Terbit: 31 August 2022
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: dr. Sheila Amabel

Kentut merupakan proses alami tubuh. Namun, Anda harus menahan untuk mengeluarkannya di tempat umum agar tidak menanggung malu. Sayangnya, ada dampak akibat sering menahan kentut yang harus diperhitungkan. Simak selengkapnya di sini!

Ini Bahaya yang Terjadi Jika Sering Menahan Kentut

Apa yang Terjadi saat Anda Menahan Kentut?

Kentut berasal dari proses fermentasi makanan pada saat melewati usus. Proses fermentasi ini melibatkan banyak bakteri baik dan pada akhirnya ikut memproduksi gas dengan aroma yang menyengat dan kurang enak.

Saat kentut, gas akan bergerak dari usus menuju rektum, lalu keluar melalui anus. Nah, jika menahan untuk tidak kentut, Anda akan mengencangkan otot sfingter anal. Otot ini juga akan mengencang ketika Anda menahan buang air besar.

Otot sfingter yang mengencang akan menimbulkan tekanan pada sistem pencernaan. Kondisi ini dapat menyebabkan beberapa gejala seperti perut kembung dan ketidaknyamanan. 

Selain itu, ketika terlalu sering menahan untuk kentut, Anda bisa saja merasakan adanya gelembung saat gas bergerak di sekitar pencernaan.

Menurut penelitian, sebagian gas tersebut akan diserap kembali oleh sistem darah di tubuh, sedangkan sebagian lainnya dikeluarkan saat Anda menghembuskan napas.

Sementara itu, sebagian besar gas akan tetap berada di dalam tubuh sampai akhirnya dikeluarkan.

Baca JugaSistem Pencernaan Manusia: Fungsi, Organ, dan Cara Jaga Kesehatannya

Bahayakah Sering Menahan Kentut?

Bau kentut yang menyengat bisa membuat orang lain merasa jijik dan menganggap hal ini sebagai sesuatu yang sangat tidak sopan. Karena alasan inilah banyak orang yang sebisa mungkin menahan kentut.

Namun, pakar kesehatan justru menyarankan untuk tidak sering-sering menahan kentut karena tidak baik untuk kesehatan tubuh. 

Seperti dikutip dari Healthline, penelitian mengenai kentut masih terbatas. Namun, sudah ada studi yang menyebutkan jika menahan kentut kemungkinan besar memiliki dampak negatif bagi tubuh.

Menurut studi terbatas, risiko masalah kesehatan bisa meningkat sebagai akibat dari menahan kentut.

Dampak jangka pendek dari kebiasaan ini, antara lain:

  • Rasa nyeri.
  • Ketidaknyamanan.
  • Perut kembung.
  • Gangguan pencernaan.
  • Mag.

Selain itu, kebiasaan menahan kentut juga dikaitkan dengan kejadian divertikulitis. Temuan ini diungkapkan oleh para ahli tahun 1970-an.

Divertikulitis adalah kondisi peradangan atau pembengkakan kantong yang terbentuk di sepanjang saluran pencernaan. Apabila tidak diobati segera, kondisi ini bisa sangat parah hingga memicu infeksi.

Kendati demikian, belum ada penelitian terbaru yang membahas bahwa divertikulitis terjadi akibat menahan kentut.

Baca Juga11 Bahaya Menahan BAB yang Harus Diwaspadai!

Cara Agar Tidak Sering Kentut

Terus-terusan menahan kentut berisiko menimbulkan masalah kesehatan. Jika Anda sering mengalami kondisi ini, sampai mengganggu aktivitas sehari-hari, cobalah untuk memperhatikan kembali asupan makanan Anda.

Selain itu, ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan, di antaranya:

  • Hindari makanan yang dapat membentuk gas, seperti susu, kacang-kacangan, selada, kol, bawang, brokoli, jamur,  dan minuman berkarbonasi.
  • Batasi konsumsi makanan berlemak dan tinggi protein. Jenis makanan tersebut lebih lama dicerna sehingga menyebabkan lebih banyak gas.
  • Kurangi asupan serat. Perlu Anda ketahui, makanan berserat tinggi seperti roti gandum dan kacang-kacangan dapat menyebabkan penumpukan gas. Jika sudah merasa gas tidak lagi menumpuk di dalam tubuh, Anda bisa mengonsumsi kembali makanan yang mengandung serat.
  • Hindari konsumsi permen karet atau permen keras.
  • Makan lebih lambat agar udara yang masuk ke dalam tubuh lebih sedikit.
  • Makan lebih sedikit, tetapi sering.
  • Rutin berolahraga. Aktivitas fisik ini dapat membantu mengeluarkan gas dari sistem pencernaan.
  • Hindari kebiasaan merokok.
  • Jika Anda menggunakan gigi palsu, pastikan gigi tersebut pas.
  • Jika penyebab mulas dan perut kembung adalah kondisi medis tertentu, misalnya irritable bowel syndrome (IBS), pastikan untuk mendapatkan perawatan.

Itu dia penjelasan mengenai berbagai akibat menahan kentut yang sebaiknya Anda waspadai. Mengetahui fakta tersebut, Anda sebaiknya menghindari kebiasaan menahan kentut.

Jika dilakukan tidak terlalu sering, hal ini hanya memicu ketidaknyamanan. Namun, waspadai akibat dalam jangka panjang.

Apabila Anda mengalami kentut berlebihan disertai dengan gejala gangguan pencernaan lainnya, segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang sesuai. Semoga bermanfaat!

 

  1. Cirino, Erica. 2020. Should You Hold in Your Farts? https://www.healthline.com/health/digestive-health/holding-in-farts. (Diakses 30 Agustus 2022).

DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi