Terbit: 2 December 2019 | Diperbarui: 3 November 2023
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Vagina yang rapat dan kencang dianggap meningkatkan kepuasan seks, tetapi sebaliknya untuk vagina longgar. Kondisi demikian disebabkan kondisi tertentu. Apa saja penyebab vagina longgar? Lebih lanjut simak dalam ulasan di bawah ini.

Penyebab Vagina Terasa Longgar dan Cara Mengetahuinya

Apakah Miss V Bisa Longgar?

Vagina adalah saluran berotot dan jaringannya elastis. Organ intim wanita ini memiliki kulit dan jaringan yang super elastis dan mampu menampung benda yang masuk atau keluar, seperti penis atau mainan seks, dan melahirkan.

Vagina dapat meregang saat diperlukan, dan kemudian kembali ke bentuk dan ukuran semula karena memiliki otot yang elastis.

Sebagai contoh pada bibir, saat menguap atau melahap burger membuat bibir melebar, kemudian bibir akan kembali ke bentuk dan ukuran normalnya. Begitu pun dengan vagina. Adapun vagina yang longgar salah satunya melahirkan, itu pun akan kembali ke kondisi semula seiring waktu pemulihan persalinan.

Baca Juga: 5 Bentuk Vagina yang Penting untuk Diketahui, Punya Anda Normal?

Penyebab Miss V Longgar

Elastisitas vagina bisa mengendur dan menyebabkannya longgar karena faktor tertentu. Berikut ini beberapa penyebab vagina terasa longgar, antara lain:

1. Usia

Wanita mungkin mulai melihat perubahan elastisitas vagina dimulai pada usia 40-an. Kondisi itu karena kadar estrogen akan mulai menurun saat memasuki tahap perimenopause.

Hilangnya estrogen berarti jaringan vagina akan menjadi lebih tipis, mengering, pH kurang asam, dan  kurang elastis atau fleksibel.

Perubahan tersebut mungkin menjadi lebih nyata setelah mencapai masa menopause. Meskipun demikian, kelonggaran atau kelemahan pada vagina hanya sedikit.

2. Persalinan Normal

Persalinan normal atau pervaginam membuat otot-otot vagina harus meregang untuk membentuk lubang yang cukup besar agar bayi dapat melewati jalan lahir dan keluar dari pintu masuk vagina.

Anda mungkin memerhatikan bahwa vagina terasa sedikit lebih longgar dibandingkan bentuk sebelum melahirkan. Namun, vagina akan mulai kembali normal beberapa hari setelah melahirkan, meskipun mungkin belum sepenuhnya kembali ke bentuk aslinya.

Jika Anda pernah melahirkan normal beberapa kali, otot-otot vagina kemungkinan besar akan kehilangan sedikit elastisitasnya. Jika Anda merasa tidak nyaman dengan hal ini, ada latihan untuk memperkuat otot dasar vagina sebelum, selama, dan setelah kehamilan.

Baca Juga: Mengenal Queef, Keluarnya Udara Seperti Kentut dari Vagina

Cara Mengetahui Miss V Longgar

Rutin memeriksa kondisi vagina dapat membantu mengenali kondisi vagina, apakah masih kencang atau sudah longgar. Anda dapat mengenali kondisi dengan memerhatikan gejala vagina longgar, berikut di antaranya:

  • Mengalami kesulitan menjaga tampon (pembalut) tetap di tempatnya.
  • Peregangan vagina setelah melahirkan.
  • Pasangan tidak bergairah saat berhubungan seks dan/atau melaporkan kurangnya gesekan.
  • Kurangnya sensasi seksual.
  • Inkontinensia urine atau kebocoran urine
  • Perasaan ingin buang air kencing.

Baca Juga: 10 Cara Membersihkan Vagina yang Benar, Bebas Gatal dan Bau

Cara Mengembalikan Kerapatan Vagina

Kerapatan vagina berhubungan erat dengan kekuatan otot yang ada di area itu sendiri dan panggul. Kalau sampai kekuatan ototnya menurun, vagina tidak akan memiliki cengkraman yang kuat. Selain itu wanita dengan otot panggul lemah bisa mengalami anyang-anyangan, ngompol, dan sering nyeri saat seks.

Cara terbaik untuk mengatasi hal ini adalah dengan melatih otot panggul lagi agar kembali kuat. Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan:

1. Senam Kegel

Senam kegel adalah latihan yang dilakukan untuk membuat otot pelvis menjadi lebih kuat. Latihan bisa dilakukan dengan cara menahan buang air kecil berkali-kali lalu melepasnya. Otot yang digunakan untuk menahan pipis itu harus dilatih agar agar cengkraman vagina kembali kuat.

Latihan bisa dilakukan 3 sesi dalam sehari. Satu sesi butuh sekitar 5-10 kali menahan pipis. Lakukan latihan ini sesuai dengan kebutuhan.

2. Pelvic Tilt Exercises

Latihan ini dilakukan dengan tidur terlentang lalu kaki ditekuk. Selanjutnya bagian kaki dan tangan yang ada di lantai menjadi tumpuan dan bagian panggul diangkat ke atas selama beberapa kali. Lakukan latihan ini sebanyak 2 kali sehari secara rutin.

3. Neuromuscular Electrical Stimulation (NMES)

Cara terakhir yang bisa dilakukan untuk mengembalikan kekuatan dari otot pelvis adalah dengan NMES. Ini merupakan alat yang digunakan untuk mengirim aliran listrik kekuatan kecil yang akan memberikan relaksasi pada otot dan mengembalikan kekuatannya.

NMES bisa dilakukan sendiri atau dengan bantuan tenaga medis. Umumnya satu kali terapi membutuhkan waktu sekitar 20 menit.

Nah, itulah ulasan tentang penyebab vagina hingga cara mengembalikan kerapatan vagina Anda. Terlepas longgar atau tidak, pastikan jaga kondisi kesehatan dan kebersihan organ intim Anda. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Teman Sehat!

 

  1. Castleman, Michael. 2011. The Rare Truth About “Tight” and “Loose” Women. https://www.psychologytoday.com/us/blog/all-about-sex/201109/the-rare-truth-about-tight-and-loose-women. (Diakses pada 2 Desember 2019)
  2. Sissons, Claire. 2019. What to know about a loose vagina. https://www.medicalnewstoday.com/articles/325890.php. (Diakses pada 2 Desember 2019)
  3. Scaccia, Annamarya. 2018. Is It Possible to Have a Loose Vagina?. https://www.healthline.com/health/womens-health/loose-vagina#pelvic-floor-exercises. (Diakses pada 2 Desember 2019)
  4. Smith, Erika W. 2019. Your Vagina Can’t Get “Loose” From Having “Too Much” Sex. https://www.refinery29.com/en-us/loose-vagina-causes-too-much-sex. (Diakses pada 2 Desember 2019)


DokterSehat | © 2024 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi