Terbit: 9 September 2020
Ditulis oleh: Rhandy Verizarie | Ditinjau oleh: dr. Ursula Penny Putrikrislia

Tidak hanya ejakulasi dini, pria juga harus waspada dengan yang namanya ejakulasi tertunda. Ketahui lebih lanjut mengenai masalah seksual yang satu ini mulai dari ciri-ciri, penyebab, hingga bagaimana cara mengobati dan mencegahnya.

Ejakulasi Tertunda: Gejala, Penyebab, dan Pengobatan

Apa itu Ejakulasi Tertunda?

Ejakulasi tertunda adalah kondisi ketika pria membutuhkan waktu lebih lama, pun rangsangan seksual yang lebih intens untuk dapat mengeluarkan air mani dan mencapai orgasme. Bahkan, ada kasus di mana pria tidak dapat berejakulasi sama sekali. Kondisi ini tentu cukup mengkhawatirkan karena bisa mengganggu aktivitas seksual pria dan pasangannya.

Lantas, apakah ejakulasi yang tertunda ini terjadi secara permanen? Jawabannya bisa ya, bisa tidak. Bukan suatu masalah apabila masalah ini menimpa Anda untuk sementara waktu, namun jika terjadi terus-menerus, maka penanganan medis mungkin perlu dilakukan karena jika tidak, dapat memicu stres atau bahkan depresi.

Jenis Ejakulasi Tertunda

Ejakulasi tertunda (delayed ejaculation) sendiri terbagi menjadi 2 (dua) jenis, yaitu:

  • Situational delayed ejaculation, yakni ketika pria lama atau tidak dapat berejakulasi ketika mendapat rangsangan seksual tertentu.
  • Lifelong delayed ejaculation, yakni ketika rangsangan seksual apa pun tidak mampu membuat pria untuk berejakulasi di waktu yang tepat atau bahkan tidak bisa ejakulasi sama sekali.

Ciri dan Gejala Ejakulasi Tertunda

Gangguan seksual pria yang satu ini ditandai oleh sejumlah gejala. Ciri atau gejala yang dimaksud adalah sebagai berikut:

  • Ejakulasi baru terjadi setelah 30 menit mendapat rangsangan seksual (beberapa kasus bahkan sampai membutuhkan waktu hingga 60 menit).
  • Tidak bisa ejakulasi sama sekali kendati sudah mencapai orgasme.

Sebenarnya, tidak ada patokan waktu yang mengindikasikan seorang pria mengalami delayed ejaculation. Anda mungkin mengalami ejakulasi tertunda apabila hal ini sudah sampai menyebabkan stres, frustrasi, atau jika Anda harus menyudahi aktivitas seksual karena kelelahan, iritasi fisik, kehilangan ereksi, atau permintaan dari pasangan.

Gejala berdasarkan jenis ejakulasi tertunda, meliputi:

  • Seumur hidup vs diperoleh. Dengan ejakulasi tertunda seumur hidup, gangguan seksual sudah terjadi sejak kematangan seksual. Ejakulasi tertunda yang didapat terjadi setelah periode fungsi seksual normal.
  • Umum vs situasional. Ejakulasi tertunda umum tidak hanya pada pasangan seks tertentu atau jenis rangsangan tertentu. Sedangkan ejakulasi tertunda situasional hanya terjadi dalam kondisi tertentu.

Gejala tersebut dapat membantu dokter mendiagnosis penyebab yang mendasari dan menentukan pengobatan yang paling efektif.

Kapan Harus Periksa ke Dokter?

Seperti yang sudah disebutkan di atas, masalah seksual ini bisa menyebabkan penderitanya mengalami stres, frustrasi, penurunan gairah seks, dan sebagainya.

Apabila Anda mengalami delayed ejaculation dalam jangka waktu cukup lama dan sudah sampai disertai oleh gangguan-gangguan psikologis tersebut, maka Anda mungkin perlu untuk memeriksakan diri ke dokter guna mendapat penanganan lebih lanjut.

Baca Juga: Ejakulasi Dini: Gejala, Penyebab, Pengobatan, dan Pencegahan

Penyebab Ejakulasi Tertunda

Penyakit seksual ejakulasi tertunda memiliki beragam faktor penyebab, berikut di antaranya:

1. Psikologis

Pertama, kondisi ini bisa dipicu oleh sejumlah faktor yang berkaitan dengan psikologis. Faktor psikologis yang dimaksud meliputi:

  • Stres.
  • Frustrasi.
  • Depresi.
  • Gangguan kecemasan.
  • Serangan panik.
  • Hilang kepercayaan diri.
  • Konflik dengan pasangan.
  • Fantasi seksual.
  • Trauma.

Selain itu, faktor-faktor penunjang seperti budaya, agama, dan sebagainya dalam konteks seksualitas juga secara tidak sadar turut memengaruhi psikologis seseorang hingga memicu terjadinya delayed ejaculation ini.

2. Gangguan Medis

Penyebab kedua dari delayed ejaculation ialah adanya gangguan medis yang dialami oleh yang bersangkutan. Beberapa contoh gangguan medis tersebut adalah sebagai berikut:

  • Kerusakan saraf, terutama di tulang punggung dan panggul.
  • Gangguan jantung.
  • Stroke..
  • Kekurangan hormon tiroid (hipotiroidisme).
  • Kekurangan hormon testosteron.
  • Infeksi kelenjar prostat.
  • Infeksi saluran kemih.
  • Riwayat operasi prostat.
  • Cacat lahir yang memengaruhi kemampuan ejakulasi.

3. Obat-obatan

Penggunaan obat-obatan juga dapat membuat seseorang mengalami ejakulasi tertunda. Obat-obatan yang dimaksud di antaranya adalah:

  • Diuretik.
  • Obat antihipertensi.
  • Obat antikejang.
  • Obat antipsikotik.
  • Obat antidepresan.

Apabila Anda sedang mengonsumsi salah satu dari obat-obatan di atas, Anda mungkin akan mengalami delayed ejaculation. Akan tetapi, kondisi ini umumnya hanya bersifat sementara dan akan sembuh dengan sendirinya seiring dengan penghentian penggunaan obat.

Diagnosis Ejakulasi Tertunda

Analisis gaya hidup dan riwayat medis diperlukan untuk memastikan kondisi sekaligus menentukan metode pengobatan yang akan diterapkan. Jika ejakulasi tertunda terindikasi disebabkan oleh masalah medis tertentu, Anda mungkin memerlukan tes lebih lanjut.

Tes lanjutan yang dimaksud adalah sebagai berikut:

  • Pemeriksaan fisik lanjutan. Pada pemeriksaan ini, dokter akan memeriksa sensitivitas organ intim pria. Dokter akan memberikan sentuhan kecil pada penis dan testikel untuk mengukur seberapa sensitif keduanya terhadap sentuhan.
  • Tes darah. Dokter akan mengambil sampel darah untuk selanjutnya diteliti lebih lanjut di laboratorium. Ini dilakukan apabila ada indikasi penyakit kardiovaskular, diabetes, atau kadar testosteron rendah.
  • Tes urine. Sementara itu, tes urine bertujuan untuk memastikan apakah masalah ejakulasi ini berkaitan dengan penyakit diabetes atau infeksi pada saluran kemih.

Pengobatan Ejakulasi Tertunda

Perawatan untuk ejakulasi tertunda disesuaikan dengan penyebab yang mendasarinya. Ini termasuk dengan mengonsumsi obat-obatan dan menjalani konseling psikologis.

Berikut ini beberapa pengobatan untuk ejakulasi tertunda, meliputi:

1. Obat-obatan

Bila Anda sedang mengonsumsi obat yang mungkin menjadi pemicu ejakulasi tertunda, kemungkinan dianjurkan untuk mengurangi dosis obat atau mengganti obat guna mengatasi masalah tersebut. Adakalanya, menambahkan obat mungkin dapat membantu pengobatan.

Belum ada obat yang khusus untuk mengobati ejakulasi tertunda. Adapun obat yang digunakan untuk mengatasi ejakulasi tertunda terutama digunakan untuk mengatasi kondisi lain.

Berikut obat-obatan yang terkadang digunakan untuk mengatasi ejakulasi tertunda:

  • Amantadine – obat untuk penyakit Parkinson.
  • Buspirone – obat untuk anti-kecemasan.
  • Cyproheptadine – obat untuk alergi.

2. Konseling Psikologis

Konseling psikologi atau psikoterapi bisa membantu mengatasi masalah kesehatan mental mendasar yang menyebabkan ejakulasi tertunda, seperti depresi atau kecemasan.

Psikoterapi juga digunakan untuk mengatasi masalah psikologis yang secara langsung memengaruhi kemampuan pria untuk ejakulasi.

Terapi psikologis ini dengan menemui psikolog atau konselor kesehatan mental baik sendiri atau bersama pasangan. Tergantung pada penyebab utamanya, mungkin akan mendapat manfaat paling besar jika mengunjungi terapis seks, yaitu konselor kesehatan mental khusus terapi bicara untuk masalah seksual.

Komplikasi Ejakulasi Tertunda

Delayed ejaculation yang terjadi dalam jangka panjang mungkin akan menimbulkan komplikasi. Komplikasi yang dimaksud adalah:

  • Penurunan gairah seksual.
  • Infertilitas.
  • Stres.
  • Trauma.
  • Terganggunya hubungan dengan pasangan.

Pencegahan Ejakulasi Tertunda

Ejakulasi tertunda yang disebabkan oleh kerusakan saraf atau penuaan tidak dapat dicegah. Namun, Anda dapat mencegah masalah seksualitas yang disebabkan oleh konsumsi minuman beralkohol berlebihan atau penyalahgunaan obat-obatan.

Apabila dirasa masalah hubungan dengan pasangan adalah salah satu faktor penyebab ejakulasi tertunda, sebaiknya bicarakan secara jujur ??dengannya. Memperbaiki hubungan akan membantu mencegah berkembang atau memburuknya ejakulasi tertunda.

Demikian ulasan lengkap mengenai ejakulasi tertunda yang perlu diwaspadai oleh para pria. Jika Anda memiliki gejala yang telah dijelaskan di atas, sebaiknya segera atasi agar tidak mengganggu keharmonisan hubungan Anda dengan pasangan. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Teman Sehat!

 

  1. Anonim. Delayed Ejaculation. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/delayed-ejaculation/symptoms-causes/syc-20371358 (diakses pada 9 September 2020)
  2. Case-Lo, C. 2019. Delayed Ejaculation. https://www.healthline.com/health/delayed-ejaculation#dietand-de (diakses pada 9 September 2020)
  3. MacGill, M. 2018. What you need to know about delayed ejaculation. https://www.medicalnewstoday.com/articles/284679#Treatment (diakses pada 9 September 2020)
  4. NHS. Ejaculation Problems. https://www.nhs.uk/conditions/ejaculation-problems/ (diakses pada 9 September 2020)


DokterSehat | © 2024 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi