Terbit: 25 May 2021
Ditulis oleh: Gerardus Septian Kalis | Ditinjau oleh: dr. Ursula Penny Putrikrislia

Daur hidup nyamuk penting untuk diketahui agar Anda bisa mencegah serangga ini berkembang biak sekaligus mencegah penyakit yang ditimbulkannya. Simak penjelasan lengkap mengenai siklus hidup nyamuk dan cara membasmi nyamuk yang efektif berikut ini.

Memahami Daur Hidup Nyamuk, dari Telur hingga Nyamuk Dewasa

Memahami Daur Hidup Nyamuk

Pada dasarnya, lamanya siklus hidup nyamuk bervariasi antar spesies dan tergantung pada kondisi lingkungan seperti suhu dan kelembapan. Namun, siklus hidup semua nyamuk terdiri empat tahap yaitu telur, larva, pupa, dan nyamuk dewasa.

1. Telur

Nyamuk betina dewasa akan bertelur di genangan air, bahkan serangga ini hanya membutuhkan sedikit genangan air untuk bertelur. Air adalah bagian penting dari habitat nyamuk.

Pada umumnya, nyamuk akan mengeluarkan 100 telur sekaligus. Selain kuat menempel pada dinding wadah penyimpanan air, telur juga dapat bertahan hingga 8 bulan. Kebanyakan telur menetas menjadi larva dalam waktu 48 jam.

2. Larva atau Jentik Nyamuk

Larva muncul dari telur nyamuk, tetapi hanya setelah permukaan air menutupi telur. Seperti halnya telur nyamuk, air adalah bagian penting dari larva. Semakin banyak genangan air, hal tersebut akan memicu munculnya larva.

Perlu diketahui juga, larva memakan mikroorganisme yang ada di dalam air. Setelah ganti kulit tiga kali, larva kemudian menjadi pupa.

3. Pupa

Pada tahap ini pupa atau kepompong tidak membutuhkan makan, namun pupa harus tetap menghirup udara di permukaan air. Pupa juga menjadi peka terhadap cahaya, bayangan, serta gangguan lainnya. Periode ini juga membuat pupa lebih aktif secara fisik dengan melakukan gerakan berguling.

Pupa atau kepompong akan berkembang hingga tubuh baru berbentuk nyamuk terbang dari kulit kepompong dan meninggalkan air. Saat perkembangan selesai, kulit kepompong terbelah dan nyamuk dewasa (imago) muncul. Dibutuhkan waktu sekitar empat hari sampai nyamuk tersebut muncul.

Proses ini mirip dengan metamorfosis yang terlihat pada kupu-kupu saat berkembang.

4. Nyamuk Dewasa

Perlu Anda ketahui, nyamuk jantan makan nektar dari bunga dan nyamuk betina makan darah dari manusia/hewan untuk menghasilkan telur.

Daur hidup nyamuk ini membuat nyamuk jantan membutuhkan beberapa hari untuk mengembangkan organ reproduksinya, di mana hal ini penting untuk menciptakan lebih banyak nyamuk dan penyerbukan.

Sementara itu, nyamuk betina akan kawin satu kali dengan nyamuk jantan yang dipilih serta terus bertelur selama siklus hidupnya. Hal ini bisa berlangsung hingga dua bulan. Nyamuk jantan dewasa biasanya akan muncul lebih dulu dan akan menetap di dekat tempat perkembangbiakan untuk menunggu betina.

Nyamuk jantan akan hidup rata-rata hanya 6 sampai 7 hari, makan dari nektar tanaman, dan tidak makan darah. Sedangkan nyamuk betina dengan persediaan makanan yang cukup dapat hidup hingga 5 bulan atau lebih, dengan rata-rata masa hidup betina sekitar 6 minggu.

Sementara itu, untuk memelihara dan mengembangkan telurnya, nyamuk betina biasanya harus makan darah selain nektar tanaman. Nyamuk betina menemukan korbannya dengan karbon dioksida yang dihembuskan dan suhu tubuh.

Daur hidup nyamuk kembali seperti awal ketika nyamuk betina makan darah dan mengeluarkan telur.

Cara Membasmi Nyamuk dengan Efektif

Cara efektif untuk membunuh nyamuk adalah menghilangkan tempatnya berkembang biak hingga menggunakan perangkap. Berikut ini adalah beberapa langkah yang bisa Anda lakukan, di antaranya:

1. Mengurangi Genangan Air

Banyak spesies nyamuk membutuhkan genangan air untuk berkembang biak, jadi salah satu metode paling efektif untuk mengendalikannya adalah dengan mengurangi tempat-tempat yang bisa menimbulkan genangan air.

Namun, menghilangkan genangan tidak praktis dalam beberapa kasus. Spesies Aedes, yang bertanggung jawab untuk menularkan virus Zika dan demam berdarah bisa bertelur di luar air. Telur-telur ini dapat bertahan hidup selama berbulan-bulan dan siap menetas bila tersedia cukup air.

2. Metode Biologis

Solusi yang lebih baik adalah dengan memperkenalkan predator yang memakan nyamuk dewasa atau agen infeksi yang membahayakan nyamuk tanpa memengaruhi satwa liar lainnya.

Sebagian besar ikan hias mengonsumsi jentik nyamuk, termasuk koi dan ikan kecil. Sementara nyamuk dewasa rentan terhadap jamur Metarhizium anisoplilae dan Beauveria bassiana.

Agen infeksius lain yang lebih praktis adalah spora dari bakteri tanah Bacillus thurigiensis israelensis (BTI). Infeksi BTI membuat larva tidak bisa makan sehingga mati. Kekurangan dari BTI adalah tidak membunuh nyamuk dewasa.

3. Metode Fisik

Salah satu contoh metode fisik untuk membunuh nyamuk adalah memukulnya dengan tangan, pemukul lalat, atau raket listrik. Perlu diketahui juga, nyamuk bukanlah penerbang yang kuat sehingga mudah terperangkap ke dalam kipas angin.

Pada akhirnya, jika Anda serius ingin membunuh nyamuk, Anda mungkin perlu menggunakan kombinasi metode untuk mengendalikannya. Beberapa strategi yang paling efektif adalah menargetkan larva atau nyamuk dewasa. Sementara cara lain adalah membasminya di semua daur hidup nyamuk.

Cara Mencegah Gigitan Nyamuk

Mencegah gigitan dari nyamuk penting untuk diketahui  terutama Anda yang bepergian ke daerah tropis. Beberapa langkah yang bisa Anda lakukan adalah:

  • Menggunakan obat nyamuk bakar, semprot atau elektrik.
  • Mengenakan kaus dan celana panjang saat berada di luar ruangan.
  • Memastikan pintu dan jendela tidak ada lubang.
  • Menggunakan kelambu.

Sementara untuk mengurangi populasi nyamuk, singkirkan tempat-tempat yang bisa menampung air. Jika Anda memiliki hewan peliharaan, rutinlah mengganti tempat air minumnya.

Konsultasi dengan dokter diperlukan jika Anda memiliki gejala demam berdarah. Apabila terdapat anggota keluarga yang terkena demam berdarah, segera lindungi diri dan anggota keluarga lain yang belum terkena. Bekas gigitan nyamuk demam berdarah yang menggigit seseorang yang terinfeksi dapat menyebarkan infeksi ke orang lain.

 

  1. Anonim. Mosquito life cycle. https://www.cdc.gov/dengue/resources/factsheets/mosquitolifecyclefinal.pdf. (Diakses pada 25 Mei 2021).
  2. Helmenstine, Anne Marie. 2019. How to Kill Mosquitoes: What Works and What Doesn’t. https://www.thoughtco.com/how-to-kill-mosquitoes-4160066. (Diakses pada 25 Mei 2021).


DokterSehat | © 2024 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi