Terbit: 11 March 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com – Kesuburan dari wanita menentukan bersil atau tidaknya program memiliki momongan. Kalau wanita sampai tidak subur, peluang mendapatkan momongan akan terus menurun. Selain itu, berdasarkan penelitian, wanita berpeluang 70% tidak subur ketimbang pria yang hanya 30% saja.

Faktor yang Memengaruhi Kesuburan Wanita

Nah, agar kesuburan bisa terjaga dengan baik, wanita harus memahami beberapa hal yang memengaruhi kesuburannya di bawah ini.

1. Berat badan ideal

Wanita disarankan untuk memiliki berat badan yang ideal kalau ingin segera memiliki momongan. Kalau berat badan terlalu rendah, tubuh akan kekurangan leptin. Pada wanita hormon ini akan bekerja untuk melancarkan menstruasi. Kalau siklus menstruasi jadi tidak lancar, kemungkinan wanita alami kemandulan akan tinggi.

Lebih lanjut wanita yang mengalami kegemukan pada usia 18 tahun cenderung memiliki sindrom develop polycystic ovary syndrome atau PCOS. Sindrom ini menyebabkan kemandulan pada wanita usia subur.

2. Merokok

Merokok sudah dikenal sejak lama mampu mengganggu janin. Merokok bisa menyebabkan keguguran atau cacat bayi saat dilahirkan. Selain masalah yang terjadi saat melahirkan, kesuburan dari wanita akan menurun. Kandungan nikotin dan racun dari asap menyebabkan kesuburan wanita turun hingga 13%.

3. Paparan zat atau bahan kimia

Berdasarkan penelitian yang dipublikasikan pada Environmental Health Perspectives, zat kimia yang mengenai tubuh akan menyebabkan kemandulan hingga menopause dini. Bahan kimia yang terkandung pada pestisida dan polutan mampu menurunkan kesuburan hingga 29 persen.

4. Alkohol

Konsumsi alkohol berlebih membuat wanita jadi tidak subur, bahkan pada penelitian yang terjadi di Swedia pada 2004, wanita yang ketagihan minuman ini terus mencari obat untuk meningkatkan kesuburan.

5. Olahraga intensitas tinggi

Olahraga intensitas tinggi membuat wanita jadi tidak subur. Aktivitas yang terlalu capai membuat ovulasi jadi terganggu sehingga ovarium yang dihasilkan bisa saja cacat atau tidak sempurna.


DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi