Terbit: 22 November 2021
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Bagi beberapa wanita, keputihan kerap datang sebelum atau sesudah menstruasi. Namun ada kalanya keputihan muncul setelah berhubungan dengan pasangan. Lantas, keputihan setelah berhubungan apakah tanda hamil?

Keputihan Setelah Berhubungan Apakah Tanda Hamil?

Apa Itu Keputihan?

Keputihan sebenarnya adalah hal yang normal terjadi pada wanita. Ditandai dengan keluarnya sekresi berwarna bening keputih-putihan dari vagina. Hal ini biasa terjadi sebelum atau sesudah datang bulan.

Namun, ada kalanya kemunculan keputihan menjadi jauh lebih banyak setelah berhubungan intim dengan pasangan. Hal inilah yang sering membuat wanita ragu, apakah keputihan menjadi tanda awal kehamilan atau tidak.

Menurut beberapa penelitian, keputihan bisa jadi salah satu tanda awal kehamilan. Jumlahnya cenderung lebih banyak di awal-awal kehamilan karena pengaruh hormon.

Tubuh memproduksi lebih banyak estrogen dan progesteron. Menyebabkan cairan sekresi vagina juga lebih banyak. Lalu, bagaimana dengan keputihan setelah melakukan hubungan intim dengan suami? Ternyata hal tersebut belum tentu merupakan tanda awal kehamilan.

Keputihan Setelah Berhubungan Apakah Tanda Hamil?

Munculnya keputihan setelah berhubungan belum tentu merupakan tanda awal kehamilan. Jika keputihan terjadi sesaat hingga 12 jam setelah berhubungan, kemungkinan besar itu adalah cairan vagina yang bercampur dengan pelumas alami yang dihasilkan oleh kelenjar di vagina dan serviks setelah hubungan intim.

Kenapa setelah berhubungan keluar keputihan? Jika keputihan yang keluar lebih banyak dari biasanya, serta terjadi beberapa hari setelah berhubungan, kemungkinan besar hal itu adalah keputihan biasa. Kondisi ini bisa dipicu oleh stres atau kelelahan, fluktuasi hormon menjelang menstruasi, atau efek konsumsi kontrasepsi.

Jika ingin lebih memastikan kehamilan, disarankan untuk melakukan tes kehamilan atau memeriksakan diri ke dokter kandungan. Pasalnya, tidak semua kehamilan mengalami keputihan yang banyak.

Baca Juga: Perbedaan Keputihan Mau Haid dan Hamil, Ternyata Tidak Jauh Berbeda

Ciri Tidak Normal Keputihan setelah Hubungan Seks

Keputihan yang perlu diwaspadai adalah jika warnanya tidak normal, diiringi bau tidak sedap dan gatal serta perih di organ vital. Keputihan yang tidak normal dapat menjadi tanda adanya gangguan pada organ reproduksi.

Berikut adalah beberapa jenis keputihan yang harus diwaspadai, baik sebelum dan sesudah menstruasi atau terjadi setelah berhubungan seksual:

1. Diiringi oleh rasa sakit hebat di bawah perut

Rasa sakit hebat di bawah perut sering mengindikasikan adanya masalah pada organ reproduksi. Misalnya radang panggul, infeksi bakteri atau ragi, atau trikomoniasis.

Jika keputihan keluar banyak, diiringi bau tidak sedap, nyeri perut bawah dan atau sakit saat berhubungan, segera berkonsultasi ke dokter. Keluhan yang dibiarkan akan sangat membahayakan.

2. Berwarna kemerah-merahan

Jika keputihan berwarna kemerahan, berarti ada sedikit darah di dalamnya. Bisa jadi ini adalah keputihan di awal kehamilan. Namun bisa juga dikarenakan adanya luka kecil di liang vagina yang mungkin terjadi setelah hubungan intim.

Bila keputihan gatal setelah berhubungan dan warnanya kemerahan, lakukan tes kehamilan untuk memastikannya.

Baca Juga: Apakah Keputihan saat Hamil Sesuatu yang Normal? Cek Penjelasannya

3. Berwarna hijau atau hijau kekuningan

Keputihan dengan warna hijau atau hijau kekuningan biasanya juga bertekstur tebal dan menggumpal. Serta diiringi oleh bau busuk menyengat. Hal ini menandakan adanya infeksi karena penyakit kelamin yang menular. Penderitanya tidak boleh menunda pergi ke dokter atau gejalanya akan semakin parah.

4. Dibarengi oleh rasa gatal dan perih di organ vital

Ada kalanya keputihan berwarna dan bertekstur normal. Namun diiringi oleh rasa gatal dan perih di organ vital. Hal ini bisa menandakan kondisi lembab atau tidak bersih di daerah kemaluan.

Untuk mencegah gangguan yang lebih parah, jaga kondisi vagina. Bersihkan dengan tuntas serta keringkan setelah buang air. Pakailah pantyliner jika keputihan cukup banyak.

5. Berwarna merah terang

Keputihan dengan warna merah terang setelah berhubungan adalah tanda adanya perdarahan. Kondisi ini bisa jadi tidak serius. Misalnya karena penetrasi yang terlalu keras hingga menyebabkan liang vagina lecet.

Namun bisa jadi pula keputihan ini menandakan masalah serius yang terjadi di organ reproduksi. Misalnya kanker endometrium. Jika keputihan yang keluar banyak atau lebih dari sehari, segera berkonsultasi dengan dokter kandungan agar penyebabnya diketahui dengan pasti.

6. Berwarna putih kekuningan dan berbau

Keputihan dengan warna kekuningan dan bau yang kuat mengindikasikan adanya infeksi jamur pada vagina. Biasanya keputihan ini juga tebal, pekat atau lengket serta diiringi rasa gatal.

7. Berwarna abu-abu

Keputihan berwarna abu-abu juga biasanya dibarengi oleh gatal dan kemerahan di sekitar mulut vagina serta bau tidak sedap. Hal ini mengindikasikan infeksi bacterial vaginosis.

Segera berkonsultasi ke dokter kandungan untuk memastikan. Jika positif karena infeksi bakteri, biasanya akan ada obat serta antibiotik yang harus dikonsumsi.

Cara Mencegah Keputihan setelah Berhubungan Seks

Semua keputihan dengan tanda-tanda di atas harus segera diatasi. Lakukan hal berikut untuk mencegah atau membantu mengatasi keputihan abnormal tersebut:

  • Bersihkan area kemaluan dengan seksama. Gunakan air bersih dan basuh dari arah depan ke belakang. Lalu keringkan dengan baik.
  • Ganti celana dalam yang terasa lembab. Gunakan pantyliner  dan jangan lupa menggantinya setiap empat jam.
  • Lakukan seks sehat dan bertanggung jawab serta hanya dengan pasangan yang sah.
  • Kendalikan stress dan jangan terlalu lelah.

Tanda-Tanda Awal Kehamilan Selain Keputihan

Tanda awal kehamilan bisa jadi terasa sangat samar bahkan tidak disadari, kira-kira sekitar minggu keempat hingga keenam kehamilan.

Berikut adalah beberapa tanda kehamilan:

  • Sakit atau nyeri pada perut bagian bawah, terutama saat beraktivitas terlalu padat atau saat berhubungan.
  • Keputihan yang meningkat, terkadang berwarna kemerahan.
  • Terlambat datang bulan.
  • Payudara terasa kencang, sakit, dan berat.
  • Rasa mual, malas, cepat lelah, atau mengantuk.
  • Mood swing.

Keputihan setelah berhubungan apakah normal? Ya itu normal dan belum tentu tanda kehamilan.

Tanda-tanda tersebut harus dikonfirmasi dengan tes kehamilan untuk memastikan, termasuk jika terjadi keputihan setelah berhubungan.

 

  1. Esle, Jamie. 2020. What can cause discharge after sex? https://www.medicalnewstoday.com/articles/discharge-after-sex. (Diakses pada 17 November 2021).
  2. Survase, Sumeet. 2019. Early pregnancy signs and symptoms white discharge. https://www.practo.com/consult/early-pregnancy-signs-and-symptoms-white-discharge/t. (Diakses pada 17 November 2021).
  3. Weiss, Robin Elise. 2021. Can You Feel Pregnancy Symptoms Soon After Sex? https://www.verywellfamily.com/pregnancy-symptoms-soon-after-sex-2758457. (Diakses pada 17 November 2021).


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi