Terbit: 13 March 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com РPria dan wanita sama-sama bisa menurunkan berat badan dengan mudah kalau menjalani diet yang benar. Namun, kecepatan penurunan berat badan antara pria dan wanita berbeda. Dengan metode diet dan olahraga  yang sama, pria mengalami penurunan lemak yang lebih banyak. Selain itu, tubuh pria juga mudah terbentuk.

4 Fakta Kenapa Pria Lebih Mudah Kurus Ketimbang Wanita

Nah, kira-kira apa yang menyebabkan pria lebih mudah kurus ketimbang wanita? Berikut penjelasan lengkapnya.

1. Pria memiliki otot yang lebih banyak

Dari penelitian yang dipublikasikan pada Journal of Applied Physiology ditemukan fakta kalau pria memiliki jumlah otot lebih banyak dari wanita. Pria memiliki 10-15% lebih banyak otot sehingga kerja kecepatan penurunan berat badannya berjalan dengan lancar.

Semakin banyak otot yang dimiliki, metabolisme bisa berjalan dengan lebih lancar. Kalau metabolisme lancar, lemak yang dibakar juga semakin banyak.

2. Wanita cenderung menyimpan lemak

Sekuat-kuatnya wanita melakukan olahraga dan diet yang sehat, lemak tetap akan susah diturunkan. Wanita cenderung menyimpan lemak yang banyak pada tubuh khususnya bagian dada, punggung, dan area bokong.

Penyimpanan lemak ini dipicu oleh kerja hormon estrogen. Hormon ini bekerja untuk menahan lemak dan membuat wanita jadi mudah hamil. Pada pria, hormon ini tidak ada sehingga lebih murah kurus.

3. Pria merespons latihan dengan cepat

Tubuh pria bisa merespons gerakan latihan dengan cepat. Setiap latihan akan berdampak besar untuk menurunkan kadar lemak dan mempercepat pertumbuhan otot.

4. Kemampuan tubuh wanita yang rendah

Secara anatomi, tubuh pria dan wanita berbeda. Pria cenderung memiliki otot yang kuat dan tulang yang lebih besar. Selain itu, ukuran paru-paru dan tingkat ketahanan fisik juga berbeda sehingga hasil yang didapatkan pria bisa lebih banyak.

Nah, inilah faktor yang menyebabkan pria lebih cepat kurus ketimbang wanita. Bagaimana menurut Anda?


DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi