Terbit: 15 Juni 2021 | Diperbarui: 7 Oktober 2021
Ditulis oleh: Muhamad Nuramdani | Ditinjau oleh: dr. Ursula Penny Putrikrislia

Retainer adalah alat khusus yang digunakan setelah perawatan gigi dengan behel atau kawat gigi. Alat ini berfungsi untuk menjaga susunan gigi tetap rapi. Lebih lanjut simak penjelasannya mulai dari manfaat lainnya, jenis, dan cara membersihkan alat ini.

Retainer Gigi: Jenis, Fungsi, dan Cara Membersihkannya

Apa Itu Retainer Gigi?

Retainer adalah alat ortodontik yang berfungsi untuk menjaga susunan gigi tetap rapi. Ini juga berfungsi menjaga gigi tidak bergeser dan berantakan, merapatkan gigi yang renggang, dan memperbaiki bentuk rahang. Alat ini sering kali digunakan bersama atau sebagai tindak lanjut setelah perawatan menggunakan behel atau kawat gigi.

Dokter gigi biasanya menganjurkan menggunakan retainer sepanjang hari selama satu tahun setelah melepas behel. Biasanya dokter menganjurkan penggunaanya pada malam hari tanpa batas waktu. Namun, instruksi bisa berbeda bagi setiap orang, jadi penting untuk berkonsultasi dengan dokter gigi.

Setelah mulai menggunakan alat ini, dokter gigi akan memeriksa gigi Anda untuk memastikan retainer menahannya agar tidak bergerak. Dokter dapat menyesuaikan, memperbaikinya, atau membuat yang baru jika diperlukan. Biasanya, pemeriksaan sekitar 1-24 bulan setelah melepas kawat gigi.

Jenis Retainer Gigi

Alat ini tersedia dalam dua jenis, yaitu yang permanen dan tidak, yang masing-masingnya memiliki kelebihan dan kekurangan. Keduannya sering kali digunakan setelah perawatan dengan kawat gigi selama beberapa bulan.

Berikut ini jenis retainer gigi:

1. Retainer Removable

Berikut ini beberapa keunggulan dari jenis ini, termasuk:

  • Mudah melepasnya saat ingin makan, berolahraga, menyikat, atau membersihkan gigi.
  • Mudah didapat.
  • Relatif mudah dan nyaman.

Namun, alat ini memiliki beberapa kekurangan, antara lain:

  • Berisiko hilang ketika tidak menggunakannya, terutama jika tidak menyimpan dengan baik.
  • Gigi yang sudah rapi rentan berantakan kembali jika sering lupa atau tidak teratur menggunakannya.
  • Mudah rusak jika membiarkannya begitu saja.
  • Menyebabkan produksi air liur berlebih.
  • Mudah menjadi sarang bakteri.

Retainer removable memiliki dua jenis, yaitu Hawley dan plastik transparan. Kedua jenisnya harus dilepas dan dibersihkan dengan menyikat secara lembut setiap hari. Dokter gigi mungkin juga menganjurkan untuk merendamnya.

Ada dua jenis retainer yang dapat dilepas, yakni Hawley dan plastik transparan. Berikut penjelasannya:

Retainer Hawley

Mudah di lepas, alat ini terbuat dari kawat logam tipis dan plastik atau akrilik berbentuk sesuai dengan langit-langit mulut atau di sepanjang bagian dalam gigi bawah. Kawat logam yang terpasang melintang di bagian luar gigi berfungsi untuk menjaga susunannya tetap sejajar.

Retainer Hawley memiliki beberapa keuntungan, meliputi:

  • Bisa disesuaikan dengan kondisi gigi atau jika gigi perlu diluruskan kembali nantinya.
  • Lebih tahan lama.
  • Kemungkinan bisa memperbaikinya jika mengalami kerusakan.
  • Bisa bertahan selama bertahun-tahun jika merawat dan menggunakannya dengan benar.
  • Gigi atas dan bawah bersentuhan secara alami dengan jenis ini.

Sedangkan kekurangan dari jenis ini, di antaranya:

  • Memengaruhi cara berbicara bagi penggunanya.
  • Tampak lebih jelas terlihat saat senyum atau berbicara.
  • Kawat dapat mengiritasi bibir atau pipi saat awal menggunakannya.

Retainer Plastik Transparan

Alat ini dapat dilepas dan dibentuk agar sesuai dengan posisi baru gigi. Jenis ini juga disebut retainer cetakan. Pertama-tama harus membuat cetakan sesuai bentuk, posisi, dan lengkungan gigi penggunanya. Kemudian plastik atau poliuretan yang sangat tipis dipanaskan dan menuangkannya ke dalam cetakan.

Berikut ini keuntungan dari retainer plastik bening:

  • Hampir tidak tampak saat senyum atau berbicara karena transparan.
  • Lebih tipis dan nyaman.
  • Cenderung tidak memengaruhi cara berbicara.

Sementara kekurangan dari retainer bening, termasuk:

  • Tidak dapat disesuaikan jika membutuhkan penataan ulang, sehingga perlu menggantinya.
  • Tidak dapat memperbaikinya jika retak atau pecah.
  • Cenderung memengaruhi cara bicara.
  • Melengkung jika terkena panas.
  • Cenderung menjadi berubah warna seiring waktu.
  • Gigi atas dan bawah tidak bersentuhan secara alami dengan jenis ini.
  • Menahan cairan pada gigi, yang menyebabkan gigi berlubang.

Baca Juga: Behel Gigi: Jenis, Fungsi, dan Cara Merawat (Lengkap)

2. Retainer Gigi Permanen

Jenis ini terdiri dari kawat padat yang dibentuk agar sesuai dengan bentuk gigi yang baru dirapikan. Kemudian menempelkan kawat ini ke bagian dalam gigi depan agar tidak bergerak. Hanya dokter gigi yang dapat melepaskan alat ini.

Alat ini biasanya untuk gigi yang kemungkinan besar bergeser kembali atau orang yang kesulitan mengikuti petunjuk penggunaan yang jenis removable, seperti pada anak-anak.

Retainer permanen memiliki keuntungan sebagai berikut:

  • Mematuhi instruksi kapan dan berapa lama memakainya tidak menjadi masalah.
  • Tidak tampak saat tersenyum atau berbicara.
  • Tidak memengaruhi cara berbicara.
  • Cenderung tahan lama, awet, dan tidak mudah hilang.
  • Tidak perlu melepas atau memasangnya sendiri.

Sedangkan kekurangannya, meliputi:

  • Kesulitan untuk menjaga kebersihan gigi dan mulut, terutama flossing (penggunaan benang gigi).
  • Berisiko menimbulkan karang gigi dan penumpukan plak, sehingga dapat memicu penyakit gusi.
  • Kawat logam berisiko mengiritasi lidah.

Cara Membersihkan Retainer Gigi

Jenis Hawley dan plastik transparan dapat dilepas dari mulut untuk membersihkannya setiap hari, kecuali yang permanen.

Berikut ini beberapa langkah untuk membersihkan retainer:

  • Pastikan membersihkannya sesegera mungkin setelah mengeluarkan dari mulut, terutama saat masih basah. Hal ini akan membuatnya lebih mudah untuk membersihkan kotoran sebelum mengering dan mengeras.
  • Menyikat dan membasuhnya dengan air hangat setelah makan. Anda bisa sekaligus menyikat gigi.
  • Agar lebih bersih, campurkan air hangat dengan sabun cuci piring ringan. Gunakanlah sikat gigi lembut untuk menggosok plak dan kotoran lainnya dengan lembut.
  • Menggunakan kapas untuk menjangkau ke lekukan dan tonjolan terdalam pada retainer plastik transparan.
  • Tanyakan kepada dokter gigi tentang cara merendam alat ini dalam cairan pembersih khusus untuk gigi palsu.

Baca Juga: 8 Cara Merawat Gigi Palsu agar Tetap Bersih dan Awet

Kapan Waktu yang Tepat Harus Membersihkan Retainer?

Berikut adalah beberapa tanda bahwa Anda harus membersihkan retainer:

  • Sudah berbau atau terasa tidak enak.
  • Memiliki lapisan tipis (biofilm).
  • Terdapat bintik-bintik putih.
  • Tampak buram.
  • Sudah lebih dari seminggu penggunaan.

Bintik putih bisa berupa penumpukan mineral (tartar), plak penyebab gigi berlubang, atau kombinasi keduanya.

Jika gigi pengguna alat ini tiba-tiba mulai berlubang, sensitif, atau masalah kesehatan mulut lainnya, mungkin ada masalah dengan retainernya. Jika ini terjadi, segera periksakan dengan dokter gigi untuk mendapatkan perawatan yang tepat.

 

  1. Anonim. Tanpa Tahun. What Are Retainers for Teeth?. https://www.ricciortho.com/orthodontics-blog/what-are-retainers-for-teeth/ (Diakses pada 15 Juni 2021)
  2. Marcin, Ashley. 2019. How to Clean Each Type of Retainer. https://www.healthline.com/health/dental-and-oral-health/how-to-clean-retainers (Diakses pada 15 Juni 2021)
  3. The Healthline Editorial Team. 2018. What to Know Before You Get a Retainer. https://www.healthline.com/health/retainer-types (Diakses pada 15 Juni 2021)
  4. Villines, Zawn. 2021. 8 tips for cleaning a retainer. https://www.medicalnewstoday.com/articles/317894 (Diakses pada 15 Juni 2021)


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi