Terbit: 5 April 2019 | Diperbarui: 9 March 2022
Ditulis oleh: Mutia Isni Rahayu | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com – Sakit perut dapat menyebabkan rasa tidak nyaman atau bahkan mengganggu aktivitas seseorang. Penyebab dan jenis sakit perut sangat beragam. Memilih obat sakit perut yang tepat tentunya harus disesuaikan dengan penyebab sakit perut itu sendiri. Berikut adalah cara mengobati sakit perut yang bisa Anda coba!

8 Obat Sakit Perut Berdasarkan Penyebabnya

Obat Sakit Perut Berdasarkan Penyebabnya

Sakit perut dapat disebabkan oleh berbagai kondisi. Sebelum mengetahui cara mengatasi sakit perut, Anda tentunya harus memastikan lebih dulu penyebab sakit perut tersebut. Berikut adalah 8 jenis sakit perut yang umum dan cara mengatasinya!

1. Obat sakit perut akibat diare

Diare adalah kondisi di mana gerak peristaltik usus lebih cepat dari gerak normalnya sehingga konsentrasi feses lebih encer dan frekuensinya juga lebih sering. Kondisi ini tidak hanya dapat menyebabkan sakit perut,tapi juga dapat menyebabkan dehidrasi dan berakibat fatal.

Diare dapat disebabkan oleh berbagai sebab mulai dari kerancunan makanan, infeksi bakteri, hingga stres. Obat sakit perut yang tepat untuk kondisi diare adalah obat dengan kandungan bismuth subsalicylate atau loperamide.

2. Obat sakit perut akibat masalah asam lambung

Masalah kedua yang bisa menyebabkan sakit perut adalah masalah pencernaan yang berkaitan dengan asam lambung. Masalah asam lambung seperti penyakit GERD dapat menyebabkan nyeri perut dan heartburn, yaitu seperti sensasi seperti terbakar pada dada.

Jenis obat yang dapat digunakan untuk mengatasi sakit perut akibat masalah asam lambung adalah seperti antasida dan obat-obatan penghambat reseptor H-2 seperti simetidin, famotidine, nizatidine, dan ranitidine.

Selain jenis obat reseptor H-2, terdapat juga jenis obat proton pump inhibitors yang digunakan untuk mencegah sel-sel dalam lambung mengeluarkan asam. Jenis proton pump inhibitor adalah seperti lansoprazole, omeprazole, dan esomeprazole.

3. Obat sakit perut akibat gas di perut

Gas intestinal atau disebut juga dengan perut kembung adalah kondisi di mana terdapat gas berlebihan di dalam lambung dan juga usus. Gas ini dihasilkan dari sistem pencernaan. Kelebihan gas dapat menyebabkan ketidaknyamanan di perut dan menyebabkan seseorang menjadi sering kentut atau sering sendawa.

Cara mengobati sakit perut karena gas berlebihan dapat menggunakan obat simetikon yang berfungsi untuk mengurangi gas di usus. Penggunaan probiotik dan suplemen tertentu juga dapat membantu mengatasi perut kembung, namun sebaiknya penggunaannya dikonsultasikan lebih dulu dengan dokter.

4. Obat sakit perut akibat nyeri haid

Kram atau sakit perut juga menjadi salah satu gejala paling sering dialami oleh wanita yang sedang menstruasi. Kondisi ini dikenal dengan nama dismenore, yaitu nyeri ringan hingga berat pada perut bagian bawah yang biasa terjadi selama masa menstruasi atau sebagai gejala PMS.

Obat sakit perut akibat nyeri haid dapat menggunakan paracetamol. Selain itu, penggunaan OAINS atau obat antiinflamasi nonsteroid seperti ibuprofen dan asam mefenamat juga dapat digunakan. Namun penggunaan OAINS tidak disarankan untuk Anda yang memiliki masalah pencernaan karena obat jenis ini dapat mengiritasi perut.

5. Obat untuk sembelit

Konstipasi atau sembelit adalah kondisi di mana seseorang mengalami kesulitan untuk buang air besar. Kondisi ini dapat menyebabkan perut terasa penuh dan tidak nyaman. Selain itu, beberapa orang juga mungkin merasakan kram atau sakit perut ketika ingin buang air besar.

Obat sakit perut akibat konstipasi dapat menggunakan obat pelunak tinja atau pencahar. Obat-obatan ini dapat membantu memperlancar gerakan usus dan melunakkan tinja sehingga melancarkan buang air besar. Penanganan untuk konstipasi selain menggunakan obat juga bisa dibarengi dengan mencukupi kebutuhan serat.

6. Obat sakit perut akibat kolitis ulseratif

Kolitis ulseratif adalah kondisi peradangan kronis pada usus besar dan juga rektum. Kondisi ini dapat menyebabkan sakit perut dan gejala lainnya seperti diare yang disertai lendir, darah, hingga nanah, nyeri pada rektum, demam, penurunan berat badan, dan gejala lainnya.

Kondisi ini termasuk kondisi kronis yang tidak dapat disembuhkan, namun beberapa jenis obat dapat membantu untuk mengatasi gejalanya. Jenis obat untuk mengatasi kolitis ulseratif adalah seperti kortikostreroid dan imunosupresan.

7. Obat sakit perut akibat infeksi saluran kemih

Infeksi saluran kemih dapat menyebabkan sakit pada perut bagian bawah dan juga panggul. Infeksi saluran kemih adalah infeksi yang terjadi pada organ yang ada pada sistem salurah kemih, yaitu meliputi ginjal, ureter, kandung kemih, dan juga uretra.

Penanganan untuk infeksi saluran kemih dapat menggunakan obat-obatan antibiotik seperti trimethoprim, nitrofurantoin fosfomyci ceftriaxone, ciprofloxacin dan levofloxacin. Dokter akan merekomendasikan jenis obat yang memiliki risiko efek samping paling kecil untuk Anda.

Selain konsumsi obat, pasien dengan infeksi saluran kemih juga diharuskan untuk mengonsumsi banyak air putih untuk meringankan gejala. Menjaga area kelamin tetap bersih juga penting bagi wanita yang mengalami kondisi ini.

8. Obat sakit perut akibat stres

Tahukah Anda bahwa pikiran dapat berkaitan erat bagi saluran pencernaan. Stres sering disebut-sebut sebagai salah satu penyebab sakit perut yang paling umum. Sakit perut akibat kecemasan atau stres sulit dibedakan dengan sakit perut akibat penyebab lain seperti radang lambung.

Cara untuk memastikannya adalah dengan memeriksakan diri Anda ke dokter untuk mengetahui dengan jelas bahwa kondisi tersebut memang dipicu oleh stres, bukan kondisi tubuh lainnya. Cara mengatasi sakit perut akibat stres dapat menggunakan antidepresan dengan dosis rendah.

Jenis antidepresan yang mungkin diberikan adalah antidepresan trisiklik atau SSRI (selective serotonin reuptake inhibitors). Obat jenis ini bekerja dengan cara menghambat neuron yang mengendalikan nyeri usus.

Sakit perut dapat dipicu oleh berbagai sebab karena ada banyak sekali organ penting tubuh yang berlokasi di perut. Sebelum memilih obat yang tepat, sebaiknya konsultasikan lebih dulu dengan dokter tentang kondisi sakit perut Anda untuk memastikan penyebabnya agar dapat memilih obat yang juga tepat.

 

Sumber:

  1. Nonulcer stomach pain – https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/nonulcer-stomach-pain/diagnosis-treatment/drc-20375715 diakses 5 April 2019
  2. How to Treat Stomach Pain in Adults – https://www.webmd.com/first-aid/abdominal-pain-in-adults-treatment diakses 5 April 2019
  3. How to Stop Anxiety Stomach Pain & Cramps – https://www.calmclinic.com/anxiety/symptoms/stomach-pain diakses 5 April 2019

DokterSehat | © 2024 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi