Terbit: 12 April 2021 | Diperbarui: 29 September 2022
Ditulis oleh: Gerardus Septian Kalis | Ditinjau oleh: dr. Sheila Amabel

KB spiral atau dalam dunia medis dikenal dengan sebutan intrauterine device (IUD) adalah alat kecil yang dipasang di rahim untuk menghentikan proses inseminasi. Simak penjelasan lengkap mengenai efeknya pada tubuh hingga cara pemasangan spiral KB.

KB Spiral: Manfaat, Cara Kerja, Keunggulan, dan Efek Samping

Apa itu KB Spiral?

Spiral KB atau KB IUD adalah alat kontrasepsi yang memiliki bentuk seperti huruf ‘T’. Alat ini dipasang di dalam rahim untuk mencegah kehamilan dengan menghentikan sperma untuk membuahi sel telur. Metode ini adalah salah cara pengendalian kelahiran yang paling efektif.

Alat kontrasepsi ini memiliki dua jenis. Macam-macam KB spiral tersebut adalah tembaga dan hormonal, IUD hormonal terbuat dari plastik dan melepaskan hormon. IUD tembaga terbuat dari tembaga dan plastik yang dan tidak melepaskan hormon.

IUD adalah pilihan kontrasepsi yang sangat baik bagi banyak wanita. Namun, metode ini bukanlah pilihan terbaik untuk wanita yang berisiko tinggi mengalami infeksi menular seksual.

Bagaimana Cara Kerja KB Spiral?

Perlu diketahui, KB spiral hormonal melepaskan progestogen yang bisa:

  • Mengentalkan lendir di pintu masuk rahim sehingga sperma tidak bisa masuk.
  • Menipiskan lapisan rahim, membuat telur yang telah dibuahi sulit untuk bertahan.
  • Jenis kontrasepsi ini serupa dengan cara kerja pil mini dan KB implan.

Sementara itu, spiral KB tembaga bekerja dengan cara:

  • Menghambat sperma untuk mencapai dan membuahi sel telur.
  • Mengubah lapisan rahim, sehingga jika telur dibuahi tetap tidak bisa menempel dan berkembang.

Tembaga bersifat racun bagi sperma, sehingga juga dapat digunakan sebagai kontrasepsi darurat dalam 5 hari setelah hubungan seks tanpa kondom.

Seberapa Efektif penggunaan KB Spiral?

Alat ini akan bekerja dengan sangat baik jika dipasang dan digunakan dengan benar. Ini adalah salah satu metode kontrasepsi paling efektif yang bisa digunakan. Pemasangan yang benar membuat peluang Anda untuk hamil kurang dari 1%.

Meski begitu, alat kontrasepsi ini tidak melindungi Anda dari infeksi menular seksual. Oleh karena itu, Anda disarankan menggunakan kondom untuk perlindungan tambahan.

Baca Juga: Koyo KB: Manfaat, Cara Penggunaan, hingga Efek Samping

Bagaimana Cara Memasang KB Spiral?

Pada dasarnya, cara pemasangan KB spiral pada wanita dapat dilakukan oleh tenaga paramedis seperti bidan ataupun tenaga medis seperti dokter umum ataupun dokter kandungan.

Prosedurnya dimulai seperti Anda melakukan Pap smear. Anda akan meletakkan kaki di stirrups. Dokter kemudian akan menempatkan spekulum di dalam vagina untuk menahan vagina agar tetap terbuka.

Setelah itu, dokter akan memasukkan IUD ke dalam tabung kecil yang akan dimasukkan ke dalam vagina. Kemudian dokter akan memindahkan tabung ke atas melalui serviks dan masuk ke dalam rahim. Dokter akan mendorong IUD keluar dari selang dan menariknya keluar. Tali yang menempel pada IUD akan menggantung 2,5 sampai 5 cm ke dalam vagina.

Prosedurnya ini akan menimbulkan ketidaknyamanan, Anda mungkin mengalami kram dan pendarahan, tetapi akan hilang dalam beberapa hari. Beberapa wanita mungkin akan merasa pusing akibat rasa sakit yang dialaminya.

Anda mungkin akan disarankan mengonsumsi obat pereda nyeri seperti ibuprofen beberapa jam sebelum prosedur, hal ini diperlukan untuk mengimbangi kram yang muncul.

Meski spiral KB bisa dipasang kapan saja, namun untuk mengurangi ketidaknyamanan, pemasangan sebaiknya dilakukan saat sedang menstruasi dikarenakan pada saat tersebut merupakan kondisi di mana serviks paling terbuka, dan indikator pasti bahwa wanita tersebut tidak sedang keadaan hamil.

Siapa Saja yang Bisa Menggunakannya?

Kebanyakan wanita sehat dapat menggunakan IUD. Metode ini sangat cocok untuk wanita dengan satu pasangan dan berisiko rendah tertular penyakit menular seksual. Meski begitu, Anda tidak boleh menggunakannya jika:

  • Mengidap penyakit menular seksual atau baru saja mengalami infeksi radang panggul.
  • Sedang hamil.
  • Menderita kanker serviks atau rahim.
  • Mengalami pendarahan vagina yang tidak dapat dijelaskan.

Anda tidak dapat menggunakan IUD tembaga jika Anda memiliki alergi terhadap tembaga atau menderita penyakit Wilson, keadaan yang menyebabkan tubuh menahan terlalu banyak tembaga.

IUD hormonal dianggap aman kecuali Anda menderita penyakit hati, kanker payudara, atau berisiko tinggi terkena kanker payudara. Dalam kasus yang jarang terjadi, ukuran atau bentuk rahim  mungkin menyulitkan pemasangan.

Baca Juga: 11 Manfaat Pil KB selain Mencegah Kehamilan (Jarang Diketahui)

Keunggulan dan Kelemahan Menggunakan KB Spiral

Berikut beberapa manfaat yang bisa Anda dapatkan, antara lain:

  • Efektif mencegah kehamilan.
  • Pemakaian jangka panjang.
  • Praktis, IUD tidak memerlukan persiapan sebelum berhubungan seks.
  • Bisa digunakan saat menyusui.
  • Pencopotan alat cepat jika Anda ingin hamil.
  • Sekali pasang tanpa perawatan rutin.

Sementara manfaat KB spiral hormonal membantu Anda mengatasi:

  • Nyeri haid.
  • Periode haid yang berat.
  • Nyeri akibat endometriosis.

Kelemahan IUD

Seperti halnya metode kontrasepsi lainnya, ada pro dan kontra yang harus Anda pertimbangkan sebelum membuat keputusan. Beberapa kelemahan IUD, antara lain:

  • Tidak melindungi Anda infeksi menular seksual.
  • Menimbulkan rasa sakit saat memasukan alat.
  • Menstruasi lebih berat.
  • Memperburuk kram menstruasi.
  • Membuat periode menstruasi tidak teratur.

Efek samping ini biasanya hilang dalam enam bulan pertama penggunaan.

Apakah Pasangan Bisa Merasakan Keberadaan KB Spiral?

Pasangan Anda seharusnya tidak dapat merasakan apa pun, tetapi jika mereka merasakannya, hal itu hanyalah kontak kecil dengan tali IUD. Keadaan ini tidak mengganggu kenyamanan, karena tali akan melunak semakin lama akan menggunakannya. Tali juga dapat dipotong menjadi lebih pendek.

Pada beberapa kasus apabila pemasangan IUD dilakukan oleh dokter spesialis kandungan dan kebidanan (SpOG), tali tersebut bisa dipotong habis. Pada kasus tersebut, dokter akan melakukan pemeriksaan ultrasonografi (USG) setelah dilakukan pemasangan IUD tersebut untuk memastikan keberadaan IUD tersebut sudah tepat.   

Risiko yang Mungkin Terjadi

Pada akhirnya, spiral KB adalah metode kontrasepsi yang aman. Beberapa wanita memang memiliki efek samping tetapi hanya efek samping ringan. Masalah serius adalah sesuatu yang jarang terjadi.

Beberapa wanita merasa pusing setelah dokter memasang IUD, tetapi perasaan itu akan hilang setelah beberapa menit. Dalam beberapa hari pertama setelah pemasangan, Anda bisa mengalami kram seperti menstruasi.

Jika Anda mengalami kehamilan meski sudah menggunakan KB spiral, hal tersebut meningkatkan risiko keguguran, infeksi, persalinan dini, hingga hamil di luar kandungan (kehamilan ektopik).

Segera konsultasi dengan dokter jika mengalami sakit perut atau pendarahan vagina atau efek samping lainnya jika merasa sangat mengganggu keseharian Anda.

 

  1. Anonim. 2019. Birth Control and the IUD (Intrauterine Device). https://www.webmd.com/sex/birth-control/iud-intrauterine-device. (Diakses pada 12 April 2021).
  2. Anonim. 2019. Intrauterine Devices (IUDs). https://www.healthline.com/health/birth-control-iud#disadvantages. (Diakses pada 12 April 2021).
  3. Anonim. Intrauterine contraceptive device (IUD). https://www.healthdirect.gov.au/intrauterine-contraceptive-device-iud. (Diakses pada 12 April 2021).


DokterSehat | © 2024 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi