyebabkan kelelahan yang menimbulkan gejala angina yang dialami oleh sebagian besar pasien selama sindrom koroner akut.

Jika iskemia yang menyerang area jantung cukup luas berlangsung lama, kematian sel yang ekstensif akan terjadi dan mengakibatkan IMA.

3. Emboli paru

Emboli paru adalah penyumbatan pembuluh darah pada paru-paru akibat penggumpalan darah. Kondisi ini sering kali terjadi pada orang tua, penderita kanker, pasien yang menjalani operasi, pasien yang menggunakan obat dengan kandungan estrogen, pasien rawat inap yang memiliki riwayat trombosis vena dalam dan emboli paru.

Ada beberapa faktor yang menyebabkan emboli paru:

  • Stasis aliran darah, misalnya imobilisasi.
  • Keadaan hiperkoagulasi, misalnya, terapi estrogen, merokok, dan penyebab yang diturunkan.
  • Cedera vaskular, misalnya trauma-bahkan yang relatif kecil.

Namun, emboli paru dapat terjadi pada pasien tanpa faktor risiko tersebut. Dalam satu penelitian diperkirakan kematian mendadak adalah indikasi pertama emboli paru sekitar 25% pasien. Dari jumlah tersebut, dispnea dan nyeri dada adalah gejala yang terkait.

4. Intrakranial darurat

Tekanan intrakranial adalah peningkatan tekanan di dalam tengkorak akibat cecera atau kondisi medis. Kondisi ini berbahaya dan dapat menyebabkan sakit kepala, merupakan kondisi darurat dan membutuhkan perhatian medis sesegera mungkin.

Dalam kasus stroke non-hemoragik, penting untuk segera mendapatkan terapi trombolitik ketika pasien melahirkan dalam beberapa jam pertama. Pasien ini dapat mungkin mengalami gejala seperti vertigo, sinkop, wajah terkulai, disartria, kelemahan unilateral, kehilangan sensasi unilateral, atau hemiparesis.

Sementra dalam kasus kecelakaan vaskularserebral hemoragik masif, yang dikaitkan dengan peningkatan tekanan darah dan penurunan berat badan, pasien biasanya meninggal sebelum memulai terapi medis.

5. Diseksi aorta

Diseksi aorta juga dapat menjadi salah satu penyebab kematian mendadak. Pada pasien yang mengalami penyakit vaskular (biasanya akibat komorbiditas jangka panjang seperti hipertensi, kolesterol tinggi, atau merokok), aliran darah turbulen di aorta dapat menyebabkan outpouchings (aneurisma) dari dinding arteri pada titik-titik stres karena melemahnya pembuluh darah.

Meskipun biasanya tidak menimbulkan rasa sakit, tetapi diseksi aorta dapat menyebabkan rasa sakit yang menjalar ke punggung atau panggul saat meluas secara akut atau ketika pecah.

Diseksi aorta menyebabkan perdarahan internal yang luas. Setelah eksanguinasi (kehilangan darah) dari ruptur, tetapi sebelum kematian, aktivitas listrik tanpa denyut kemungkinan akan ditemui karena kehilangan jumlah yang banyak.

Itulah berbagai penyakit yang menjadi penyebab kematian mendadak. Oleh karena itu, penyakit ini harus Anda waspadai dengan menjaga kesehatan. Konsultasi ke dokter secara berkala bila memiliki riwayat penyakit tersebut. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Teman Sehat!

 

  1. Anonim. 2017. Penyakit Jantung Penyebab Kematian Tertinggi, Kemenkes Ingatkan CERDIK. https://www.kemkes.go.id/article/view/17073100005/penyakit-jantung-penyebab-kematian-tertinggi-kemenkes-ingatkan-cerdik-.html (Diakses pada 7 Februari 2022)
  2. Anonim. Sudden death. https://www.sads.org.uk/sudden-death/?doing_wp_cron=1644201121.2428150177001953125000 (Diakses pada 7 Februari 2022)
  3. Slovis, Corey M. et al. 2015. Five Common Causes of Sudden Unexpected Death Every EMS Provider Should Know. https://www.jems.com/patient-care/five-common-causes-sudden-unexpected-dea/ (Diakses pada 7 Februari 2022)


DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi