Terbit: 7 Maret 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Jika Anda suka makan daging dan hobi merokok, ada baiknya mewaspadai peningkatan risiko terkena penyakit jantung hingga 70 persen. Angka ini jauh lebih besar 50 persen jika dibandingkan dengan orang-orang yang hobi makan daging namun tidak merokok. Apa penyebab dari meningkatnya risiko terkena penyakit mematikan ini?

Dampak Tak Terduga Jika Perokok Juga Suka Makan Daging

Pakar kesehatan Dr. Susianto Tseng yang merupakan Presiden Yayasan Tempe Indonesia menyebutkan bahwa hobi makan daging dengan berlebihan memang kurang baik bagi kesehatan karena adanya kandungan lemak yang tinggi. Sementara itu, kebiasan merokok sudah dikenal luas sebagai pemicu dari banyak sekali jenis penyakit berbahaya, termasuk gangguan pada jantung dan pembuluh darah. Kombinasi dari kebiasaan merokok dan berlebihan dalam mengonsumsi daging tentu akan berdampak sangat buruk bagi kesehatan. Jika seseorang mengubah pola makannya menjadi vegetarian, risiko untuk terkena penyakit jantung bisa ditekan hingga hanya 14 persen saja.

Menjadi seorang vegetarian juga akan menurunkan risiko terkena hipertensi atau tekanan darah tinggi hingga 25 persen lebih rendah. Hal ini disebabkan oleh kecenderungan makanan-makanan dari bahan nabati yang tidak mengandung kolesterol jahat bagi tubuh.

Di Indonesia, hanya dua juta orang dari seluruh populasi yang telah mengadopsi pola makan vegetarian. Kebanyakan orang malas menjadi seorang vegetarian karena menganggap makanan yang dikonsumsi akan menjadi kurang sedap. Tak hanya itu, masih ada anggapan bahwa protein dan berbagai nutrisi lain yang ada di dalam produk hewani lebih baik jika dibandingkan dengan yang kita dapatkan dari makanan berbahan nabati.

Memang, menjadi seorang vegetarian masih menjadi hal yang kontroversial bagi banyak pihak, termasuk para pakar kesehatan. Namun, Dr. Susianto menyebutkan bahwa ada banyak sekali bahan makanan nabati yang bisa mensubtitusi bahan makanan hewani. Sebagai contoh, tempe memiliki kandungan protein dan zat besi yang jauh lebih baik dari daging.

Data Riskesdas dari Kemenkes menunjukkan bahwa baru 8 persen masyarakat yang rutin makan sayur dan buah. Padahal, jika kita rajin makan buah dan sayur, tubuh akan menjadi lebih sehat dan mampu mencegah datangnya penyakit berbahaya meskipun tidak harus menjadi seorang vegetarian.


DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi