Terbit: 27 Juni 2022
Ditulis oleh: Rhandy Verizarie | Ditinjau oleh: dr. Ursula Penny Putrikrislia

Setelah makan seharusnya Anda merasakan sensasi perut kenyang. Namun, beberapa orang ada yang merasakan mual setelah makan. Kenapa hal tersebut bisa terjadi? Bagaimana cara mengatasinya? Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.

11 Penyebab Mual Setelah Makan yang Harus Anda Waspadai

Penyebab Mual Setelah makan

Beberapa pakar kesehatan menyebut ada beberapa hal yang bisa menyebabkan datangnya sensasi mual sehabis mengonsumsi makanan. Selain karena jenis makanan yang dikonsumsi, bisa jadi hal ini terkait dengan kondisi kesehatan tubuh.

Berikut adalah beberapa hal yang bisa menjadi alasan kenapa setelah makan mual, di antaranya:

1. Alergi Makanan

Ada sebagian orang yang mengalami alergi terhadap jenis makanan tertentu. Sebagai contoh, ada yang alergi dengan kacang, telur, dan makanan laut seperti udang.

Masalahnya adalah terkadang seseorang tidak menyadari bahwa dirinya mengalami masalah alergi dan tetap mengonsumsi makanan-makanan tersebut.

Hal ini akan menyebabkan reaksi dari sistem kekebalan tubuh berupa dilepasnya zat kimia berupa histamin yang akhirnya membuat gejala seperti gatal-gatal, pembengkakan pada bibir, dan perut mual setelah makan.

2. Keracunan Makanan

Keracunan makanan berbeda dengan alergi. Kondisi ini kemungkinan terjadi saat Anda mengonsumsi makanan yang sudah terpapar bakteri, virus, parasit, atau bahan kimia tertentu yang langsung menyebabkan dampak kesehatan pada tubuh seperti mual-mual, muntah, diare, hilangnya kesadaran, dan gejala lainnya.

Pada kasus ini, penyebabnya bisa karena beberapa faktor, seperti pengolahan makanan yang tidak tepat, penyajian makanan yang tidak higienis, hingga pemilihan bahan makanan yang tidak tepat.

Sebagai contoh, jika Anda mengonsumsi jamur yang ternyata beracun, memakannya tentu akan menyebabkan masalah kesehatan.

Kebiasaan mengonsumsi makanan yang dijual di tempat yang tidak higienis juga bisa menjadi penyebabnya. Gejala keracunan makanan tidak hanya berlangsung sebentar. Jika cukup parah, gejalanya bahkan bisa bertahan hingga berhari-hari, apalagi jika tidak tertangani dengan baik.

3. Stres

Stres ternyata juga berpengaruh besar terhadap kondisi kesehatan tubuh, termasuk gangguan pencernaan. Menurut penelitian, stres dan gangguan kecemasan berlebih berkontribusi terhadap timbulnya sensasi mual setelah mengonsumsi makanan.

4. Asam Lambung Naik

Kondisi lain yang juga bisa menyebabkan munculnya gejala mual-mual adalah naiknya asam lambung. Selain mual, naiknya asam lambung juga ditandai oleh gejala lainnya yakni:

  • Perut kembung.
  • Nyeri dada.
  • Area dada terasa seperti terbakar (heartburn).

Penyebab dari kondisi yang satu ini bisa karena kebiasaan makan dengan terlalu cepat, makan tidak teratur, hingga mengonsumsi makanan yang bersifat asam, kaya lemak, dan berminyak.

5. Radang Lambung

Peradangan pada lambung—tepatnya dinding lambung—atau gastritis bisa berdampak pada munculnya rasa mual, terutama sehabis mengonsumsi makanan. Terlebih lagi jika Anda mengonsumsi makanan-makanan yang pedas, berlemak, atau berminyak.

Tidak hanya mual, Anda pun kemungkinan akan merasakan gejala lalinnya yaitu:

  • Perut kembung.
  • Sakit perut.
  • Muntah.

Baca Juga: 8 Obat Mual Muntah Paling Ampuh (Medis dan Alami)

6. Tukak Lambung

Masih terkait dengan lambung, penyebab mual setelah makan selanjutnya adalah tukak lambung, kondisi ketika pada lambung—tepatnya dinding lambung—terdapat luka. Luka ini merupakan akibat dari:

  • Infeksi bakteri pylori.
  • Pengkikisan lapisan dinding lambung akibat asam lambung.
  • Konsumsi obat antiinflamasi dalam jangka panjang.

7. Kehamilan

Jika Anda para wanita merasakan mual atau muntah setelah makan, ini bisa saja menjadi pertanda dari kehamilan! Ya, gejala ini merupakan gejala morning sickness yang memang lumrah terjadi pada ibu hamil, terutama di awal-awal masa kehamilan.

Munculnya gejala mual ini terkait dengan adanya perubahan hormon yang terjadi saat hamil. Selain mual, Anda juga mungkin akan merasa pusing dan muntah. Namun, hal tersebut bukanlah sesuatu yang perlu Anda khawatirkan karena memang normal terjadi.

8. Infeksi Usus

Penyebab mual setelah makan lainnya adalah adanya gangguan pada pencernaan. Gangguan pencernaan tersebut yakni infeksi usus oleh bakteri seperti bakteri E. coli, Campylobacter dan Salmonella.

Dalam dunia medis, kondisi ini memiliki nama gastroenteritis atau flu perut. Selain mengalami mual, gejala lainnya yang mungkin muncul adalah sebagai berikut:

  • Kram perut.
  • Diare.
  • Muntah.

9. Penyempitan Pembuluh Darah

Mual sehabis makan juga bisa menjadi pertanda adanya penyempitan pembuluh darah pada saluran pencernaan. Gejala lainnya yang menyertai termasuk rasa nyeri pada area perut.

Segera periksa ke dokter apabila mengalami gejala muntah beserta sakit perut dalam waktu lama. Penyempitan pembuluh darah ini harus segera mendapat penanganan medis karena jika tidak, akibatnya bisa fatal.

10. Penyakit Jantung

Pada kasus yang parah, rasa mual yang Anda rasakan sesudah makan bisa jadi menandakan adanya masalah pada organ jantung. Hal memungkinkan apabila Anda juga merasakan sejumlah gejala lainnya seperti:

  • Sakit dada sebelah kiri.
  • Nyeri atau sensasi kebas pada lengan sebelah kiri.
  • Nyeri rahang.
  • Kepala pusing.
  • Keringat dingin.

11. Obat-obatan

Penggunaan obat tertentu tak luput dari penyebab munculnya rasa mual setelah makan. Obat-obatan yang kemungkinan besar memunculkan gejala ini adalah sebagai berikut:

  • Antinyeri.
  • Antibiotik.
  • Obat kanker.

Baca Juga: 12 Makanan Penghilang Mual yang Ampuh

Cara Mengatasi Mual Setelah Makan

Cara mengatasi kondisi ini tergantung dari penyebabnya. Sebagai contoh, jika mual terjadi akibat gangguan lambung, maka Anda bisa mengonsumsi obat-obatan seperti antasida, PPI, dan sebagainya. Sementara untuk mual karena adanya infeksi, maka pemberian obat antibiotik menjadi solusinya.

Anda juga bisa menerapkan sejumlah cara guna meredakan mual sekaligus mencegah kondisi tersebut kembali terjadi di kemudian waktu.

Cara-cara tersebut adalah sebagai berikut:

  • Hindari atau batasi konsumsi makanan yang berminyak, berlemak, bersantan, dan pedas.
  • Jangan makan terlalu cepat.
  • Makan dalam porsi yang sedikit, namun sering.
  • Beri jeda beberapa saat setelah makan sebelum kembali melanjutkan aktivitas.
  • Pastikan mengonsumsi makanan yang telah terjamin higienitasnya.

Waspadai Mual Setelah Makan Jika Disertai Gejala Ini!

Mual sehabis makan bisa menjadi pertanda adanya gangguan medis serius. Segera periksakan diri ke dokter apabila mual terjadi beserta gejala-gejala berikut:

  • Nyeri pada dada.
  • Diare yang berlangsung cukup lama.
  • Dehidrasi.
  • Perubahan warna urine.
  • Demam.
  • Peningkatan denyut jantung.
  • Sakit perut luar biasa.
  • Muntah-muntah.

 

  1. Bellefonds, C. 2020. Is Nausea After Eating an Early Sign of Pregnancy? https://www.whattoexpect.com/pregnancy/your-health/nausea-after-eating-early-sign-of-pregnancy/. (Diakses 20 Oktober 2020)
  2. Kandola, A. 2020. What to know about nausea after eating. https://www.medicalnewstoday.com/articles/317628. (Diakses 20 Oktober 2020)
  3. Watson, S. 2019. What Causes Nausea After Eating? https://www.healthline.com/health/nausea-after-eating (Diakses 20 Oktober 2020)


DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi