Terbit: 20 March 2016 | Diperbarui: 25 April 2022
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com – Gangguan pernafasan kini beresiko menyerang siapa saja, khususnya mereka yang berada di area kota-kota besar yang dikenal memiliki banyak sekali polusi udara. Tanpa kita sadari, asap kendaraan bermotor, asap hasil industri, atau bahkan asap hasi rumah tangga yang terakumulasi di perkotaan bisa menumpuk dan membuat saluran pernafasan kita mengalami masalah. Gangguan pernafasan yang parah bisa jadi akan sangat membahayakan mengingat bernafas adalah salah satu syarat hidup sehat. Untuk mengatasinya, kita tentu memerlukan penanganan medis yang tepat atau mencoba beberapa pengobatan alternatif layaknya melakukan terapi garam.

Gangguan Pernafasan Bisa Diatasi Dengan Terapi Garam

Terapi garam bagi masalah gangguan pernafasan sendiri dilaporkan sedang cukup populer di Beijing, Tiongkok. Tepatnya pada Rumah Sakit Yuho. Uniknya, terapi garam ini justru awalnya pernah cukup populer di Ukraina. Terapi garam sendiri tidaklah dengan mengkonsumsi garam yang tentu bisa berimbas pada tekanan darah. Namun, garam yang dimaksud adalah dengan memasuki ruangan yang mirip dengan gua yang memiliki kandungan mineral garam yang sangat banyak.

Ruangan yang memiliki desain layaknya gua ini memiliki beberapa pasien yang akan duduk selama terapi berlangsung. Di dalam tempat terapi ini, cahaya disetting agar cenderung redup dan di dalam ruangan telah disebar banyak kandungan mineral garam dengan ukuran di bawah tiga mikron. Penderita gangguan pernafasan pun dibiarkan untuk bernafas dengan normal dan bersantai selama 45 menit di dalam ruangan yang kaya kandungan mineral ini. Pakar kesehatan menyebutkan jika partikel garam mineral yang dihirup bersama dengan nafas diyakini akan memasuki semua saluran pernafasan dari rongga hidung, bronkus, tenggorokan, atau bahkan paru-paru. Banyak pasien yang berkata jika gangguan pernafasan layaknya asma, peradangan, hingga dahak yang berlebihan menjadi lebih mereda setelah melakukan terapi ini.

Fubin Shi, Direktur Operasional Rumash Sakit Yuho, menjelaskan bahwa terapi ini tidak memiliki efek samping karena sama sekali tidak menggunakan obat. Selain mengatasi gangguan pernafasan, terapi ini diyakini akan memperbaiki daya tahan tubuh. Hanya saja, sebelum melakukan terapi ini, doket RS Yuho tetap mewajibkan pasiennya melakukan pemeriksaan secara medis terlebih dahulu untuk mengetahui terapi yang tepat untuk meredakan masalah gangguan pernafasannya.


DokterSehat | © 2024 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi