Terbit: 31 July 2019
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com – Saat mengalami menstruasi, nyeri di tubuh umum terjadi pada beberapa wanita Bahkan, sebelum menstruasi muncul pun tubuh sudah nyeri khusus di area perut karena mengalami PMS. Kondisi ini wajar dan akan berulah di siklus berikutnya. Selain nyeri PMS, beberapa wanita juga mengalami masalah di vulva saat menstruasi.

7 Penyebab Nyeri di Vulva Saat Mengalami Menstruasi

Penyebab nyeri di vulva saat menstruasi

Sakit di area vulva atau vagina bagian luar yang mencakup labia hingga klitoris ini tidak umum pada wanita yang menstruasi. Kalau Anda awalnya tidak mengalaminya lalu mendadak memiliki hal ini kemungkinan besar beberapa masalah di bawah ini penyebabnya.

  1. Vulvodynia

Iritasi yang terjadi di vulva selama lebih dari tiga bulan bisa dikategorikan sebagai vulvodynia. Hingga saat ini penyebab utama dari gangguan ini masih belum jelas. Namun, beberapa faktor seperti pernah mengalami infeksi pada vagina, mengalami alergi karena kulit sensitif, otot di panggul lemah, hingga perubahan hormon bisa jadi salah satu penyebabnya.

Tidak ada cara khusus untuk menyembuhkan gangguan ini mengingat penyebabnya pun juga tidak jelas. Namun, yang sering diatasi adalah gejalanya yang muncul dan sering mengganggu. Krim hormon sering digunakan atau menggunakan obat tertentu agar rasa sakit di sana bisa hilang dengan sendirinya.

  1. Infeksi jamur atau ragi

Salah satu jenis infeksi yang paling sering dialami oleh wanita adalah infeksi jamur. Setidaknya sekitar 75% wanita akan mengalami infeksi ini setidaknya sekali dalam seumur hidupnya. Kondisi ini muncul karena ada perubahan jumlah jamur di sekitar vulva dan dalam vagina karena penggunaan antibiotik yang salah, douching, dan sanitasi yang buruk.

Seseorang dengan infeksi ini biasanya akan merasakan nyeri di vulva yang sangat intens Nyeri ini bisa diatasi dengan obat jenis OTC baik itu untuk dioleskan ke area vulva atau obat oral yang diminum sesuai dengan resep dokter. Kalau obat OTC tidak memberikan perubahan besar, segera periksakan diri ke dokter.

  1. Infeksi bakteri

Infeksi bakteri atau sering disebut bacterial vaginosis adalah infeksi yang terjadi karena jumlah bakteri di dalam vagina jadi berubah. Karena ada perubahan pH, bakteri bisa saja menjadi banyak dan bersifat buruk pada tubuh. Selain itu infeksi juga bisa terjadi karena masuknya bakteri dari luar akibat flora normal yang terus menipis dengan sendirinya.

Seseorang yang mengalami infeksi bakteri disarankan untuk lebih memperhatikan sanitasi area kemaluannya. Kalau hal ini tidak dilakukan, infeksi akan semakin parah, apalagi saat menstruasi. Gunakan obat jenis antibiotik yang diresepkan oleh dokter. Jangan asal minum antibiotik jenis OTC di luar sana karena bisa memengaruhi bakteri di saluran cerna juga.

  1. Folliculitis

Salah satu alasan untuk menjaga sanitasi dari area vagina adalah untuk mencegah terjadinya infeksi baik bakteri atau infeksi di rambut yang ada di sana. Beberapa rambut kemaluan yang tidak mau tumbuh akan membengkak dan akhirnya memunculkan bisul yang membengkak. Kondisi ini akan memberikan rasa sakit yang besar dan sering tidak nyaman.

Kondisi yang bernama folliculitis ini bisa muncul kalau area di vulva sangat kotor apalagi saat menstruasi. Penggunaan pembalut yang tidak diganti secara berkala bisa memicu masalah yang jauh lebih besar. Penanganan terhadap folliculitis ini adalah dengan menjaga sanitasi dan juga memberikan obat jenis topikal di area yang sedang terdampak. Jangan menekan atau memencet area yang membengkak karena bisa memicu iritasi yang lebih parah.

  1. Kanker vulva

Kanker juga bisa terjadi di area vulva. Kondisi ini akan parah dengan sendirinya dan memicu nyeri saat wanita sedang menstruasi. Wanita yang mengalami kanker ini biasanya pernah terkena infeksi HPV sebelumnya atau ada riwayat kutil kelamin yang sebelumnya pernah dibersihkan dari sana.

Selain nyeri kanker vulva juga memicu nanah dan juga perdarahan. Kondisi ini bisa diatasi dengan melakukan operasi, pemberian obat, dan kemoterapi. Segera periksakan diri kalau sudah muncul tanda ini di tubuh, Jangan biarkan kanker tumbuh lebih cepat dan stadiumnya terus bertambah

  1. Trichomoniasis

Trichomoniasis adalah salah satu penyakit menular  seksual yang mudah sekali terjadi dari aktivitas seks yang tidak sehat. Kondisi ini muncul akibat parasit yang terus tumbuh dan menyebabkan nyeri saat menstruasi. Aroma yang tidak sedap serta rasa sakit saat melakukan seks juga menjadi salah satu tanda yang sering muncul.

Kondisi trichomoniasis tidak akan sembuh dengan sendirinya dengan hanya memperbaiki sanitasi. Anda tetap harus mengonsumsi obat oral sesuai dengan resep dokter. Dengan obat ini, parasit bisa segera dibasmi sehingga area vagina akan membaik kembali perlahan-lahan.

  1. Vaginismus

Vaginismus adalah gangguan pada otot yang ada di vagina sehingga sering mengencang sendiri saat melakukan seks. Akibat pengencangan tiba-tiba ini, penetrasi kadang tidak bisa dilakukan dengan baik dan menyakitkan. Kondisi ini juga bisa memicu gangguan saat menstruasi terjadi.

Vaginismus bisa terjadi karena ada gangguan pada fisik dan mental. Gangguan fisik bisa diatasi dengan melatih otot di vagina. Namun, kalau masalah psikis yang terjadi, terapi harus dilakukan agar wanita tidak mengalami trauma sehingga saat seks, otot tidak mengalami kram dengan sendirinya. Lakukan pengecekan rutin untuk mengetahui sudah ada perkembangan pada kondisi vagina atau belum.

Inilah beberapa penyebab rasa nyeri yang muncul di vulva saat wanita sedang menstruasi. Dari ulasan di atas terlihat dengan jelas kalau nyeri yang muncul merupakan tanda dari penyakit tertentu. Oleh karena itu kita disarankan untuk mengeceknya dengan baik dan segera menanganinya dengan baik agar tidak menjadi lebih parah.

 


DokterSehat | © 2024 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi