Terbit: 27 Mei 2021 | Diperbarui: 6 Oktober 2021
Ditulis oleh: Gerardus Septian Kalis | Ditinjau oleh: dr. Ursula Penny Putrikrislia

Fungsi mulut yang utama adalah untuk membantu memasukkan makanan dan berbicara. Sementara itu, mulut sendiri terdiri dari berbagai bagian mulai dari bibir, gigi, lidah, langit-langit mulut, hingga kelenjar ludah yang mempunyai fungsinya masing-masing. Simak penjelasan lengkap mengenai fungsi mulut dalam sistem pencernaan berikut ini.

Memahami Fungsi Mulut dan Perannya dalam Sistem Pencernaan

Mengenali Fungsi Mulut

Mulut adalah salah satu organ paling fungsional dalam tubuh yang digunakan seperti wadah bagi makanan atau minuman yang masuk ke dalam tubuh. Berikut adalah berbagai fungsi mulut yang paling umum, di antaranya:

1. Membantu Mencerna Makanan

Saluran pencernaan dimulai dari mulut. Proses pencernaan dimulai saat makanan dimasukkan ke dalam mulut, dilumatkan oleh gigi dan dibasahi oleh air liur. Setelah itu, amilase (enzim yang terdapat di air liur) mulai memecah  karbohidrat menjadi gula.

Perlu diketahui juga, fungsi mulut dalam sistem pencernaan terkait dengan lidah. Gerakan lidah membantu mendorong makanan yang basah dan lembut ke bagian belakang mulut untuk ditelan. Sebuah katup yang disebut epiglotis menutup tenggorokan (trakea) untuk memastikan bahwa makanan diarahkan ke kerongkongan.

2. Berkomunikasi

Berbicara membutuhkan rangkaian peristiwa yang kompleks untuk terjadi dalam urutan yang benar-benar tepat. Udara yang keluar mengalir melalui pita suara di laring. Setelah itu, pita suara bergetar dan menghasilkan suara. Jenis suara bergantung pada ketatnya pita suara dan kekuatan udara yang dikeluarkan.

Gerakan lidah dan bibir membantu membentuk suara. Struktur mulut lain yang terlibat dalam produksi suara termasuk langit-langit mulut hingga hidung.

3. Membantu Penyerapan Nutrisi

Mulut memiliki fungsi lebih dari sekadar pintu masuk makanan. Saat makanan masuk ke dalam rongga mulut air liur akan dikeluarkan. Hal ini membuat fungsi mulut dalam sistem pencernaan adalah membantu memecah makanan.

Gigi adalah bagian di dalam rongga mulut yang membantu memecah makanan menjadi beberapa bagian sehingga usus tidak bekerja terlalu keras, hal ini memungkinkan penyerapan nutrisi lebih optimal. Mengunyah makanan lebih banyak adalah sesuatu yang baik untuk sistem pencernaan.

4. Membentuk Struktur Wajah

Saat Anda kehilangan gigi di kedua sisi rahang, beberapa gigi di sekitarnya mungkin bergeser atau miring ke ruang di mana gigi yang hilang. Keadaan ini akan menyebabkan perubahan pada struktur wajah karena tulang rahang kehilangan penyangga dari gigi.

Keadaan ini lebih sering terlihat pada lansia dengan kedua sisi rahang yang kehilangan seluruh baris gigi. Hal ini menyebabkan wajah terlihat cekung atau wajah kendur. Gigi membantu memberi bentuk pada wajah. Mulut yang sehat dengan gigi yang lengkap membuat wajah tidak terlihat kendur.

5. Mengekspresikan Diri

Pada dasarnya, semua orang mengandalkan mulut untuk berbicara. Struktur dan jaringan di rongga mulut membantu seseorang menyusun kata untuk berbicara. Lidah adalah salah satu otot terpenting dalam tubuh karena memungkinkan seseorang untuk mengucapkan kata-kata dengan jelas. Selain itu, lidah juga berfungsi untuk mengenali rasa dari suatu makanan.

Pada akhirnya, mulut memiliki tujuan fungsional dan oleh karena itu menjaga kesehatan mulut dengan baik berarti menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan. Nah, itulah berbagai fungsi mulut yang penting untuk diketahui.

Baca Juga: Anatomi Mulut: Bagian, Sistem Saraf, Penyakit, dll

Cara Menjaga Kesehatan Mulut yang Baik

Menyikat, membersihkan gigi dengan benang (flossing), dan membilas adalah hal-hal penting dalam menjaga kesehatan mulut. Meski begitu, beberapa hal tersebut adalah teknik mendasar yang umum dilakukan semua orang.

Agar kesehatan mulut terjaga dengan baik, terdapat beberapa aturan dan perawatan lain yang juga perlu diperhatikan, di antaranya:

1. Rutin ke Dokter Gigi

American Dental Association menyarankan untuk melakukan pemeriksaan ke dokter gigi dua kali dalam setahun. Rutin melakukan pemeriksaan dapat menemukan masalah terkait gigi, gusi, dan kesehatan mulut lainnya lebih dini, sekaligus mencegah masalah berkembang menjadi serius.

2. Batasi Minuman Bersoda

Meski minuman ini memberikan sensasi yang menyenangkan, minuman bersoda bisa memberikan efek yang buruk bagi tubuh. Phosphoric acid and citric acid adalah dua kandungan yang terdapat pada soda yang menggerogoti permukaan gigi.

Meskipun mengonsumsi soda sesekali tidak merugikan, namun jika Anda mengonsumsi satu kaleng atau lebih dalam sehari, hal tersebut dapat membuat enamel gigi lebih lembut dan lebih rentan terhadap gigi berlubang.

3. Batasi Minuman Manis

Gula adalah penyebab utama kerusakan gigi. Hal itu disebabkan karena gula memicu bakteri, meningkatkan keasaman di mulut, menyebabkan plak terbentuk, dan menggerogoti enamel serta gusi.

Oleh karena itu, cobalah untuk mengurangi camilan manis dan usahakan untuk menyikat gigi setelah Anda mengonsumsi sesuatu yang manis.

5. Jangan Merokok

Nikotin dan tar dalam rokok tidak hanya mengubah warna gigi menjadi kuning, tetapi juga menggerogoti gusi. Merokok dapat menciptakan lingkungan yang baik untuk bakteri dan plak pada gigi di sepanjang garis gusi.

Keadaan ini dapat merusak jaringan, merusak tulang yang menopang gigi, dan meningkatkan risiko kehilangan gigi. Bahkan, risiko terburuk yang disebabkan oleh bahan kimia yang disebabkan oleh rokok adalah menyebabkan kanker mulut.

6. Rutin Mengganti Sikat Gigi

Dengan teknik yang benar, sikat gigi seharusnya bisa bertahan dua sampai tiga bulan. Sikat gigi harus diganti jika bulunya bengkok. Selain tidak efektif membersihkan gigi, bentuk bulu yang bengkok juga dapat menyebabkan cedera pada gigi dan gusi.

7. Teknik yang Tepat

Meskipun Anda mungkin tahu bahwa menyikat gigi harus dilakukan setidaknya dua kali sehari, sebagian besar orang tidak mengetahui dengan tepat bagaimana membersihkan gigi yang benar.

Pertama-tama, pegang sikat gigi pada sudut 45 derajat, arahkan ke garis gusi, dan lakukan gerakan memutar yang lembut, pendek, serta melingkar. Sikat setiap bagian gigi 10 hingga 15 kali namun jangan berlebihan. Menyikat gigi secara berlebihan dapat merusak gigi dan mengikis garis gusi.

 

  1. Anonim. Mouth. https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/ConditionsAndTreatments/mouth. (Diakses pada 27 Mei 2021).
  2. Anonim. Function of our Mouth. https://www.specialistdentalgroup.com/id/2014/06/10/function-of-our-mouth/. (Diakses pada 27 Mei 2021).
  3. Hatfield, Heather. 2012. 8 Ways to Keep Your Mouth Healthy. https://www.webmd.com/oral-health/features/eight-ways-to-keep-your-mouth-healthy. (Diakses pada 27 Mei 2021).


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi