Terbit: 14 October 2022
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: dr. Aloisia Permata Sari Rusli

Secangkir teh hangat dianggap dapat membantu meredakan stres dan membuat suasana hati menjadi lebih baik. Hal itulah yang membuat beberapa wanita yang sedang menstruasi memilih untuk mengonsumsinya. Namun, ada juga yang beranggapan bahwa minum teh saat haid adalah sesuatu yang berbahaya. Bagaimana faktanya? Simak penjelasannya di sini.

Bolehkah Minum Teh saat Haid? Cek Jawabannya di Sini

Berbahayakah Minum Teh saat Haid?

Teh memiliki kandungan kafein, tanin, dan oksalat. Semua kandungan inilah yang dianggap dapat mengganggu kesehatan.

Tanin dan oksalat yang terdapat di dalam teh dianggap dapat menghambat penyerapan zat besi. Jika hal ini terjadi selama haid, Anda berisiko mengalami anemia.

Kendati begitu, penelitian lain mengenai dampak jangka panjang tanin dan oksalat terhadap penyerapan zat besi masih perlu dilakukan.

Sementara itu, kafein adalah zat perangsang yang secara alami terdapat pada biji kopi, daun teh, dan buah kakao. Kafein berguna untuk meningkatkan fokus dan membantu mengatasi rasa kantuk.

Meski membuat Anda lebih waspada, ada sejumlah efek kafein yang tidak menyenangkan, seperti:

  • Sakit kepala.
  • Detak jantung cepat.
  • Dehidrasi.
  • Kecemasan.

Baca Juga9 Gerakan Olahraga saat Haid yang Diperbolehkan

Alhasil, bukannya akan membuat badan menjadi lebih enakan, minum teh saat haid justru akan membuat ketegangan meningkat sehingga Anda malah akan mudah cemas dan merasa tidak nyaman.

Sejumlah penelitian juga telah menemukan bahwa kafein dapat memengaruhi haid, seperti:

  • Memperpendek siklus haid.
  • Mengeluarkan lebih banyak darah.
  • Memperpanjang periode haid.
  • Siklus haid tidak teratur.
  • Mencegah ovulasi terjadi.

Di sisi lain, ada juga penelitian yang membuktikan efek sebaliknya. Penelitian dari American Journal of Clinical Nutrition menemukan jika konsumsi kafein tidak akan menyebabkan gejala premenstrual syndrome (PMS) memburuk.

Sementara itu, penelitian lain bahkan menemukan manfaat minum teh saat haid. Menurut penelitian dalam BMJ Open, wanita haid yang minum teh oolong dapat mengalami penurunan risiko kram menstruasi atau dismenore.

Terlepas dari itu, setiap orang akan memberikan respons berbeda terhadap kafein. Namun, sebaiknya Anda membatasi konsumsinya selama haid.

Menurut Mayo Clinic, batas konsumsi kafein orang dewasa sebaiknya tidak lebih dari 400 mg.

Baca Juga: 12 Manfaat Teh Darjeeling bagi Kesehatan Tubuh

Pilihan Teh yang Baik Dikonsumsi saat Haid

Demi menghindari efek kafein yang mengganggu, Anda dapat membatasi minum teh saat haid atau memilih teh yang mengandung rendah kafein, seperti:

1. Teh Chamomile

Teh ini terbuat dari bunga chamomile kering. Selain rendah kafein, teh chamomile juga terkenal karena kemampuannya untuk mengatasi insomnia.

Meski tidak berdampak secara signifikan terhadap kram saat haid, teh ini dapat membantu menurunkan kadar kolesterol dan meningkatkan kesehatan kardiovaskular.

2. Teh Jahe

Sejak dulu, jahe sudah digunakan sebagai herbal dalam pengobatan alami. Maka tak mengherankan jika tanaman ini dapat membantu mengatasi kram perut saat haid.

Manfaat teh jahe untuk haid hadir berkat kandungan antiinflamasi dan zat penghilang rasa sakit di dalamnya.

3. Teh Rooibos

Selain tidak mengandung kafein, teh ini juga dapat membantu mengurangi stres oksidatif dan menurunkan tekanan darah.

Baca JugaPenyebab Sakit Kepala saat Haid dan Cara Mengatasinya

4. Teh Kayu Manis

Memiliki rasa manis dan sedikit pedas, teh ini dapat mengurangi rasa kembung dan tidak nyaman yang sering kali terjadi pada saat haid berlangsung. Namun, penelitian lebih lanjut mengenai manfaat ini masih perlu dilakukan.

5. Teh Hibiscus

Selain rendah kafein, teh ini juga memiliki sifat antitumor dan antioksidan. Keduanya dapat membantu meningkatkan kesehatan jantung dan tekanan darah.

Itulah penjelasan seputar dampak minum teh saat haid. Mengetahui bahayanya, Anda sebaiknya membatasi konsumsi teh dan kafein selama periode sedang berlangsung. Alternatifnya, Anda bisa mengganti teh hangat dengan air putih hangat sesuai rekomendasi para ahli.

Jika mengalami gejala haid yang tidak biasa atau rasa nyeri sudah tidak bisa ditoleransi, tidak ada salahnya untuk berkonsultasi kepada dokter.

 

  1. Anonim. Caffeine. https://medlineplus.gov/caffeine.html. (Diakses pada 14 Oktober 2022).
  2. Geng, Caitlin. 2022. Which Tea Has the Most Caffeine? https://www.medicalnewstoday.com/articles/which-tea-has-the-most-caffeine. (Diakses 14 Oktober 2022).
  3. Hahn, Kristen A. 2013. Correlates of Menstrual Cycle Characteristics Among Nulliparous Danish Women. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/23983490/. (Diakses pada 14 Oktober 2022).
  4. Purdue-Smithe, Alexandra C., dkk. 2016. A Prospective Study of Caffeine and Coffee Intake and Premenstrual Syndrome. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4962155/. (Diakses pada 14 Oktober 2022).
  5. Shoemaker, SaVanna. 2012. The 8 Best Teas for Menstrual Cramps. https://www.healthline.com/nutrition/tea-for-cramps. (Diakses pada 14 Oktober 2022).
  6. Whelan, Corey Kagan. 2022. Does Caffeine Affect Your Period? It’s Complicated. https://www.livestrong.com/article/96768-effects-caffeine-womans-menstrual-cycle/. (Diakses pada 14 Oktober 2022).
  7. Wong, Cathy. 2021. Can Drinking Tea Hinder Iron Absorption From Food? https://www.verywellhealth.com/can-herbal-tea-interfere-with-iron-absorption-89168. (Diakses pada 14 Oktober 2022).
  8. Zhang, Xiaoyu., dkk. 2018. Association of Tea Drinking and Dysmenorrhoea Among Reproductive-Age Women in Shanghai, China (2013–2015): A Cross-Sectional Study. https://bmjopen.bmj.com/content/9/4/e026643. (Diakses pada 14 Oktober 2022).

DokterSehat | © 2024 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi