Terbit: 30 September 2022
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: dr. Sheila Amabel

Vagina seorang wanita memiliki pH atau keasaman khusus yang membuatnya selalu sehat. Dengan keasaman yang terjaga, flora normal yang hidup di dalamnya tidak mati. Ketahui nilai pH vagina dan cara untuk menjaganya tetap normal dalam penjelasan berikut ini

Hal-hal Penting Seputar pH Vagina yang Wajib Diketahui oleh Wanita

Berapa pH Normal Vagina?

Normalnya pH yang dimiliki oleh vagina sekitar 3,8-5,0. Dengan skala ini pH dari vagina bisa dikategorikan sebagai asam. Kondisi ini terjadi saat wanita memiliki usia sekitar 18-45 tahun.

Saat wanita berada pada tahun suburnya, pH pasti berada di bawah 4,5 atau sama dengan itu. Namun, perubahan bisa terjadi saat wanita menyelesaikan menstruasinya. Pasca-menstruasi, pH dari wanita akan naik di atas 4,5 untuk sementara waktu.

Skala ini harus dipertahankan oleh wanita setiap saat. Sedikit saja pH mengalami perubahan, pertahanan dari kewanitaan akan menurun. Akibatnya, infeksi bisa saja terjadi dan menyebabkan masalah yang serius.

Hal-hal yang Memengaruhi pH Vagina

Ada beberapa hal yang bisa menyebabkan keseimbangan pH organ kewanitaan terganggu. Biasanya beberapa kondisi dan infeksi tertentu mengakibatkan angka pH meningkat.

Sejumlah penyebab terjadinya perubahan pH tersebut, antara lain:

  • Vaginosis bakterialis: Kondisi ini terjadi ketika flora normal di dalam vagina meningkat. Akibatnya, pH vagina ikut meningkat.
  • Darah menstruasi: Pada saat darah menstruasi sedang banyak-banyaknya, pH organ intim meningkat.
  • Menopause: Hormon estrogen yang berkurang saat menopause dapat memengaruhi pH normal vagina.
  • Cuci vagina (douching): Bila dilakukan terlalu sering, akan terjadi perubahan pH.
  • Penggunaan antibiotik: Selain membunuh bakteri penyakit, antibiotik juga dapat menyebabkan bakteri (flora) di dalam vagina. Hal ini akan ikut memengaruhi pH.
  • Seks tanpa kondom: Air mani bersifat basa, sedangkan vagina memiliki lingkungan yang asam. Jika terdapat air mani di dalam vagina, pH akan meningkat untuk sementara.
  • Kondisi lain: Berbagai kondisi kesehatan dianggap dapat meningkatkan pH vagina, seperti infeksi menular seksual dan infertilitas.

Baca JugaPenyebab dan Cara Mengatasi Vagina Gatal setelah Berhubungan Seks

Tips Menjaga pH Vagina Tetap Normal

Berikut ini adalah beberapa cara yang bisa Anda lakukan guna menjaga agar pH vagina berada di angka normal:

1. Hindari Douching

Douche atau douching adalah teknik membersihkan vagina dengan memasukkan cairan atau semi padat ke liang.

Cairan yang digunakan akan membersihkan lendir yang ada di dalam vagina dan membuat organ ini menjadi lebih kesat. Baunya yang tidak sedap juga akan hilang seketika.

Sayangnya, douching memberikan banyak hal buruk pada vagina. Pertama, organ ini akan mengalami perubahan pH yang banyak. Selanjutnya, perubahan pH menyebabkan vagina mengalami infeksi akibat mikroba merugikan mudah masuk.

2. Gunakan Alat Kontrasepsi saat Berhubungan Seks

Selalu gunakan pengaman saat bercinta, terutama kondom. Pasalnya, saat melakukan seks, kotoran dari penis bisa ikut masuk dan menempel. Akibatnya, pH organ intim akan berubah dan rentan mengalami infeksi.

Selain menggunakan pengaman seperti kondom, ada beberapa hal yang harus diperhatikan pasangan setelah bercinta, salah satunya adalah membersihkan vagina.

Anda bisa mencuci vagina dengan menggunakan air bersih, lalu mengelapnya hingga kering. Ingatlah, jangan tidur setelah bercinta tanpa membersihkannya terlebih dahulu.

Setelah semuanya bersih, jangan lupa untuk mengganti celana dalam Anda. Barulah setelah itu, Anda boleh tidur.

2. Konsumsi Probiotik

Probiotik adalah bakteri baik yang terdapat di dalam tubuh. Saat mengonsumsi probiotik, bakteri baik di vagina akan terjaga dan peluang terjadinya infeksi dari luar menjadi rendah.

Oleh karena itu, konsumsilah makanan yang mengandung probiotik agar pH pada vagina tetap normal. Beberapa makanan dengan kandungan probiotik yang bisa dikonsumsi, antara lain yoghurt, kimchi, dan kombucha.

4. Jaga Kebersihan Vagina

Menjaga kebersihan organ kewanitaan wanita menjadi salah satu kunci agar pH pada vagina tetap normal.

Mengingat darah haid bisa meningkatkan pH, maka cara terbaik untuk menjaga keseimbangannya adalah dengan mengganti pembalut, tampon, dan celana dalam secara rutin.

Tidak hanya itu, hindari produk pembersih kewanitaan yang mengandung pewangi. Pasalnya, produk tersebut dikhawatirkan akan meningkatkan risiko infeksi jamur.

5. Gunakan Pakaian Dalam Berbahan Katun

Selain menjaga kebersihan vagina, Anda juga sebaiknya memperhatikan celana dalam yang digunakan sehari-hari.

Bahan pakaian dalam yang bagus untuk membantu menjaga keseimbangan pH pada vagina adalah katun. Sebaliknya, hindari bahan poliester, nilon, dan lain-lain.

Baca Juga:Penyebab Bisul di Vagina dan Cara Mengobatinya

6. Kelola Stres

Secara tidak langsung, stres dapat memengaruhi pH normal wanita. Ini terjadi akibat peningkatan kortisol saat stres. Hormon ini dapat mengganggu keseimbangan pH pada organ kewanitaan.

Jadi, selain memperhatikan asupan sehari-hari, pastikan juga untuk mengelola stres dengan baik.

7. Batasi Asupan Gula

Salah satu hal yang penting Anda perhatikan untuk menjaga pH normal pada organ kewanitaan adalah asupan makanan. Pastikan untuk membatasi asupan gula harian.

Penting diketahui, makanan atau minuman manis berkontribusi terhadap meningkatnya kadar gula di dalam tubuh. Kondisi ini juga bisa ikut meningkatkan pH organ intim.

Sebaliknya, perbanyaklah konsumsi air putih. Pastikan untuk mencukupi kebutuhan cairan harian untuk menjaga miss V tetap sehat.

Nah, itulah penjelasan lengkap seputar pH wanita yang penting untuk pahami. Anda bisa berkonsultasi lebih lanjut kepada dokter terkait perawatan organ reproduksi yang aman. Semoga informasi ini bermanfaat!

 

  1. Lin, Yen-Pin. 2021. Common Vaginitis. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC8618584/. (Diakses pada 29 September 2022).
  2. Nall, Rachel. 2022. Vaginal pH Balance: Symptoms, Remedies, and Tests. https://www.medicalnewstoday.com/articles/322537. (Diakses pada 29 September 2022).


DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi