Terbit: 22 October 2019
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com- Kita tentu sering mendengar saran dari orang tua yang meminta kita untuk menyikat gigi setidaknya dua kali sehari. Kegiatan ini bisa dilakukan setelah makan atau sebelum tidur. Masalahnya adalah seiring dengan kesibukan sehari-hari, banyak orang yang mengalami kelelahan sehingga malas untuk menyikat gigi sebelum tidur. Padahal, pakar kesehatan menyebut kebiasaan sikat gigi hanya sekali sehari bisa memberikan dampak buruk.

Terbiasa Sikat Gigi Hanya Sekali Sehari, Begini Dampaknya

Dampak Sikat Gigi Sekali Sehari

Pakar kesehatan Keith Arbeitman dari Arbeitman and Shein Dentistry, Manhattan, New York, Amerika Serikat menyarankan kita untuk melawan rasa malas atau lelah di malam hari dan memastikan untuk menyikat gigi sebelum tidur, apapun yang terjadi.

“Kalau kita terbiasa melewatkan kebiasaan menyikat gigi di malam hari, maka risiko kesehatan yang akan didapatkan adalah sakit gusi, gusi berdarah, dan masalah gigi lainnya,” ucap Arbeitman.

Jika kita malas menyikat gigi di malam hari, maka sisa makanan yang berasal dari waktu makan pagi, makan siang, makan malam, dan berbagai macam camilan akan tetap tertinggal di gigi dan menjadi tempat “berpesta” bakteri di dalam mulut. Hal ini bisa membuat gigi lebih retan berlubang, rusak, dan mengalami masalah lainnya.

Tak hanya memicu masalah gusi dan gigi, malas menyikat gigi di malam hari juga bisa membuat dampak lain seperti masalah bau mulut, peradangan, dan berbagai masalah gigi dan mulut yang serius lainnya.

Merawat Kesehatan Gigi

Masalah kesehatan gigi tak hanya akan menyebabkan rasa nyeri. Dalam realitanya, ada banyak sekali dampak yang bisa didapatkan jika kita mengalaminya.

Berikut adalah beberapa cara yang bisa kita lakukan untuk merawat kesehatan gigi.

  1. Menyikat Gigi Setelah Makan

Sebenarnya, langsung menyikat gigi setelah makan tidak direkomendasikan. Kondisi gigi yang masih asam setelah terpapar berbagai macam makanan atau minuman bisa memburuk jika langsung disikat, namun pakar kesehatan menyarankan kita untuk setidaknya menyikat gigi sekitar setengah jam setelah makan demi membuat sisa-sisa makanan yang terselip di antara gigi bisa dihilangkan.

Jika kita tidak sempat untuk menyikat gigi usai makan, kita bisa setidaknya berkumur-kumur demi menghilangkan berbagai sisa makanan di dalam mulut.

  1. Menggunakan Obat Kumur

Tak hanya memakai sikat gigi, kita juga bisa menggunakan produk lainnya untuk membersihkan gigi, yakni dengan memakai obat kumur. Menggunakannya akan membuat berbagai macam bakteri dan plak yang sebelumnya menempel dan tidak terjangkau oleh sikat gigi bisa dihilangkan.

Menggunakan obat kumur bisa membuat plak pada gigi menghilang. Risiko terkena masalah gusi juga bisa ditekan dengan signifikan.

  1. Cermat Memilih Pasta Gigi

Pakar kesehatan menyarankan kita untuk memakai pasta gigi yang memiliki kandungan fluoride yang bisa memberikan perlindugan bagi enamel gigi dari berbagai paparan senyawa asam. Kandungan ini juga bisa mencegah penumpukan bakteri pada gigi dan memperbaiki lapisan enamel gigi sehingga tidak akan mudah menyebabkan masalah gigi berlubang.

  1. Cermat Memilih Makanan

Beberapa jenis makanan yang memiliki rasa manis atau tinggi gula seperti permen, kue, biskuit, dan permen jika dikonsumsi dengan berlebihan bisa menyebabkan masalah pada gigi. Hal ini disebabkan oleh makanan-makanan ini yang disukai oleh bakteri penyebab masalah gigi berlubang.

  1. Rutin Memeriksa Gigi

Sebagian besar masyarakat Indonesia malas memeriksakan giginya saat masih dalam kondisi sehat. Padahal, jika kita mau rutin memeriksakannya setidaknya dua kali atau sekali setahun, maka kita bisa memastikan kondisi gigi dan gusi tetap terjaga.

 

Sumber:

  1. Brabaw, Kasandra. 2016. What Really Happens If You Only Brush Your Teeth Once A Day?.com/health/a20495070/what-happens-when-you-brush-teeth-once-daily/. (Diakses pada 22 Oktober 2019).

DokterSehat | © 2024 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi