Terbit: 28 Oktober 2021
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: dr. Ursula Penny Putrikrislia

Batuk yang berlangsung lama dan tidak sembuh dengan perawatan obat umum patut dicurigai sebagai salah satu gejala penyakit TBC. Simak ciri-ciri batuk TBC serta perbedaan batuk TBC dan batuk biasa dalam artikel ini agar Anda bisa waspada dan mengambil langkah pencegahan.

Kenali Perbedaan Batuk TBC dan Batuk Biasa

Perbedaan Batuk TBC dan Batuk Biasa

Batuk adalah penyakit ringan yang bisa dialami oleh siapa saja. Seseorang akan batuk saat tubuh mengenali adanya benda asing yang masuk ke saluran pernapasan. Batuk akan sembuh dengan sendirinya dalam hitungan hari, tergantung dari seberapa berat gangguan pada saluran pernapasan.

Namun, batuk juga gejala TBC (Tuberkulosis). Di awal kemunculannya, batuk TBC sulit dibedakan dengan batuk biasa. Oleh karena itu, kenali perbedaan batuk TBC dan batuk biasa seperti berikut ini:

1. Kenali penyebabnya

Penyebab batuk TBC berbeda dengan batuk biasa. Batuk pada TBC disebabkan oleh infeksi bakteri bernama Mycobacterium tuberculosis yang juga bisa menyerang organ tubuh lainnya seperti tulang belakang, saluran pencernaan dan otak.

Proses penularan bakteri juga sangat mudah, yaitu melalui udara dari orang yang sudah terinfeksi bakteri ini saat mereka batuk dan bersin. Ini berbeda dengan batuk biasa yang umumnya disebabkan oleh infeksi virus, alergi, atau iritasi saluran pernapasan.

2. Perhatikan lama waktu batuk

Menurut Mayo Clinic, perbedaan batuk TBC dan batuk biasa yang paling mencolok terletak pada durasi batuk. Jika batuk berlangsung lebih dari tiga minggu, maka ada kemungkinan ini adalah batuk TBC. Ini karena bakteri TBC sulit dihilangkan dan bisa berkembang hingga menjalar ke organ tubuh lainnya.

Bukan hanya batuk berkepanjang, TBC juga bisa mempengaruhi orang tubuh lain. Misalnya jika TBC menyerang tulang belakang, maka bisa menyebabkan nyeri punggung, sementara TBC yang menyerang ginjal dapat menyebabkan darah pada urine.

Batuk biasa umumnya bisa sembuh dalam waktu beberapa hari saja setelah minum obat batuk bebas ataupun obat herbal.

3. Ada dua tahapan batuk

Tahapan kemunculan batuk juga harus diperhatikan untuk tahu apakah batuk tersebut akibat TBC atau tidak. Batuk biasa cenderung muncul secara tiba-tiba, namun juga cepat reda.

Sementara ciri-ciri batuk TBC muncul dalam dua tahapan berbeda, yaitu laten dan aktif. Di tahap laten, bakteri dalam tubuh masih belum aktif dan tidak menimbulkan gejala apapun. TBC akan lebih mudah disembuhkan pada tahap ini.

Namun jika dibiarkan, TBC laten akan berkembang menjadi TBC aktif dan memunculkan banyak gejala, salah satunya adalah batuk yang parah. Batuk ini biasanya muncul dalam waktu beberapa minggu atau bahkan beberapa tahun setelah infeksi bakteri TBC.

Baca Juga: 10 Langkah Pencegahan TBC yang Efektif (Alami dan Medis)

4. Muncul dahak dan darah

Ketika seseorang batuk, keluarnya lendir atau dahak yang bening adalah hal biasa. Dahak adalah mekanisme alami tubuh untuk melembapkan saluran pernapasan supaya tidak terkontaminasi virus, debu, dan bakteri.

Namun warna dahak pada batuk TBC berbeda, yaitu kekuningan atau kehijauan karena sudah bercampur dengan bakteri. Tidak jarang dahak muncul disertai dengan bercak darah.

5. Gejala lain yang muncul

Batuk bukan merupakan satu-satunya gejala TBC. Gejala TBC lain yang muncul juga harus diperhatikan, misalnya seperti:

  • Nyeri pada dada, atau rasa sakit saat bernapas atau batuk.
  • Berat badan terus menurun tanpa disengaja.
  • Sering merasa lelah.
  • Demam.
  • Berkeringat di malam hari hingan pakaian sangat basah dan harus ganti.
  • Menggigil.
  • Kehilangan nafsu makan.

Itulah perbedaan batuk TBC dan batuk biasa yang bisa dikenali. Batuk TBC biasanya bertahan lebih lama dan ciri-ciri batuk TBC diikuti dengan gejala lain.

Baca Juga: 11 Jenis Batuk pada Anak dan Cara Mengatasinya

Kapan Harus ke Dokter?

Apabila batuk tidak kunjung sembuh dalam waktu 3 minggu dan muncul gejala lain seperti demam, berkeringat, serta berat badan menurun, segera temui dokter. Munculnya gejala tersebut bisa jadi tidak hanya disebabkan TBC saja, namun juga kondisi medis lain yang mungkin menyertainya.

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), orang-orang yang berisiko tinggi memiliki TBC laten yang harus waspada adalah:

  • Penderita HIV/AIDS.
  • Menggunakan obat intravena.
  • Berkontak dengan penderita TBC.
  • Berasal dari daerah dimana TBC adalah penyakit umum seperti beberapa negara di Amerika Latin, Asia, dan Afrika.
  • Hidup atau bekerja di area dimana TBC adalah penyakit umum seperti penjara atau panti jompo.
  • Bekerja di pusat layanan kesehatan dan merawat pasien TBC berisiko tinggi.
  • Anak-anak yang terpapar orang dewasa berisiko TBC.

Munculnya batuk tidak bisa disepelekan, terlebih lagi jika batuk berkepanjangan disertai gejala lain yang tidak wajar. Jangan menunda untuk periksa ke dokter agar TBC bisa segera ditangani. Tidak menutup kemungkinan batuk disebabkan oleh kondisi medis lain, sehingga dengan penanganan dini dapat mencegah kondisi tersebut berkembang menjadi lebih parah.

 

  1. American Lung Association. 2020. Tuberculosis Symptoms and Diagnosis. https://www.lung.org/lung-health-diseases/lung-disease-lookup/tuberculosis/symptoms-diagnosis. (Diakses pada 26 Oktober 2021)
  2. Centers for Disease Control and Prevention. Tuberculosis (TB). https://www.cdc.gov/tb/topic/basics/signsandsymptoms.htm. (Diakses pada 26 Oktober 2021)
  3. Mayo Clinic. 2020. Tuberculosis. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/tuberculosis/symptoms-causes/syc-20351250. (Diakses pada 26 Oktober 2021)
  4. National Health Service. 2020. Tuberculosis (TB). https://www.nhs.uk/conditions/tuberculosis-tb/. (Diakses pada 26 Oktober 2021)
  5. WebMD. 2020. What Are the Symptoms of Tuberculosis? https://www.webmd.com/lung/understanding-tuberculosis-symptoms. (Diakses pada 26 Oktober 2021)


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi