Terbit: 10 Juni 2022
Ditulis oleh: Muhamad Nuramdani | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Sakit gigi adalah kondisi yang bisa sembuh setelah diobati. Akan tetapi, sakit gigi yang tidak diobati dapat menyebabkan infeksi serius yang berujung komplikasi. Lantas, apakah sakit gigi bisa menyebabkan kematian? Yuk, cari tahu jawabannya dalam penjelasan di bawah ini!

Apakah Sakit Gigi Bisa Menyebabkan Kematian? Ini Faktanya

Sakit Gigi Bisa Menyebabkan Kematian, Benarkah?

Sakit gigi adalah rasa sakit di dalam atau di sekitar gigi yang mungkin disebabkan oleh kondisi tertentu. Ini termasuk gigi berlubang, gigi abses, fraktur gigi (gigi retak atau patah), dan infeksi gusi.

Gejalanya ditandai dengan sakit gigi yang kuat, berdenyut, atau konstan. Sakit gigi juga ditandai dengan pembengkakan di sekitar gigi, demam, sakit kepala, atau cairan berbau busuk dari gigi yang terinfeksi.

Infeksi pada gigi adalah kondisi yang berbahaya. Meskipun jarang, infeksi gigi bisa menyebabkan kematian. Infeksi gigi yang tidak diobati dan dibiarkan dapat menjalar ke jaringan lain di tubuh dalam beberapa minggu atau bulan, ini menyebabkan komplikasi yang berpotensi mengancam jiwa.

Infeksi gigi adalah kondisi yang terjadi ketika bakteri memasuki bagian dalam gigi yang berisi jaringan lunak (pulpa). Ketika infeksi berlanjut, kantong nanah menumpuk di sekitar gigi yang terinfeksi. Kondisi ini dikenal sebagai abses gigi.

Meskipun sakit gigi bisa menyebabkan kematian, di era saat ini kasus tersebut adalah sesuatu yang jarang terjadi. Hal tersebut didukung oleh kemajuan teknologi kedokteran dan perilaku masyarakat dalam menjaga kebersihan gigi.

Infeksi gigi yang tidak diobati dapat menyebar ke bagian lain di dalam tubuh. Kondisi isyni dapat menyebabkan komplikasi serius yang berisiko mengancam nyawa, berikut di antaranya:

1. Sepsis

Sepsis adalah reaksi ekstrem dari tubuh terhadap infeksi. Kondisi darurat medis ini dapat mengancam jiwa. Sepsis terjadi ketika infeksi yang sudah diderita memicu reaksi berantai di seluruh tubuh.

Infeksi yang menyebabkan sepsis paling sering dimulai di paru-paru, saluran kemih, saluran pencernaan, atau kulit. Tanpa pengobatan yang tepat waktu, sepsis bisa dengan cepat menyebabkan kerusakan jaringan, kegagalan organ, dan kematian.

2. Ludwig’s angina

Ludwig’s angina adalah infeksi serius yang dapat terjadi di dasar mulut, tepatnya di bawah lidah. Kondisi ini disebabkan oleh infeksi bakteri pada gigi atau rahang. Penyakit ini dapat menyebar dengan cepat untuk menginfeksi jaringan lunak di bawah lidah.

Ada banyak komplikasi dari angina Ludwig apabila tidak diobati. Penderitanya mungkin mengalami komplikasi serius atau kematian dini karena infeksi menyebar begitu cepat dan dapat menghalangi aliran udara.

3. Necrotizing fasciitis

Necrotizing fasciitis adalah infeksi bakteri langka yang bisa menyebabkan masalah serius. Infeksi bisa menyebar dengan begitu cepat di dalam tubuh dan berisiko menyebabkan kematian jaringan lunak di dalam tubuh. Penyakit ini terjadi pada jaringan di bawah kulit dan otot serta organ di sekitarnya (fascia).

Necrotizing fasciitis dapat dimulai pada cedera yang relatif kecil, tetapi dapat memburuk dengan sangat cepat dan mengancam jiwa apabila tidak dikenali dan diobati sejak dini.

4. Endokarditis

Endokarditis adalah peradangan yang terjadi di lapisan dalam bilik dan katup jantung (endokardium) serta bisa mengancam nyawa.

Penyakit ini disebabkan oleh bakteri dalam aliran darah yang berkembang biak dan menyebar ke seluruh lapisan dalam jantung.

Jika tidak segera diobati, endokarditis dapat merusak atau menghancurkan katup jantung.

Baca Juga: Infeksi Setelah Cabut Gigi, Kenali Ciri-Ciri Dry Soket Ini

5. Mediastinitis

Mediastinitis adalah pembengkakan dan iritasi (radang) yang terjadi pada daerah dada antara paru-paru (mediastinum). Daerah ini berisi jantung, pembuluh darah besar, tenggorokan (trakea), saluran makanan (kerongkongan), kelenjar timus, kelenjar getah bening, dan jaringan ikat.

6. Osteomielitis

Osteomielitis adalah infeksi yang terjadi pada tulang. Infeksi bisa mencapai tulang dengan melakukan perjalanan melalui aliran darah atau menyebar dari jaringan terdekat. Infeksi ini juga dapat dimulai terjadi pada tulang itu sendiri apabila cedera membuat tulang terkena kuman.

7. Abses otak

Abses otak adalah pembengkakan yang berisi nanah di otak. Kondisi ini biasanya terjadi ketika bakteri atau jamur memasuki jaringan otak setelah infeksi atau cedera kepala yang parah.

Meskipun risiko mengembangkan abses otak sangat jarang, tetapi ini adalah kondisi yang mengancam jiwa dan harus didiagnosis serta diobati sesegera mungkin.

8. Cavernous sinus thrombosis

Cavernous sinus thrombosis adalah penggumpalan darah di sinus kavernosus. Kondisi ini bisa mengancam jiwa. Sinus kavernosa adalah ruang berongga yang terletak di bawah otak; di belakang setiap rongga mata. Pembuluh darah besar (vena jugularis) membawa darah melalui sinus kavernosa menjauh dari otak.

Bekuan darah dapat berkembang ketika infeksi di wajah atau tengkorak menyebar ke sinus kavernosa. Pembekuan darah berkembang untuk mencegah infeksi menyebar, tetapi dapat menghambat aliran darah dari otak, sehingga dapat merusak otak, mata, dan saraf.

Baca Juga: Mengenal Atypical Odontalgia, Nyeri Kronis di Area Bekas Pencabutan Gigi

Kaitan Sakit Gigi dan Penyakit Lainnya

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara penyakit periodontal (infeksi gigi) dan penyakit sistemik lainnya. Ada beberapa penyakit periodontal yang dapat mendorong perkembangan penyakit lain, berikut di antaranya:

Baca Juga: 15 Obat Sakit Gigi Paling Ampuh – Alami dan Medis

Seberapa Cepat Infeksi Gigi Menyebabkan Kematian?

Jumlah waktu yang dibutuhkan bagi infeksi gigi untuk menyebabkan kematian bisa berbeda. Berikut ini penjelasannya:

1. Seberapa lama abses berkembang

Abses yang terjadi akibat kerusakan gigi dapat menghabiskan waktu beberapa bulan untuk berkembang. Hal ini karena proses pembusukan bisa memerlukan waktu cukup lama untuk mencapai dan merusak pulpa di bagian tengah gigi.

Sedangkan cedera atau trauma pada gigi memungkinkan bakteri lebih cepat masuk ke dalam gigi. Kondisi ini dapat terjadi akibat cedera seperti gigi retak atau terkelupas.

2. Dampak perkembangan abses

Setelah abses terbentuk, muncul pembengkakan dan nyeri berdenyut yang terputus-putus di sekitar gigi yang terkena. Kondisi ini adalah tanda peringatan bahwa ada sesuatu yang salah.

Studi kasus penyakit serius atau meninggal karena sakit gigi akibat infeksi sering kali ditandai dengan sakit gigi persisten yang berlangsung selama berminggu-minggu atau berbulan-bulan sebelum mendapatkan perawatan darurat.

Ketika abses gigi tidak diobati selama berminggu-minggu atau berbulan-bulan, ini bisa menyebar ke area lain seperti rahang, leher, dan otak. Akibatnya  dapat menyebabkan gejala serius seperti kesulitan menelan, kesulitan bernapas, dan ketidakmampuan membuka mulut.

Dalam kondisi tersebut, jika tidak mendapatkan perawatan, kematian dapat terjadi dengan cepat, terkadang dalam hitungan hari.

3. Faktor risiko komplikasi abses

Ada beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko seseorang mengalami komplikasi dari abses gigi, antara lain usia yang lebih tua, penderita diabetes, immunocompromised (gangguan sistem tubuh), dan mengalami kurang gizi.

Itulah penjelasan terkait sakit gigi menyebabkan kematian yang patut untuk Anda waspadai. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Teman Sehat!

 

  1. Anonim. Gum Disease and Other Diseases. https://www.perio.org/for-patients/gum-disease-information/gum-disease-and-other-diseases/. (Diakses pada 10 Juni 2022)
  2. Anonim. Tooth Pain: Symptoms, Complications, and Treatment. https://www.practo.com/health-wiki/tooth-pain-symptoms-complications-and-treatment/273/article. (Diakses pada 10 Juni 2022)
  3. Anonim. 2021. Toothache. https://www.nhs.uk/conditions/toothache/. (Diakses pada 10 Juni 2022)
  4. Anonim. 2021. What is sepsis?. https://www.cdc.gov/sepsis/what-is-sepsis.html. (Diakses pada 10 Juni 2022)
  5. Anonim. 2019. Necrotising fasciitis. https://www.nhs.uk/conditions/necrotising-fasciitis/. (Diakses pada 10 Juni 2022)
  6. Anonim. 2019. Brain abscess. https://www.nhs.uk/conditions/brain-abscess/. (Diakses pada 10 Juni 2022)
  7. Anonim. 2021. Cavernous sinus thrombosis. https://www.nhs.uk/conditions/cavernous-sinus-thrombosis/.(Diakses pada 10 Juni 2022)
  8. Anonim. 2020. Endocarditis. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/endocarditis/symptoms-causes/syc-20352576. (Diakses pada 10 Juni 2022)
  9. Anonim. 2020. Osteomyelitis. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/osteomyelitis/symptoms-causes/syc-20375913. (Diakses pada 10 Juni 2022)
  10. Anonim. 2021. What Is Ludwig’s Angina?. https://www.webmd.com/oral-health/what-is-ludwigs-angina. (Diakses pada 10 Juni 2022)
  11. Seladi-Schulman, Jill. 2021. Is It Possible to Die from a Tooth Infection?. https://www.healthline.com/health/dental-and-oral-health/how-long-until-a-tooth-infection-kills-you. (Diakses pada 10 Juni 2022)
  12. Vyas, Jatin M. 2020. Mediastinitis. https://medlineplus.gov/ency/article/000081.htm. (Diakses pada 10 Juni 2022)


DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi